
Setelah sarapan gado gado bersama tadi pagi. Kini Yuni beserta manda sedang membantu Mami mertuanya untuk memasak di dapur. Walaupun sudah ada banyak pelayan dan art. Begitulah Lea sejak dulu ia selalu memasak sendiri untuk keluarga nya. Dan kebiasaan itu juga menurun sampai anak dan juga menantunya sampai saat ini.
"Yuni sayang, kalau capek istirahat saja Yun, biar mami yang nerusin!!!. Kan ada mbak manda yang bantuin sama bibik juga".Lea tidak ingin menantunya yang saat ini lagi hamil muda kecapekan. Karena ia juga pernah merasakan di posisi yuni. Dimana ia dulu sangat lemas karena sering kali muntah muntah saat hamil muda.
" Jangan khawatir mi, yuni bisa, lagian ini juga bukan hal sulit. Hanya memasak saja".Jawab Yuni agar mami mertuanya itu tidak terlalu mengkhawatirkan kondisinya yang sedang hamil muda untuk tetap beraktivitas.
"Oh ya Yun, katanya mau liburan ke Yogyakarta ya???. Kapan mau berangkat??? ".Tanya Manda yang sudah mendengar dari suaminya.
" Masih lama mbak, pas libur semester nanti".Sahut yuni sambil tersenyum.
Lea yang baru tahu pun kini ikut nimbrung obrolan para anak menantunya. "Kok mami baru tahu sayang. Kalian ingin ke jogya??? ".
" Baru rencana kok mi, itu juga bukan liburan aja, soalnya rencana awal hanya ingin ziarah ke makam Ayah dan ibu aja mi".Sahut Yuni jujur.
"Ah, iya bukankah sudah lama ya kita tidak ziarah ke makam kedua orang tua kamu sayang. Maafkan Mami dan Papa ya, karena kesibukan papa. Mami juga hampir lupa dan tidak mengingatkan kamu untuk ziarah kesana sayang!!! ".Lea juga merasa bersalah. Karena sejak ia membawa yuni pindah ke Jakarta. Sampai sekarang mereka belum sempat untuk kembali ziarah ke makam kedua orang tua yuni.
Tapi Rayen dan Lea juga sudah membayar orang untuk membersihkan makam kedua orang tua yuni. Sebelum mereka berangkat ke Jakarta waktu itu.
"Gak papa mi,Yuni maklumi kok. Lagian mami kan udah sewa orang buat bersihin makam Ayah dan ibu. Jadi makam nya selalu kelihatan bersih mi. Yuni yang seharusnya berterima kasih sama papa dan mami. Yuni juga beruntung bisa jadi bagian keluarga ini".Yuni terlihat sangat tulus sambil tersenyum pada mami mertuanya itu.
Lea yang mendengar ucapan menantunya pun langsung memeluk tubuh yuni. Ia nampak berkaca kaca. Karena yuni semakin terlihat dewasa dalam berpikir dan bertindak. Bahkan yuni tidak pernah lagi membahas kejadian satu tahun belakang.
Manda pun nampak berkaca kaca saking terharunya melihat sikap mami mertuanya. Yang tidak pernah membeda bedakan anak dan menantunya itu. Bahkan sosok Lea adalah sosok wanita sekaligus ibu yang sangat bijaksana serta adil. Lea juga ibu yang berhasil mendidik anak anaknya menjadi anak yang berjiwa sosial tinggi. Rendah hati serta tidak sombong.
"Manda... Sini sayang!!! ".Lea pun ikut merangkul manda istri jery juga. Hingga pelayan yang ada didapur pun ikut terharu melihatnya. Ketiga wanita berbeda usia itu pun nampak saling rangkul dan menitikkan air mata bersama. Yang tentunya air mata kebahagiaan.
Jika istri jery tidak memiliki orang tua lagi. Tapi dia masih punya keluarga paman nya adik dari Ayahnya. Dan berarti Manda tidak sebatang kara. Sedangkan Yuni ia hanya memiliki kedua orang tuanya saja. Tapi karena kecelakaan itu ia harus kehilangan kedua orang tuanya. Bahkan yuni tidak pernah tahu keluarga Ayah dan ibunya dimana. Karena sejak ia kecil ia hanya tinggal bersama kedua orang tuanya saja. Tidak ada sanak keluarga lainnya yang ia kenal. Hingga kini ia sudah menjadi bagian keluarga besar Bagaskara. Dan bagi yuni hanya suami dan keluarga suaminya lah yang menjadi bagian hidupnya saat ini.
Naures yang tadi sempat ingin mengambil air minum di dapur. Memgurungkan niatnya saat ia malah melihat istri, kakak iparnya dan juga mami nya yang masih berpelukan. Sambil menitik kan air matanya.
Tapi Naures juga ikut mengangkat sudut bibirnya. Lihat kedekatan mami dengan para menantunya itu. Dan Naures juga yakin jika mami nya selalu bisa membuat orang disekitar nya menjadi nyaman dan tenang.
"Ayo kita lanjut masak lagi sayang!!!. Sudah cukup melow melow nya".Seru Lea sambil melonggarkan pelukan nya pada dua urang menantunya itu.
" Heheh... iya mi".Jawab Yuni dan Manda sambil tersenyum.
Lalu mereka bertiga pun kembali fokus dengan alat alat dapur serta bahan bahan untuk mereka masak siang ini. Hingga suara cempreng Mona membuat Manda harus menghentikan kegiatan nya.
Dan Lea pun menyuruh Manda untuk memberi asi maira terlebih dahulu. Karena mona sudah teriak teriak jika Maira haus.
Maaf geng dialog nya ratu Asura dengan Manda ada di novel SBOP ya, dan bunda othor kagak mau ngulang cerita lagi disini🤪🤪