Married Accident

Married Accident
Es Cream



Velyn dan Mayra nampak tertawa sambil bercanda sembari bermain playground di Mall mewah di kawasan ibu kota. Lebih tepatnya itu adalah Mall milik Jery sendiri. Dimana tadi sebenarnya ia ingin membawa istri dan putrinya ke pantai untuk menikmati senja di sore hari dimana matahari mulai menampilkan keindahan nya saat akan tenggelam.


Tapi rencananya malah gagal. Karena tiba tiba di telpon oleh Evi. Dimana sang klien memajukan jadwal meeting nya. Karena ia akan menemani istrinya melahirkan di Singapura. Jadi, Mau tidak mau Jery membatalkan rencana nya itu. Karena tidak ingin menyulitkan klien nya juga.


Dimana sebagai seorang Ayah, Jery juga pernah berada di posisi seperti itu. Dan perjuangan seorang ibu yang melahirkan anak anaknya. Bukanlah hal yang mudah. Dari sana Jery bisa berbesar hati untuk memberi kebijaksanaan nya.


Akhirnya disinilah saat ini mereka berada. Di sebuah Mall terbesar yang sangat kompleks. Mayra dan Velyn juga tidak keberatan meskipun hanya di ajak jalan ke Mall. Bagi Velyn begini saja sudah lebih dari cukup. Karena tak setiap hari Jery punya waktu luang.


Namun, dibalik itu semua Velyn harus bisa memahami pekerjaan suaminya. Dan memberi pengertian pada Mayra juga. Oleh sebab itu, Mayra ikut paham akan pekerjaan Papanya.


Velyn memang patut di acungi jempol. Karena di usia nya masih jalan 22 tahun. Ia malah memiliki pemikiran yang dewasa. Jiwa keibuan nya tumbuh dengan sendirinya.


Mungkin karena terbiasa mandiri. Membuat Velyn tidak pernah mau merepotkan siapapun. Dan meskipun ia dari keluarga yang bisa dibilang kaya sejak lahir. Tak membuat seorang Velyn hanya bisa mengandalkan harta keluarga nya.


Ia malah memilih kerja pada orang lain. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya selama ini. Bahkan hidupnya juga cukup sederhana. Tidak terlalu berlebihan. Padahal gajinya sebagai seorang pramugari bisa dibilang lumayan. Namun, Velyn selalu bisa menempatkan uang pada kebutuhan yang benar benar primer. Untuk yang lain nya Velyn masih bisa memilah mana yang mesti di dahulukan.


"Bunda... Mayra mau es cream boleh??? ".Seru Mayra yang telah puas bermain sejak tadi. Mendekati Velyn yang juga selalu mengabadikan moment saat seperti ini bersama anak sambung nya.


" Boleh sayang, tapi jangan banyak banyak ya!!!".


"Asyikkk... " Seru Mayra yang berjingkrak senang.


"Mau rasa apa???. Biar bunda yang beliin ya". Velyn selalu saja berbicara pelan dan lembut pada Mayra dan pada siapapun. Semarah dan seemosi apapun dirinya Velyn tidak pernah mengatakan hal kasar sedikit pun.


Tutur katanya yang selalu pelan dan sopan. Membuat Jery perlahan mulai mengagumi sosok Velyn. Mungkin karena terbiasa menghadapi orang banyak saat di pesawat. Melatih diri Velyn untuk selalu menjaga sikapnya.


Mayra menganggukkan kepalanya dan malah menggandeng tangan Velyn. Membuat Velyn kembali tersenyum. "Ayo let's go!!! ".


Keduanya melangkah keluar tempat permainan. Untuk mencari kedai es cream. Tanpa sadar sejak tadi selalu ada orang yang tetap mengawasi pergerakan Velyn dan juga Mayra.


🌿🌿🌿🌿🌿


Jery yang baru saja menyelesaikan meetingnya dengan klien nya secara dadakan. Kini mencari keberadaan istri dan putrinya. Di tempat permainan yang tadi sempat di kunjungi oleh Mayra dan Velyn. Tapi tak kunjung menemukan keduanya.


Hingga dering ponselnya membuat Jery langsung mengangkatnya dengan cepat. "Hallo, dimana kalian???. Kenapa pergi tidak bilang bilang???. Kalau ada apa apa dengan kamu dan Mayra bagaimana??? ".Jery langsung melayangkan banyak pertanyaan untuk istrinya.


" Papa... ".


" Mayra... Bunda mana sayang?? ".Jery langsung memelankan suaranya ketika mendengar suara putrinya dari seberang telpon.


" Bunda lagi ngantri beli es cream buat Mayra".Sahut Mayra jujur sambil tersenyum kearah Velyn yang juga sedang menatap kearahnya.


Karena Mayra saat ini sedang duduk di dekat kedai es cream . Dengan Velyn yang masih ngantri. Velyn memang sengaja meminjamkan ponselnya pada Mayra agar gadis kecil itu tidak bosan.


"Jangan kemana mana sayang!!. Papa kesana sekarang".


" Iya pa".


Jery pun langsung melangkah dengan lebar menuju ke kedai es cream favorit Mayra. Yang dulu juga sering mereka kunjungi bersama Manda.


Senyum Jery terbit ketika ia sampai langsung melihat istri dan putrinya sedang memakan es cream duduk di kursi di depan kedainya.


Tanpa canggung tiba tiba Jery duduk dan ikut menjilat es cream yang di makan oleh Velyn. Membuat Velyn terkejut dibuatnya.


Jery pun tak sadar melakukan hal itu. Karena ia begitu gemas melihat Velyn yang menjilat es cream nya seperti sangat menikmati begitu dalam.


"Papa main serobot saja. Bunda kan jadi kecium sama Papa".Kekehan Mayra membuat Velyn malu. Dengan wajah yang mulai memerah. Sedangkan Jery hanya bisa tersenyum canggung saja.