
"Cie... cie yang punya mobil baru".Ledek salah satu karyawan wanita yang satu devisi dengan Hani. Karena saat Hani memarkirkan mobilnya wanita itu juga baru saja turun dari mobilnya.
" Baru apaan?. Noh lihat Flat nya!!!. Udah tuir kali".Hani menjawab sambil menunjuk dengan dagunya kearah mobil Leon.
"Hahaha... " Karyawan wanita itu langsung tertawa terbahak bahak. Namun, di detik berikutnya dia malah kembali memperhatikan mobil yang dibawa oleh Hani. "Kayaknya gue gak asing nih sama flat mobil loe Han".Sambung wanita itu sambil mengingat kembali dimana ia pernah melihat nya.
" Udah gak usah bahas masalah mobil ini!!!. Lagian gue pinjem kok bukan punya gue tapi punya...
"Pasti pacar loe kan Han??. Hayo, ngaku loe!!!. Enak banget sih baru pacaran aja udah di pinjemin mobil segala".Karyawan wanita itu langsung memotong ucapan Hani. Membuat Hani diam saja, karena ia tidak mau malah mengobrol lebih lama lagi . Dan membuat mereka malah telat absen.
"serah loe deh!!!. Mau bilang apaan!. Ayo masuk!, sebelum di potong gaji".Seru Hani sambil menarik tangan teman nya.
" Pacar. Hem... Bisa kiamat dunia kalo gue sampe pacaran sama buaya kali kayak dia".Guman Hani dalam hati.
Sambil berjalan Hani terus saja memikirkan tentang Leon. Yang sebenarnya jika di lihat dari penampilan dan sikapnya. Leon adalah sosok pria yang ramah dan juga baik. Tapi jika di pandang dari segi kebiadaban nya. Hal itu justru membuat Hani kesal sendiri.
Hani juga tidak tahu apa yang sebenarnya ia rasakan ini. Rasa cemburu, benci, muak, atau apalah. Namun, yang jelas Hani sangat tidak suka ketika Leon mencoba dekat dengan wanita lain di luar sana. Jangan kan melihatnya jalan dengan wanita. Terima telpon dari wanita saja saat di depannya membuat Hani kesal dan panas sendiri.
🌿🌿🌿🌿🌿
Ketika jam makan siang Hani buru buru membereskan meja kerjanya. Dan langsung menyandang tas nya. Pergi begitu saja meninggal kan ruangan kerjanya. Tentu saja sikap Hani mengundang perhatian dari teman satu ruangan dengannya.
Bahkan Hani tidak menghiraukan panggilan dan teriakan dari teman nya. Yang mengajaknya makan siang di luar. Hani terus melangkah menuju lantai dasar.
Setelah masuk kedalam lift Hani kembali memeriksa ponselnya. Dan ketika pintu lift kembali terbuka. Hani pun langsung bergegas melangkah ke arah pintu keluar.
Saat Hani sudah masuk kedalam mobil. Ponselnya kembali berdering . Dilihatnya nama si penelpon di layar ponselnya. "Iya ada apa lagi???. Nih gue udah mau pulang. Lima menit deh udah sampe".Hani langsung berucap tanpa sempat mendengarkan suara si penelpon terlebih dahulu.
Sedangkan di dalam apartemen nya Leon nampak terkekeh. Karena ia berhasil mengerjai Hani.
"Kenapa dia bisa sekhawatir itu sama gue?. Padahal kalau lagi dekat, dia malah lebih galak dari seekor singa betina". Leon terus saja berguman sendiri.
Tapi ia pun langsung mengangkat sudut bibirnya. Karena senang jika Hani pulang ke Apartemen untuk makan siang bersama dengannya. Lagian Leon juga sudah memasak untuk mereka siang ini.
Pria itu nampaknya sudah sangat handal dalam perkara masak memasak. Buktinya hanya dalam waktu satu jam saja. Leon sudah memasak tiga menu sekaligus.
Ceklek....
Suara pintu Apartemen yang terbuka , membuat Leon sudah bisa menebak siapa yang datang. Dengan senyum yang mengembang sempurna Leon pun langsung melangkah keluar dari dapur. Setelah ia menata semua menu masakannya di meja makan.
"Katanya sakit??? ".Hani langsung memasang wajah garangnya saat ia mulai bisa menebak jika ia dikerjai oleh Leon.
" Loe bohongi gue??? ".Sentak Hani mulai kesal.
" Sedikit".Jawab Leon dengan santainya. Bahkan pria itu sambil tersenyum manis padanya. Hani mulai terhipnotis oleh senyuman maut seorang Leon. Tapi Hani langsung sadar jika ia tidak boleh lemah di hadapan pria seperti Leon.
"Yaudah, kalo loe gak papa gue balik lagi aja ke kantor".Hani ingin cepat cepat kabur dari apartemen nya sendiri. Sebelum ia memperlihatkan sisi bodohnya yang lebih buruk lagi di hadapan Leon.
" Tunggu!!! ".
Leon langsung mencekal tangan Hani. Membuat Hani menjadi sedikit gugup akan hal itu. " Kita makan siang dulu!!!. Gue udah masak tadi".Ucap Leon lembut.
Hani mengerutkan keningnya sedikit tidak percaya. Jika pria seperti Leon bisa memasak. Tapi hal yang membuat Hani langsung menautkan alisnya. Saat ia sadar jika pasti semua bahan di lemari pendingin. Sudah habis di eksekusi oleh Leon.