Married Accident

Married Accident
Mulai Berubah



Flasback On...


Hari ini adalah hari weekend, Jery dan Manda sudah memutuskan untuk memgosongkan jadwal mereka. Demi menemani sang putri tercintanya yang ingin pergi berlibur ke puncak.


Dan di sini lah sekarang Jery dan Manda berada. Di sebuah Villa keluarga yang memang selalu siap kapan pun. Jika keluarga Bagaskara ingin liburan ke Puncak.


Hari memang sudah nampak gelap ketika mereka sampai di villa. Karena berhubung besok adalah hari minggu. Jadi, tadi setelah Manda lepas dinas dari rumah sakit. Mereka memutuskan untuk langsung pergi ke puncak.


Jadi, mereka ingin menginap satu hari disana. Mayra nampak begitu antusias begitu sampai di villa. Sepertinya ia begitu menikmati liburannya kali ini.


"Mayra sayang, pelan pelan nanti jatuh!!! ".Jery terlihat khawatir saat melihat Mayra lari lari mengejar kelinci di halaman depan villa.


Manda hanya mengukir senyum tipisnya saja melihat suami dan juga putrinya. Rasa bahagia yang selalu menyelimuti rumah tangganya.


" Sayang, kenapa masih berdiri disini?. Ayo masuk!!!. ".Ucap Jery yang kini sudah menghampiri sang istri. Yang sejak tadi masih berdiri di samping mobil, menatap ke depan dengan pikiran yang hanya dia saja yang tahu.


" Mayra sayang, Ayo masuk nak!!!. Di luar sudah mulai gelap! ".Manda pun ikut mengajak sang putri untuk masuk kedalam villa.


Di depan teras seorang wanita paruh baya sejak tadi sudah berdiri. Menyambut kedatangan majikan nya. Dengan senyum lebarnya. Mayra pun mulai berlari kearah kedua orang tuanya.Sembari menggendong anak kelinci yang putih bersih dengan bulu tebalnya.


"Mama, Mayra boleh kan bawa kelinci nya masuk kedalam??? ".Tanya Mayra dengan memasang wajah imutnya.


" Ini udah mau malam sayang. Mayra kan mau mandi dan bersih bersih dulu. Besok lagi ya main sama kelincinya!! ".Bujuk Manda pada putrinya.


" Katanya nanti malam mau cari jagung bakar?? ".Seru Jery mengingatkan putrinya. Karena saat ini wajah putrinya terlihat sedikit sendu. Dilarang Mama nya untuk membawa kelinci masuk kedalam vila.


" Papa... "Mayra pun langsung berhambur ke Papa nya sambil masih menggedong kelinci yang tadi dengan sangat susah ia dapatkan.


" Mayra sayang kan dengan Mama?? ".Tanya Jery membuat Mayra menganggukkan kepalanya. " Kalau begitu Mayra harus nurut sama mama!!!. Karena apa yang dikatakan Mama itu yang terbaik untuk Mayra sayang!!! ".Sambung Jery dengan suara lembutnya.


Mayra pun langsung menurut. Ia memang lebih dekat dengan Papa nya. Dibandingkan dengan Mamanya. Karena Manda memang sedikit tegas pada putrinya. Sedangkan Jery lebih lembut dan selalu menuruti apapun keinginan putrinya.


" Aku masuk duluan Mas".Pamit Manda berlalu begitu saja. Meninggalkan suami dan putrinya.


Jery pun hanya melirik ketika istrinya masuk kedalam villa. Tanpa berusaha membujuk sang putri lagi.


Jery pun tersenyum sambil mengusap pelan pucuk kepala Mayra pelan. " Mama tidak mudah marah sayang. Mungkin Mama hanya kecapean saja. Makanya Mayra harus jadi anak yang nurut ya!!! ".Ucap Jery sambil tersenyum.


" Ya Papa".Mayra pun ikut tersenyum sambil merangkul tangan papanya.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Ada apa ?. Hm? ".Jery mendekap tubuh ramping istrinya dari arah belakang. Karena saat ini Manda tengah berdiri menatap langit yang mulai gelap dari arah balkon kamarnya.


" Tidak ada apa apa mas, Aku hanya lelah saja".Jawab Manda sambil tersenyum tipis.


"Oh ya mas, minggu depan aku harus ke Singapura jadi kemungkinan aku tidak bisa ikut menghadiri acara di sekolah nya Mayra".Ucap Manda memberi tahu suaminya.


" Apa itu sangat penting sayang???" Tanya Jery pelan. Karena putrinya sendiri sangat ingin di hadiri oleh Mamanya Sebab, selama beberapa bulan ini Manda sama sekali belum pernah datang ke sekolah nya Mayra.


Hanya Jery yang selalu berusaha menyempatkan diri untuk melihat sang buah hati ikut lomba. Dan memberi dukungan penuh pada sang putri.


"Ini pelatihan khusu mas, aku tidak bisa untuk tidak ikut. Lagian bukankah sebelum nya kita sudah bicarakan masalah ini? ".Jawab Manda mulai dengan nada tingginya karena ia seperti nya tidak suka untuk di larang.


" Yasudah, jika itu memang tidak bisa ditunda lagi. Biar Mas saja yang bujuk Mayra".Jery selalu bersikap lembut pada istrinya Meskipun ia tahu jika Manda memang mulai berubah akhir akhir ini.


Tapi sejauh ini Jery tidak menemukan kejanggalan apapun pada Manda. Seperti yang orang orang katakan di luaran sana. Yang mengatakan jika Manda sering terlihat jalan dengan seorang pria. Dan itu bukan hanya satu kali tapi beberapa bulan terkahir ini.


"Sayang... Apa tidak sebaiknya kita tambah anak lagi?. Supaya dirumah makin tambah rame. Mayra juga sudah besar. Sudah sewajarnya untuk punya adik. Kau lihat sayang Naures dan Yuni saja sudah tambah lagi masa kita...


" Mas, tolong bahas masalah anak lagi!!. Sekarang ini aku masih sibuk dengan pekerjaan ku!. Aku tidak ingin karir ku hancur hanya karena aku hamil lagi".Potong Manda dengan nada sedikit membentak.


"Aku ingin mandi. Sebaiknya mas masuk ini sudah mau maghrib? ".Sambung Manda sebelum ia beranjak pergi.


Membuat Jery langsung terkejut. Dan hanya bisa menghela nafasnya kasar. Menatap Manda yang sudah berjalan masuk kedalam kamar. Meninggalkan nya sendirian di balkon.


Flasback Off...


TBC