Married Accident

Married Accident
Anak Sambung Berasa Anak Kandung



Sedangkan di tempat lain saat ini Velyn baru saja memarkirkan mobilnya di depan sekolah Mayra. Lalu Velyn turun dan mengitari mobilnya untuk membantu Mayra membukakan pintu mobilnya.


"Belajar yang rajin ya sayang!!!. Nanti pulang sekolah bunda jemput lagi, kita jalan jalan mau??? ".


" Mau Bunda ".Jawab Mayra semangat. Membuat Velyn tersenyum. Wanita cantik dengan mata sipit khas orang Tionghoa itu mencubit gemas hidung Mayra. Lalu ia juga mengecup kening Mayra penuh sayang.


" Sana masuk!!! ".Seru Velyn setelah mengusap pelan pucuk kepala Mayra.


Mayra pun menganggukkan kepalanya , lalu gadis kecil itu pun mencium punggung tangan Velyn sebelum ia beranjak pergi.


" Assalamu'alaikum Bunda".


"Waalaikumsalam, hati hati sayang jangan lari nanti jatuh!! ".Teriak Velyn sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


Velyn begitu menikmati peran nya sebagai seorang ibu. Meskipun Mayra bukanlah anak kandungnya. Tapi ia sudah mengangap Mayra seperti putrinya sendiri. Sesuai dengan janjinya pada Manda. Dan kasih sayang yang Velyn berikan benar benar tulus. Velyn juga akan terus menyayangi Mayra meskipun nanti ia juga akan melahirkan darah dagingnya sendiri.


Velyn kembali masuk kedalam mobilnya. Setelah melihat Mayra masuk kedalam gedung sekolahnya. Lalu ia melajukan mobilnya kearah rumah sakit. Hari ini ia ada janji temu dengan dokter obgin.Karena entah kenapa beberapa hari ini perutnya sering terasa nyeri.


"Jalan dan ikuti mobilnya!!! ".Perintah seorang pria pada sopirnya.


" Baik bos".


Rupanya sejak tadi Velyn selalu di ikuti oleh seseorang. Dan orang itu juga melihat dengan jelas apa yang di lakukan oleh Velyn.


🌿🌿🌿🌿🌿


Velyn keluar dari ruangan dokter dengan wajah yang sedikit sedih. Karena kehamilan nya sedikit bermasalah. Ia begitu stres menghadapi kenyataan hidup ini. Bahkan ia selalu kepikiran akan nasib anaknya nanti.


Sejak menikah dengan Jery pun. Pria itu sama sekali tak menghiraukan nya sama sekali. Mereka memang tinggal satu rumah. Tapi di sana mereka bagaikan orang yang tak saling kenal.


Hormon bumil memang kadang tidak stabil. Apalagi Velyn wanita normal pada umumnya juga. Ia kadang juga ingin dimanja dan juga diberi perhatian lebih oleh suaminya. Bahkan tak jarang ia juga menginginkan kehangatan. Namun, semuanya bagaikan tak mungkin baginya.


Menatap saja Jery enggan, apalagi kalau ia meminta hak nya. Mungkin ia akan di tertawakan oleh Jery. Ujung-ujungnya dia dibenci.


"Sayang, Bunda berharap kamu tahu posisi Bunda saat ini. Hanya kamu harapan Bunda saat ini sayang. Supaya hubungan Bunda dan Papa membaik nantinya. Jadi, Bunda mohon sayang bertahanlah sampai saat itu tiba!!! ".Lirih Velyn sambil mengusap perutnya yang masih datar itu.


Hasil pemeriksaan hari ini membuat Velyn sedikit kecewa.Faktor pikiran Velyn memang benar benar mempengaruhi perkembangan janin nya.


Velyn melirik jam di pergelangan tangannya. Yang saat ini sudah menunjukkan pukul 10.15 wib. Bumil itu pun segera keluar dari rumah sakit. Dan menuju arah parkiran. Dimana mobilnya berada.


Karena sebentar lagi Mayra pasti akan keluar kelas. Velyn tidak mau kalau dirinya sampai telat menjemput Mayra. Apalagi sampai terjadi sesuatu hal pada Mayra. Itu bisa memicu keributan antara dirinya dan Jery. Sebab, Jery begitu mencintai dan menyayangi putrinya.


Beruntung hari ini jalanan belum begitu macet. Jadi Velyn bisa sampai di sekolah Mayra tepat waktu. Benar saja, belum juga Velyn menutup pintu mobilnya. Mayra langsung datang menghampiri nya.


"Bundaaa.... " Teriak Mayra sambil berlari dari dalam gerbang.


"Hati hati sayang nanti jatuh!!! ".Cegah Velyn yang ikut menghampiri Mayra. Tapi gadis kecil itu malah semakin cepat saja larinya. Hingga.


Brukkk... Braakkk...


" Aww...".


"Mayra.... ".Terika Velyn dari arah luar saat melihat Mayra sudah jatuh karena tersandung dengan batu yang ada di depan gerbang.


" Yaa Allah sayang, kan Bunda udah bilang hati hati!!!. Perih ya??? ".Velyn membantu Mayra untuk berdiri. Masih untung Mayra tidak jatuh pada tumpukan batu yang ada di depan nya.


Tapi lututnya lecet terkena lantai batako di depan sekolahnya. Mayra juga sempat di bantu oleh teman teman nya. Dan juga gurunya untuk berdiri.


" Terimakasih bu".Ucap Velyn tulus dan tersenyum ramah pada bu guru Mayra.


Wanita itu hanya tersenyum sambil memperhatikan wajah Velyn. "Maaf nona siapanya Mayra ya??? ".Tanyanya sedikit ragu. Karena dia adalah wali kelasnya Mayra jadi bu Guru itu tahu siapa orang tuanya Mayra.


" Oh, saya adalah...


"Bunda, sakit... ".Rengek Mayra sebelum Velyn menjelaskan pada bu guru itu.


" Iya sayang nanti kita obati di mobil ya".Jawab Velyn berusaha menenangkan Mayra.


Bu guru itu nampak bingung karena Mayra memanggil Velyn dengan sebutan Bunda. Sedangkan mereka tahu jika Mamanya Mayra baru saja meninggal satu minggu yang lalu.


"Maaf apa anda istrinya tuan Jery Nona??? ".Tanya Bu guru lagi dengan nada sedikit gugup.


Velyn tersenyum lalu menanganggukkan kepalanya".Iya bu Guru, saya istri nya mas Jery Papanya Mayra".


Bu guru itu nampak terkejut. Mendengar pengakuan Velyn. Apalagi saat melihat penampilan Velyn yang sangat berbanding terbalik dengan mendiang Mamnya Mayra. Karena Velyn hari ini memakai dres selutut yang menampilkan kaki mulusnya.


Velyn juga sadar akan penampilan nya yang tak tertutup seperti Manda. Karena Velyn juga baru masuk muslim.


"Oh ya kalau begitu saya permisi dulu bu guru".Pamit Velyn sembari menggandeng tangan Mayra untuk masuk kedalam mobilnya.