Married Accident

Married Accident
Pengalaman Hidup



"Assalamu'alaikum pa". Mayra langsung turun dari mobil Papa nya setelah ia sudah sampai tepat di depan gerbang sekolahnya.


" Waalaikumsalam. Nanti pulangnya di jemput sopir seperti biasanya ya !!".


"Oke pa". Mayra memganggukkan kepalanya sambil mengangkat jarinya membentuk huruf O.


Setelah sang Papa mengecup keningnya dan ia pun sudah mencium punggung tangan Papanya. Mayra segera berlari menyusul teman teman nya untuk masuk ke sekolah.


Jery tersenyum menatap punggung sang putri. Yang saat ini jauh lebih ceria dan juga sudah sangat mandiri itu. Velyn banyak berkorban untuk kebahagiaan putrinya. Dan sekarang Mayra sudah kembali seperti semula . Ketika Almarhuma Mamanya mengidap penyakit yang mematikan itu.


Velyn bukan hanya menjadi istri yang baik tapi ia juga ibu sambung yang sangat perhatian dan juga mampu mengembalikan kecerian Mayra. Kasih sayang Velyn tak bisa di ragukan lagi. Ia begitu tulus menyayangi putrinya.


Hal itulah yang membuat Jery semakin hari semakin mencintai istrinya. Bukan berati kini nama Manda telah hilang di dalam hatinya. Hanya karena kehadiran Velyn yang tak kalah tulusnya dengan istri pertamanya. Tapi nama Manda sampai saat ini masih memiliki ruang tersendiri dihatinya. Dan tak akan mungkin bisa Jery hapus begitu saja.


Namun, saat ini Jery hanya ingin fokus pada istri dan juga anak anaknya. Karena walau bagaimana pun juga Manda telah tiada. Dan ia juga tak akan mungkin kembali lagi. Jery ingin menata masa depan nya kembali. Hidup bahagia dengan apa yang ada di depan matanya.


Apalagi saat ini mereka juga akan menanti kehadiran anak keduanya. Yaitu putra pertama nya dengan Velyn. Yang tinggal beberapa minggu lagi akan lahir.


"Ada apa Evi??? ". Tanya Jery setelah ia masuk kedalam mobilnya. Dan melihat asisten nya itu seperti ragu untuk mengatakan sesuatu untuknya.


" Maaf tuan. Sepertinya sepupu Nyonya akan tetap nekad untuk datang ke rumah ". Jawab Evi sedikit ragu.


" Biarkan saja dulu!!!. Dan tetap awasi gerak geriknya!!! Aku tidak ingin istriku kenapa kenapa".


Jery kembali menyenderkan kepalanya ke jok kursi mobilnya. Lalu ia mulai sedikit memejamkan matanya karena jarak perusahaan dengan sekolah Mayra sedikit lebih jauh. Yang memakan waktu lebih kurang sampai 20 menit lamanya.


"Anda sepertinya masih lelah Tuan". Evi kembali berucap sambil fokus dengan setir mobilnya. Sejak tadi Evi memang sudah memperhatikan tuan nya itu. Tapi ia juga tidak enak untuk bilang saat masih ada Mayra.


" Aku juga harus lembur dirumah Vi". Sahut Jery sekenanya. Dan berhasil membuat Evi mengulum senyumnya. Karena ia sudah tahu mengarah kemana perkataan Jery barusan. Meskipun begini Evi juga pernah menikah. Walaupun pernikahan nya tidak bertahan lama.


Dan sekarang Evi hanya ingin fokus pada putranya. Ia belum siap untuk mengenal pria kembali. Karena Evi juga termasuk tipe wanita yang sedikit sulit jatuh cinta.


"Apa kau tidak berniat untuk kembali menikah lagi??? ". Evi langsung melirik Jery dari kaca spion depan. Dan ternyata yang bertanya malah masih tetap memejamkan matanya.


Evi belum menjawab ia hanya menghela nafasnya saja. Karena sudah sangat sering Jery memberinya pertanyaan seperti itu. Tapi, Evi selalu menjawab dengan gelengan kepalanya saja.


"Kau masih bisa cari pria yang jauh lebih baik Evi!!!. Usia mu juga masih cukup pantas untuk mendapatkan pendamping hidup". Ucap Jery lagi yang kini sudah membenarkan posisi duduknya.


"Akan saya pikirkan lagi nanti tuan. Dan untuk saat ini hanya Rendra yang ingin saya fokuskan". Jawab Evi jujur. Meskipun suatu saat nanti ia kembali dipertemukan dengan seorang laki laki yang akan serius dengannya. Dan mengajaknya menikah. Maka, Evi juga akan meminta persetujuan dari putranya.


Karena bagi Evi suaminya kelak juga harus bisa menerima sang putra. Tidak hanya sekedar mencintainya saja. Evi akan banyak belajar dari pengalaman hidup tuannya. Dan bisa menemukan sosok istri yang benar benar tulus seperti Velyn. Meskipun sebagai istri pengganti Velyn tidak pernah mengeluh sedikitpun saat dirinya belum bisa menembus hati suaminya.


Bahkan dulu Evi yang lebih tahu bagaimana menderitanya dan juga sakitnya perasaan Velyn saat ia diperlakukan seperti orang lain dirumah suaminya sendiri. Bahkan sedikitpun Jery tudak pernah menolehnya.


Namun, sekarang keadaan sudah berbanding terbalik. Jery yang sekarang bukan hanya kecanduan akan tubuh istrinya. Tapi, ia juga sudah bucin dengan Velyn. Karena sekarang Jery sudah tidak tahan jika berjauhan dengan sang istri. Dan selalu gelisah ingin cepat cepat pulang ke rumah jika istrinya telat sedikitpun membalas pesan ataupun tidak mengangkat telponnya.