Married Accident

Married Accident
Memabukkan



Selesai makan malam di restoran seafood. Barra pun langsung mengajak istri dan putrinya pulang. Karena jam pun sudah menunjukkan pukul 10 malam. Celine pun sudah tertidur pulas di kursi penumpang. Mungkin karena jarak mension dengan restoran lumayan jauh. Memakan waktu hingga 30 menit. Membuat gadis kecil itu mengantuk.


"Aku tunggu di kamar pi!!! ". Ucap Calista sambil menatap dengan tatapan menggoda kearah suaminya. Saat Barra akan masuk kedalam kamar sang putri.


Calista seolah tahu apa yang sedang ada dalam otak suaminya itu. Dan tanpa menunggu jawaban dari Barra. Calista langsung nyelonong pergi dari hadapan suaminya.


Barra menidurkan putrinya dengan sangat hati hati. Lalu mengecup kecing Celine. Dulu hanya Celine lah yang menjadi penyemangatnya. Bahkan ia yang terpuruk saat di tinggal dan dkhiati oleh istrinya sendiri. Barra terus berusaha bangkit dan memulai bisnisnya kembali. Hanya untuk sang buah hati.


" Tetaplah bersama Papi sayang apapun yang terjadi nanti!!. Papi tidak ingin kau pergi. Apalagi harus dibawa oleh wanita gila itu". Lirih Barra menahan amarahnya saat ia kembali mengingat pengkhianatan wanita yang sangat ia cintai.


Barra di tinggal dan di campakkan bagai orang yang tak berguna. Bahkan Barra tidak menyangka jika dana perusahaan telah di alihkan ke rekening pribadi mantan istrinya. Saking percaya nya Barra dengan wanita itu. Bahkan kebucinan Barra ternyata hanya di manfaat kan semata.


Padahal Barra begitu mencintai Wanita yang telah melahirkan seorang putri cantik nya itu. Meskipun Barra tahu mamanya Celine bukan seorang perawan lagi. Barra lah yang mengangkat derajat wanita itu. Dan Barra juga yang menebus nya dari tempat maksiat itu. Menjadikan nya ratu di rumahnya.


Tapi, balasan wanita itu sangatlah kejam. Bahkan semua pengorbanan Barra tak bernilai dimatanya. Ia menipu Barra dan mengambil serta mengeruk habis harta Barra. Lalu pergi bersama pria lain yang sama banjingan dengan dirinya.


Setelah puas menatap wajah cantik putrinya yang sedang tidur dengan damai nya. Barra pun kembali beranjak pergi. Meninggal kan kamar Celine. Bahkan Barra sempat menitipkan Celine pada babysitter nya. Yang memang selalu tidur dikamar Celine setiap malamnya.


Namun, kedua babysitter itu akan masuk kedalam kamar Celine. Setelah Barra ataupun Calista keluar dari kamar Celine.


🌿🌿🌿🌿🌿


Barra terkejut saat masuk kedalam kamar. Lampu dikamar itu sudah dipadamkan. Bahkan lampu tidur pun tidak menyala.


Greppp...


Sebuah tangan langsung melingkar erat tepat di pinggang Barra. Saat pria itu sudah berbalik badan ingin melangkah mendekati ranjang.


" Bukankah sejak di restoran tadi kau ingin makan dada?. Hm? ". Rupanya Calista hanya pura pura bodoh saja tadi.


Barra menarik sudut bibirnya. Istrinya itu tidak bisa di remehkan sama sekali. Otaknya langsung nyambung dan conek kalau bicara masalah kenikmatan.


" Kau akan menyesalinya nanti. Kalau kau terus menggodaku seperti ini". Ucap Barra dingin.


"Aku tidak akan pernah merasa menyesal. Karena sentuhanmu itu membuatku gila". Bisik Calista dengan suara manjah nan mendayu dayu tepat di telinga Barra.


Barra melonggarkan pelukan tangan Calista di pinggangnya. Lalu pria itu berbalik badan. Meskipun tanpa sinar lampu sedikit pun. Barra masih tetap bisa melihat wajah cantik istri nya yang saat ini telah memakai lingeri tipis bewarna merah. Yang melekat indah dan sempurna di tubuh seksinya.


Cahaya dari lampu di luar sana. Membuat suasana kamar semakin mendukung untuk Bernuansa romantis. Barra pun langsung menyambar bibir Calista dengan pagutan menuntut dan sangat dalam.


Membuat Calista ikut membalas dengan liarnya. Dan setelah itu sudah bisa dipastikan keduanya kembali hanyut dalam senam panas luar dan dalam. Kebiasan rutin Barra sejak ia mendapatkan daun muda yang lebih menggoda. Bahkan sejak menikah ia sekarang tidak pernah lagi keluar masuk club. Atau hanya sekedar untuk minum saja. Barra benar benar telah meninggal kan kebiasaan buruknya. Karena menurut Barra yang dirumah jauh lebih memabukkan.


TBC