Married Accident

Married Accident
Tak Menyangka



Calista langsung kalab saat ia malah di ajak suaminya ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Yang tadinya ia berontak dan terus memaki maki suaminya. Sekarang begitu tiba di Mall. Wajahnya bahkan 180 derajat berubah drastis.


Bahkan ia selalu menempel di lengan kekar Barra. Membuat Barra mengangkat kedua alisnya bingung sendiri. Sepertinya ia telah salah memilih seorang wanita yang telah menyandang status sebagai istrinya itu.


Sedangkan asisten joe lebih memilih pergi. Daripada harus mengikuti istri atasannya itu. Joe membuat alasan agar ia bisa kabur dari sana. Dan memilih makan siang seorang diri saja di tempat lain. Sebab, Joe sudah paham apa yang akan terjadi jika dirinya memaksakan untuk selalu ada di samping Barra dan juga Calista.


Bahkan empat orang bodyguard yang selalu menjaga istrinya dari jauh itu. Saat ini sudah membawa beberapa paper bag di setiap tangan kanan dan kirinya. Dan semua itu adalah hasil dari belanjaan Calista. Entah apa yang di beli oleh wanita itu. Barra hanya bertugas membayarnya saja. Tanpa ingin ikut melihat isi semua belanjaan nya.


" Pi, dedek bayi sepertinya lapar". Ucap Calista menyindir suaminya.


" Hem".


Calista membelo saat mendengar jawaban singkat dari suaminya. Yaitu hanya sebuah deheman saja. Sampai sampai Calista menepuk jidadnya sendiri. Sungguh suami yang sangat kaku.


Tapi, Barra saat ini justru melangkahkan kakinya sembari terus menggandeng tangan Calista. Menuju salah satu sebuah restoran yang ada di Mall tersebut. Barra lebih suka bertindak daripada harus banyak kata.


" Wah, sepertinya anak dan papinya sangat kompak sekali ". Seru Calista saat Barra mengajak nya masuk di sebuah restoran khas Korea. Karena Calista tiba tiba saja menginginkan makanan yang pedas pedas.


Dan kebetulan sekali Barra juga sedang menginginkan makanan dengan rasa yang begitu nampol pedasnya. Entah, itu adalah ke kompakkan atau hanya sebuah hukuman untuk Barra. Karena pria sebenarnya tidak tahan pedas sama sekali. Dan Calista pun sudah tahu akan hal itu.


Barra memilih meja yang ada di pojokan. Karena ia kurang menyukai keramaian. Dan suasana padat seperti ini. Bahkan Barra sudah memberi kode pada anak buahnya. Hingga beberapa detik kemudian. Semua pengunjung keluar satu persatu. Calista menatap bingung karena sekarang keadaan restoran itu terlihat sangat sepi. Hanya ada dia , Barra dan juga keempat bodyguard nya .


" Loh kenapa mendadak sepi begini??? . Pada kemana manusia tadi? ". Calista kebingungan sendiri.


" Dasar suami menyebalkan". Kesal Calista. " Hei, kau mau kemana? ". Tanya Calista saat melihat Barra mulai beranjak dari kursi nya.


Barra hanya diam tanpa menjawab. Tapi pria itu malah masuk kedalam dapur restoran tersebut. Dan disana ternyata ada beberapa chef dan juga manejer restoran itu juga. Bahkan mereka tampak membungkuk hormat saat melihat Barra masuk.


" Silahkan tuan, semua bahan bahan sudah siap". Ucap sang manajer sambil tersenyum.


Barra hanya menganggukkan kepalanya. Dan ia mulai melepaskan jas nya dan memberikan nya pada Calista. Membuat wanita itu mencebikkan bibirnya kesal. Namun, Sesaat kemudian Calista malah tersenyum ketika melihat Barra mulai memakai apron nya.


Kemeja putihnya yang ia gunung sebatas sikunya. Lalu dengan lincahnya ia mulai memotong sayuran, serta bahan bahan lainnya. Bahkan Calista tak menyangka Barra yang datar dan dingin seperti gunung es bisa mahir menggunakan pisau dapur seperti itu.


" Silahkan duduk Nyonya!!! ". Salah satu bodyguard nya menarik salah satu kursi untuk duduk Calista. Tapi Calista menolak ia ingin melihat suami gunung esnya memasak makanan khas Korea dengan tangannya sendiri.


Tak ingin menyia nyiakan kesempatan. Serta membiarkan moment langkah ini lewat begitu saja. Calista mulai mengambil ponselnya. Dan merekam semua yang di lakukan oleh Barra di dapur restoran itu. Bahkan, Calista yang memang seorang chef tampak terkagum kagum akan suaminya itu. Calista sampai terbengong bengong melihat Barra yang malah jauh lebih keren saat sedang menggunakan alat alat dapur.


Happpp...


Calista langsung menutup mulutnya yang sudah Barra sumpal dengan potongan buah naga segar. Karena Calista sejak tadi hanya melongo dengan mulut yang terbuka lebar. Sampai sampai ia tidak sadar jika suaminya sudah selesai mengupas dan memotong buah . Yang ternyata untuk dirinya.


" Lebih baik kau habiskan buah itu!!!. Daripada mulut mu kemasukan lalat". Ucap Barra tetap saja datar. Dengan senyum di bibirnya karena mulutnya penuh dengan buah. Calista hanya menganggukkan kepalanya saja. Membuat sudut bibir Barra terangkat namun tidak di lihat oleh Calista.