
Citra dibuat bungkam oleh ucapan tegas Mami Lea. Bahkan ia tidak bisa mengelak lagi, "Sial".Upat Citra dalam hati.
" Kenapa???. Apa yang saya katakan itu benar adanya???. Atau kamu ingin saya beberkan semuanya. Hm, sepertinya akan lebih seru jika Pak Sena papa kamu tahu apa yang kamu lakukan di luaran sana".Mami Lea malah semakin senang melihat raut wajah Citra yang langsung pucat pasih saat ia menyebut nama papanya.
"Dan akan lebih seru lagi jika bu Ambar juga tahu kelakuan putri tirinya sayang".Sambung Rayen dengan santainya.
Wajah Citra langsung pias,bahkan ia terlihat gemetaran. Saat nama Ambar disebut oleh Rayen. Bahkan Citra tidak menyangka secepat itu kedua orang tua tahu semua info keluarga nya.
" Sebaiknya sekarang kamu nurut aja dengan perintah kami. Sebelum kamu di urus oleh Ibu Ambar mam tiri kamu yang sangat matrealistis itu. Kamu paham betul bukan apa yang akan dilakukan ibu Ambar jika sampai kami datang menemuinya".Ucap Lea sambil mengangkat sudut bibirnya licik. "Bisa bisa kamu tidak akan bisa melihat matahari lagi besok pagi".Tambah Mami Lea sedikit berbisik bahkan Mami Lea sengaja mendekatkan tubuhnya ke arah Citra.
" Tolong tante jangan lakukan itu!!! ".Mohon Citra mulai ketakutan. Karena ia juga tidak mau sampai wanita iblis yang sudah menjadi ibu tirinya itu bertemu dengan keluarga Bagaskara. Bisa bisa Bu Ambar akan melakukan apapun untuk melenyapkan nya. Apalagi jika keluarga Bagaskara menjanjikan hal menguntungkan baginya.
Sudah cukup bagi Citra hidupnya menderita selama ini. Bahkan karena ibu tirinya itulah ia sampai menyerahkan kesuciannya dengan para lelaki hidung belang. Hanya demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Sedangkan Papanya sibuk kerja, dan tidak begitu perduli akan hidupnya. Pak Sena menyerahkan semua kebutuhan Citra pada ibu Ambar. Sedangkan Citra tidak pernah menerima sepeserpun uang yang di berikan papanya.
Lea berpindah tempat duduk hingga kini ia duduk disebelah Citra. Tatapan Mami Lea yang tadinya tajam kini berubah jadi teduh. Ia sebenarnya tidak tega melihat gadis yang bernasib malang seperti Citra. Tapi karena kelakuan Citra selama ini membuat Lea ikut geram. Apalagi niat Citra ingin menghancurkan rumah tangga putra nya. Itu sangat membuat Lea naik darah.
"Kamu itu masih muda, tante yakin kamu sebenarnya gadis baik, Makanya tante kasih kamu pilihan!!!. Jangan usik lagi kehidupan Naures dan isterinya!!!. Dan jalanilah kehidupan kamu dengan benar!!!. Percayalah suatu saat kamu pasti bisa bahagia dengan orang yang tepat".Ucap Lea sambil mengelus punggung tangan Citra.
Citra langsung menangis tersedu sedu. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana sekarang. Jujur ia terharu akan kelembutan sikap Mami Lea. Tapi ia juga malu karena tadi begitu sombongnya membanggakan dirinya yang hina dan kotor itu.
Papa Rayen langsung mengangguk kan Kepala nya saat Lea menatap nya. Lalu Mami Lea pun menarik Citra kedalam pelukannya. Sehingga Citra semakin menangis tersedu sedu dalam pelukan Mami Lea.
" Apa kamu percaya sama tante dan Om Citra??? ".Tanya Lea sambil mengelus pelan rambut panjang Citra.
Citra langsung mengarahkan kepala nya dan menatap wajah cantik wanita paruh baya yang kini malah tersenyum manis padanya. Tidak ada sedikitpun rasa dendam dalam hati Lea. Malah ia memberikan tatapan teduhnya pada gadis malang itu.
" Ikuti saran Tante dan Om jika kamu ingin benar benar berubah!!!. Maka tante dan Om janji akan bantu kamu lepas dari semua permasalahan yang kamu hadapi saat ini".Ucap Mami Lea memberi pilihan.
"Maksud Tante dan Om apa??? ".Tanya Citra Lirih sambil menghapus air matanya.
Mami Lea kembali tersenyum dan Papa Rayen langsung menyuruh anggota nya untuk mengambilkan berkas yang sudah ia siapkan.
Lalu setelah beberapa saat Anggota Rayen kembali dengan map coklat yang langsung ia sodorkan pada Papa Rayen. Citra hanya menatap bingung kearah kedua orang tua Naures itu.
Rayen melemparkan map coklat itu di hadapan Citra. "Buka dan bacalah terlebih dahulu!!!. Jika kau setuju maka kami akan membantu mu hingga semua hak mu kembali lagi ketangan kamu. Termasuk aset peninggalan mama kamu".Ucap Rayen datar.
Citra sangat terkejut mendengarnya. Ia tidak menyangka sama sekali jika sejauh ini keluarga Naures mengetahui semua rahasia keluarga nya sejak mama nya meninggal dunia tiga tahun yang lalu.
"Apa yang harus Citra lakukan om??? ".Tanyanya lagi masih bingung.
" Kamu akan tahu setelah membaca isi map itu!!! ".Sahut Papa Rayen masih dengan nada bicara yang khas seperti gayanya itulah.