
Suasana di dalam Ballroom hotel sangat mewah dengan riasan suasana kerlap kerlip lampu pesta. Febby dapat melihat jika semua mata kini juga tertuju padanya. Jujur Febby sangat nerves berada kembali pada lingkungan sekolahnya yang dulu. Dimana ia selalu di kucil kan dan juga sulit mendapatkan teman.
Karena di sekolah ia termasuk golongan bawah. Semua murid di sekolah nya rata rata adalah anak pengusaha dan juga orang orang terpandang. Sedangkan dirinya hanyalah anak seorang sopir taksi yang kebetulan memiliki nasib baik untuk bisa masuk ke sekolah elit gratis karena bermodalkan beasiswa. Hingga kuliah pun Febby kembali mengandalkan beasiswa.
"Waw... Lihat siapa yang datang!!! ".Seorang pria berucap dengan lantangnya membuat semua tamu yang hadir kini langsung menatap ke arah Febby yang baru saja ikut masuk bersama dengan sorang gadis. Sedangkan beberapa gadis yang lainnya sudah bergabung dengan semua tamu.
" Udah santai aja feb!!!. Anggap saja mereka gak ada!! ".Gadis itu menyemangati Febby bahkan ia selalu tersenyum ramah dan tulus pada Febby.
Febby pun menarik nafasnya pelan lalu menghembuskan nya perlahan. Kemudian ia pun tersenyum pada gadis itu. Dan melangkahkan kakinya dengan langkah santainya.
" Febby... Uh, akhirnya loe datang juga. Kirain gak datang deh".Seru Tara dengan senyum yang sulit di artikan.
"Selamat ulang tahun Tara".Ucap Febby tulus sambil tersenyum, bahkan Febby mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Tara. Tapi Tara hanya menempelkan tangannya sedikit saja pada Febby.
" Oh ya ini kado untuk Loe Tara. Semoga suka ya!!! ".Febby kembali menyodorkan kotak berukuran sedang pada Tara membuat gadis itu menakutkan keningnya.
" Tara... "Gadis yang tadi membawa Febby masuk bersamanya. Menegur Tara yang hanya diam tak menerima bingkisan kecil dari Febby.
Yang Febby saja tidak tahu apa isi kotak kado itu. Karena yang menyiapkan semuanya adalah Naufal yang dibantu oleh jeny,Jadi Febby mana tahu apa isinya.
"Oh iya... Terimakasih Febby, gak usah repot repot lah kasih kado segala".Tutur Tara dengan senyum sedikit mengejek. Febby hanya membalasnya dengan senyum santai. Meskipun ia sangat tahu jika Tara juga tidak sudi menerima kado darinya.
" Febby... Loe beli gaun dimana???. Kok kayak mirip desain nya JRB ya. Atau jangan jangan loe beli yang kw ya??? ".Ledek salah satu gadis sambil mengelilingi tubuh Febby.
" Oh ini gaun me...
"Iya mana mungkin loe mampu beli gaun hasil rancangan JRB. Pasti loe beli KW kan di pasar loak".Potong salah satu gadis lagi membuat yang lainnya ikut terkekeh. Menertawakan Febby dengan merendahkan.
"Stop... Kalian ini kenapa sih?, selalu saja menyudutkan Febby?. Apa kalian tidak sadar jika ucapan kalian itu menyakiti orang lain?.Kita ini sudah jadi Mahasiswa loh, artinya kita bukan anak ABG lagi. Jadi berhenti bersikap seperti anak anak sekolah!!! ".Sentak gadis cantik yang sejak tadi selalu membela Febby.
" Aduh, Niken, yang di bilang anak anak itu bener kali. Coba aja Loe lihat sendiri!!. Febby mana mampu beli gaun mewah milik desainer terkenal itu. Kalau bukan KW apa dong namanya?? . Lagian kita kita aja harus rekap dulu dari awal kalo mau beli rancangannya. Apalagi si Febby, ya kali bisa dapat gitu aja. Secara kan dia...
"Stop... Kita jangan asal main tuduh aja!. Mana tahu selama ini kehidupan Febby jauh lebih baik begitu pun dengan rezekinya. Semua itu rahasia Allah,Jadi tolong jangan souzond gitu lah sama orang!!! ".Niken kembali membela Febby. Sedangkan Febby hanya bisa menggelengkan kepalanya saja tanpa berniat menimpali.
Salah satu pria maju dan tiba tiba langsung menarik gaun Febby.
Bretttt...
" Aww... "
Febby terkejut saat gaunnya di tarik paksa hingga robek pada bagian sampingnya. Sedangkan resleting gaun Febby turun membuat tapi beruntung gaun itu menggunakan lengan sebatas bahu. Jadi masih aman walaupun sedikit robek.
"Sam, loe apa apaan sih??? ".Sentak Niken sambil melotot tajam kearah teman lelakinya itu.
Tapi pria itu malah terkekeh bukannya takut akan tatapan tajam Niken yang menurut nya sudah sangat keterlaluan. Membuat Febby geram dan langsung.
Plakk...
Satu tamparan mendarat di pipi Pria itu membuat semua orang langsung terkejut akan aksi Febby.
"Gue bukan Febby yang dulu lagi. Gue selama ini diam bukan karena gue takut sama kalian semua.Gue hanya tidak ingin ribut dan membuat masalah sama kalian. Tapi kali ini kalian udah sangat keterlaluan, terutama loe Sam".Febby menunjuk kearah Pria yang tadi merobek gaun mahalnya. Bahkan Febby kini menatap pria itu dengan tatapan penuh amarah.