
Joe pun kembali mengingat bagaimana moment pertama kalinya ia bisa dekat dengan Rinda sampai saat ini. Meskipun sampai sekarang juga Rinda masih suka memanggilnya dengan panggilan Om.
Kurangajar memang, tapi Rinda juga seperti nya lebih nyaman dengan sebutan itu. Walaupun Joe kadang suka tidak terima. Karena menurut Joe ia juga belum setua itu. Apalagi saat jalan bersama seperti tadi. Mungkin pikir orang mereka adalah om dengan keponakan. Padahal nyatanya Joe dan Rinda sudah seperti pasangan kekasih. Ya, meskipun hanya Joe yang saat ini menganggap mereka sudah menjalin hubungan special.
" Jadi begini rasanya jatuh Cinta? ". Batin Joe terkekeh. Menertawakan dirinya sendiri. ". Wajar saja Bara begitu lengket dengan istrinya". Sambung Joe lagi masih berguman sendiri.
Flashback On...
Saat hari dimana Rinda tak sengaja menabrak mobil Joe. Didepan sekolah Celine, itu adalah hari pertama Rinda mengajar disana. Ia datang sedikit terlambat di hari pertama ia kerja. Karena motornya sempat mogok. Alhasil , ketika sampai di depan gerbang. Motornya malah menyenggol mobil belakang Joe. Karena Rinda waktu itu sangat buru buru.
Dan pada siang harinya Joe malah sengaja ingin menjemput Celine pulang sekolah. Kebetulan, Bara dan Calista juga sedang sibuk bermesraan.
Joe, awalnya hanya ingin meminta pertanggungjawaban pada Rinda dan meminta gadis itu membayar uang ganti ruginya. Karena telah membuat mobilnya lecet. Tapi, bukannya menyelesaikan masalah. Joe, malah membuat masalah baru.
Rinda menangis tersedu sedu di hadapan Joe. Bahkan di tempat umum karena pada hari itu juga ia harus butuh uang. Untuk pengobatan ibunya yang tiba tiba masuk rumah sakit kembali. Dan saat itu juga Celine malah tampak kasian dan memaksa Joe untuk membantu ibu gurunya.
Karena Joe sudah terlanjur malu sebab Rinda tak berhenti henti menangis di tempat umum seperti itu. Apalagi ada Celine yang selalu merengek juga padany. Akhirnya, Joe juga ikut pergi ke rumah sakit dan membayar semua biaya pengobatan Ibunya Rinda. Bukannya bisa mendapatkan uang ganti rugi Joe malah semakin banyak saja mengeluarkan uangnya.
Dan karena kejadian itu Joe mulai kasian dan iba akan nasib Rinda. Apalagi ketika tahu semua perekonomian keluarga nya. Membuat Joe ikut berempati, Hampir setiap hari Joe mengunjungi ibunya Rinda di rumah sakit. Yang hanya di temani oleh suaminya saja. Yaitu Ayahnya Rinda, bahkan sang Ayah harus rela bolak balik kerumah sakit setelah pulang kerja.
Sejak saat itulah Joe dan Rinda sering bertemu dan bahkan Rinda malah sering curhat padanya. Sampai saat ini hubungan keduanya pun semakin dekat. Bahkan Joe sampai sampai bisa mengklaim Rinda sudah jadi miliknya.
Flashback Off...
Rinda tersenyum puas saat satu jam lebih ia berkutat di dapur Joe. Kini ia sudah menyelesaikan semua masakannya.
" Alhamdulillah, selesai juga". Seru Rinda dengan senyum dibibirnya. " Saatnya panggil tuan rumah untuk makan siang". Gumannya puas akan hasil masakannya hari ini.
Sebelum Rinda sempat memanggil Joe. Pria itu malah lebih dulu muncul tepat di hadapan Rinda. " Astaghfirullah, Om itu bisa tidak sih kalau datang jangan tiba tiba begini?. Kaget tahu". Rinda memegangi dadanya sendiri.
" Ayo makan!!. Aku sudah lapar". Ucap Joe dengan santainya melenggang menuju meja makan. Membuat Rinda melongo bingung.
" Om, aku belum sempat panggil om untuk makan siang. Kenapa Om bisa tahu aku udah masak? ". Tanya Rinda bingung.
" Bau masakan mu sampai ke ruang kerja ku. Siapa lagi yang masak di rumah ini kalau bukan kamu. Karena tukang bersih bersih di Apartemen ini datangnya selalu sore hari". Jawab Joe berbohong.
TBC