
"Kenapa sayang??? ".
" Perutku begah kak".Jawab Yuni jujur.
Membuat Naures langsung terkekeh. Dan menggelengkan kepalanya. Karena saat ini keduanya sudah berada didalam mobil kembali. Dan menuju Apartemen mereka.
"Kamu makanannya lahab baget sih".Ucap Naures sambil terkekeh.
" Habis enak kak".Yuni hanya nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi rapi dan putihnya.
"Lebih enak mana sama ini!!! ".Tunjuk Naures pada area pangkal paha nya.
" Iihhh... Nyebelin".Yuni kembali bersemu karena lagi lagi suaminya itu suka sekali menggodanya. "Pake ditanya lagi. Sudah jelas itu tidak ada tandingannya".Lirih Yuni pelan.
" Benarkah??? ".Sahut Naures sambil melirik sekilas kearah istrinya.
" Apanya??? ".Yuni terlihat bingung.
" Itu yang tadi kamu bilang. Kalau punya suamimu ini tiada tandingannya ".Ulang Naures sambil mengulum senyumnya.
" Kapan ak... aku bilang begitu. Kakak ngaco aja".Elak Yuni merutuki kebodohan nya bahkan Yuni langsung mengalihkan pandangan nya keluar jendela.
Yuni sangat malu sudah asal bicara. Walaupun itu adalah kebenarannya. Tapi Yuni juga tidak mau membuat suaminya itu semakin menghajarnya berkali kali saat di atas ranjang nanti.
🌿🌿🌿🌿🌿
Setelah 15 menit dalam perjalanan akhirnya kini Naures dan Yuni pun sudah sampai di apartemen. Yuni meminta Naures untuk menemani nya belanja kebutuhan dapur terlebih dahulu sebelum mereka naik ke lantai atas. Dimana Apartemen ya berada.
Dengan senang hati Naures pun menemani istrinya berbelanja. Bahkan Nuares yang membawakan keranjang belanjaan istrinya.
"Sayang mau coba pakai ini tidak???? ".Goda Yuni sambil memperlihatkan alat kontrasepsi yang berlogo S itu.
" Tidak. Suamimu ini masih kuat sayang. Jadi tidak membutuhkan benda konyol itu".Seloroh Naures dengan bangganya.
"Is... Kakak itu".Yuni mencebikkan bibirnya.
Naures tersenyum melihat raut wajah istrinya yang terlihat sangat menggemaskan saat sedang begitu. " Sayang beli buah juga ya, stock buah dikulkas tinggal beberapa lagi".Ucap Naures
"Iya, ayo sayang".Yuni menarik tangan suaminya menuju rak buah segar yang ada di supermarket dan masih di dalam kawasan apartemen mereka.
Yuni pun mengambil beberapa buah yang biasa ia makan. Dan juga untuk bahan salad buah yang kini sudah menjadi makanan sehari harinya. Entah sejak hamil yuni selalu saja ingin makan salad buah. Bahkan sebelum tidur pun ia ngemil itu.
Salad memang bagus untuk ibu hamil apalagi bahan bahannya adalah bahan bahan yang menyehatkan dan penuh vitamin.
Yuni pun menurut ia tetap memilih buah yang ingin ia beli. Sambil sesekali mencari keberadaan suaminya yang sudah hilang di balik rak kumpulan susu.
Setelah yuni selesai memilih buah. Naures pun sudah kembali membawa dua kotak susu khusus ibu hamil dengan rasa yang berbeda.
"Sudah selesai sayang??? ".
" Udah kok,tinggal bayar aja".Jawab Yuni jujur. Dan keduanya pun langsung melangkah menuju arah kasir. Untuk membayar semua barang belanja nya.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Uuhhh.. ".Yuni langsung mendaratkan bokongnya di sofa empuk yang ada diruang tamu begitu ia masuk kedalam apartemen.
Naures melirik kearah istrinya yang saat ini sudah bersandar pada sandaran sofa dengan mata yang terpejam.
Naures meletakkan lebih dulu semua barang belanjaan ke meja bar yang ada didapur. Setelah itu ia kembali keruang tamu. Dan duduk di samping istrinya.
"Kenapa capek ya??? ".Tanyanya pelan sambil meraih kaki istrinya dan meletakkan nya diatas pangkuan nya.
" Kak, mau ngapain??? ".Tanya Yuni kaget saat kakinya di angkat oleh suaminya.
" Diam saja, jangan banyak protes!!! ".Jawab Naures.
Yuni tersenyum saat suaminya itu mulai memijit pelan kakinya . Membuatnya lebih nyaman dan kakinya yang tadi kram mulai membaik.
" Ternyata selain tampan suamiku ini pintar pijit juga ya".Seru Yuni sambil tersenyum.
"Itu belum seberapa sayang. Masih banyak keahlian ku yang lainnya lagi".Sahut Naures dengan sombongnya.
" Mulai deh".Ketus Yuni dan Yuni pun langsung kembali menyenderkan kepalanya di kepala sofa empuk itu.
Pijitan Naures yang memenangkan dan membuat Yuni terasa lebih nyaman. Hingga ia bisa tertidur pulas di sofa. Naures yang sadar jika istrinya sudah tertidur. Kini pun mengangkat tubuh istrinya pelan. Dan membawanya masuk kedalam kamar.
Naures menyelimuti tubuh istrinya dan mengecup kening serta bibir Yuni lembut. "Kau semakin hari semakin membuatku terus jatuh cinta sayang".Lirih Naures sambil tersenyum.
" Love you Yunita".Sambung Naures lagi dan kembali mengecup bibir isterinya.
Setelah puas memandangi wajah cantik Yuni kini Naures pun memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Sebelum ia akan melanjutkan pekerjaan nya kembali. Karena hari ini ia belum memeriksa perkembangan cafe dan juga bengkelnya. Sebab Naures tadi hanya fokus pada urusan perusahaan keluarga nya. Walaupun dibantu oleh jery sang kakak tapi Naures tetap harus paham. Karena tidak selamanya ia bergantung pada papa dan juga kakaknya itu.
TBC