
Kediaman Jery...
Celine sedang asyik bermain bersama Mayra di dalam ruangan keluarga. Disana juga ada baby Marchel yang sedang tertidur di dalam stroller nya. Dengan di temani sang babysitter. Sedangkan Velyn saat ini masih berkutat di dapur. Menyiapkan makan siang untuk mereka.
Tak berselang lama Velyn masuk kedalam ruangan keluarga. Memanggil Mayra dan juga Celine untuk makan bersama. " Sayang makan dulu!!!. Nanti di lanjutin lagi main nya!. Udah siang nih". Ucap Velyn tersenyum pada gadis kecil yang sama sama cantik itu.
" Oke bunda". Sahut keduanya dan langsung beranjak dari atas karpet bulu.
" Suster kalau mau makan biar sini Marchel sama saya". Velyn ingin menghampiri babysitter nya.
" Nanti aja Nyonya, saya bisa nyusul kok. Tuan muda juga masih tidur pules ".
" Yaudah, saya duluan ya Sus".
" Silahkan Nyonya ".
Velyn pun langsung beranjak pergi. Menyusul Mayra dan Celine yang sudah berada di ruang makan. " Sayang kalian udah cuci tangan belum??? ".
" Sudah bunda".
Velyn pun mulai mengambil kan makanan untuk Mayra dan juga Celine secara bergantian. Bahkan saking seringnya Celine berkunjung ke rumah nya. Velyn sampai hafal makanan kesukaan Celine. Dan apa yang tidak disukai gadis kecil itu.
"Em.. masakan bunda juga enak". Puji Celine jujur. Bahkan ia makan dengan sangat lahab.
" Pasti masakan mami jauh lebih enak bukan dari masakan Bunda". Ucap Velyn menggoda Celine. Membuat gadis kecil itu pun menganggukkan kepalanya.
" Mami kan seorang chef. Jadi, wajar kalau masakan Mami enak. Dan mami bisa masak apapun Bunda. Tapi, masakan Bunda juga gak kalah enaknya dengan masakan Mami".
" Mami suka bikin makanan yang tidak tega untuk Celine makan". Sambung Celine lagi sambil menyuapkan brokoli kedalam mulutnya.
" Loh kenapa??? ".
Velyn dan Mayra pun langsung tertawa akan cerita Celine. Ternyata Celine bukan sosok anak yang pendiam. Buktinya sekarang ia jauh lebih cerewet daripada Mayra. Dulu saat pertama kalinya ia dibawa oleh Calista kerumah mereka. Velyn pikir Celine anak yang susah berbaur karena ia hanya diam dan enggan menyapa.
Rupanya Celine hanya butuh perhatian lebih dari orang tuanya. Bahkan ia cuma kekurangan kasih sayang saja. Hal itulah yang memicu dirinya tidak bisa akrab dengan siapapun. Termasuk babysitter dulu.
Namun, saat ini Celine jauh terlihat ceria. Bahkan ia sudah banyak senyum dari biasanya. Velyn juga senang jika Celine sering sering main ke rumah nya. Mayra jadi ada teman bermain. Dan membuat suasana rumahnya semakin ramai karena banyak anak kecil.
" Bunda kata Papi, Celine akan punya adik bayi juga loh". Ucap Celine mulai membawa kabar bahagia.
" Benarkah??? ". Velyn ikut senang karena Celine langsung mengangguk kan kepalanya.
" Iya kata Papi Celine jangan terlalu sering buat Mami capek. Dan Celine juga harus mandiri mulai dari sekarang. Karena kalau Mami capek kasian adik bayinya". Celine berkata dengan jujur membuat Velyn tersentuh hatinya.
Bukan hanya Celine tapi dulu Mayra juga begitu padanya. Bahkan Mayra dulu jauh lebih mandiri di banding Celine. Dan sampai sekarang Mayra selalu melakukan apapun sendiri. Meskipun Velyn tetap ikut andil dalam menyiapkan kebutuhan putri sambung nya itu.
" Wah, selamat ya Celine. Semoga dedek bayinya selalu sehat!!! ".
" Aamiin ". Velyn dan Celine ikut mengaminkan doa Mayra.
" Celine mau adik cowok apa cewek??? ". Tanya Velyn .
" Celine maunya adik cewek Bunda biar Celine ada teman main dirumah. Tapi Daddy bilang mau adik cowok ". Lagi lagi Celine sangat jujur. Membuat Velyn terkekeh.
" Sayang, apapun jenis kelamin nya nanti. Yang penting Celine tetap sayang sama adik bayi dan Mami ya. Mau cewek ataupun cowok itu sama saja sayang. Kalau cowok kan nanti kalau gede bisa melindungi dan ngejaga Celine ".
" Iya Bunda".
" Yaudah, ayo lanjut lagi makannya!!! ". kedua gadis kecil itu langsung mengangguk kan kepalanya dan kembali fokus pada makanan nya masing masing.