Married Accident

Married Accident
Kembali ke Almond dan Terong Panjang



Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit akhirnya Naufal dan Febby kini sudah sampai di kediaman kedua orang tua Naufal.


"Pagi den, " Sapa art yang bekerja di rumah orang tuanya. "Tuan dan Nyonya sudah menunggu di meja makan!!! ".Ucap Art itu lagi sambil tersenyum ramah dan sopan.


" Hm".Jawab Naufal singkat.


Sedangkan Febby hanya diam saja sambil ikut tersenyum ramah pada art tersebut. Febby nampak kagum dan sudah bisa menduga sebelum nya jika Naufal bukanlah dari kalangan merendah kebawah. Dan terbukti sekarang saat Febby bisa melihatnya dengan jelas keadaan rumah orang tuanya. Sangat jauh berbeda dengan keadaan tempat tinggalnya.


"Fal, gue mending cabut aja ya!!. Gue kan belum kenal sama kedua orang tua loe. Takutnya nanti gue malah ganggu kebersamaan kalian lagi".Bujuk Febby pelan. Karena jujur saat ini ia merasa minder dan bingung mesti menunjukkan sikap bagaimana di depan kedua orang tua Naufal.


Febby malah berpikiran negatif saat bertemu dengan kedua orang tua Naufal. Febby berpikir pasti kehadiran nya tidak di inginkan oleh mereka. Apalagi dari segi penampilan saja. Semua orang sudah bisa menebak jika pakaian yang dikenakan oleh Febby hanya pakaian sederhana dibawah harga lima ratus ribuan. Atau bahkan bisa dibeli dengan harga dibawah cepek doang.


Febby takut jika kedua orang tua Naufal nanti akan mengusirnya secara kasar seperti adegan sinetron di ikan terbang gitu🤪. (Jangan salah sangka Othor kagak doyan ya nonton sinetron).


"Siapa yang izinin kamu pergi?. Ayo masuk!!. Ayah dan Bunda udah nungguin tuh di dalam".Naufal berucap sambil menarik paksa tangan Febby. Hingga mau tidak mau gadis itu terpaksa ikut melangkah masuk kedalam rumah mewah itu.


Febby sampai terkagum kagum akan semua furniture yang ada di dalam rumah. Semuanya pasti harganya bukan harga yang murah.


" Pagi yah, Pagi Bun".Sapa Naufal ketika mereka sudah sampai di meja makan. Bahkan Naufal tidak melepaskan tangan pada tangan Febby.


"Pagi... Pagi sayang".Kedua orang tua Naufal pun menyambut kedatangan putranya dengan sangat ramah. Bahkan wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah pasti tidak muda lagi itu. Nampak tersenyum ramah pada mereka berdua.


" Sayang, siapa gadis cantik itu??? ".Tanya wanita itu sambil melirik kearah Febby. Sedangkan Febby hanya tersenyum kaku menanggapi nya.


Naufal ikut melirik kearah Febby dan setelah itu Naufal pun tersenyum. " Kenalin Yah, Bunda... Ini Febby temen nya Naufal!! ".Ucap Naufal memperkenalkan Febby pada kedua orang tuanya.


" Wah, Bunda jadi penasaran sistem pertemanan kalian berdua itu seperti apa???".Bunda Naufal nampak sedikit menggoda putra semata wayangnya.


Febby pun berjalan mendekati kedua orang tua Naufal dan mengalami kedua tangan Raka dan juga Kinan secara bergantian. Membuat Naufal menarik sudut bibirnya.


"Febby Om, Tante".Ucap Febby lirih dan terlihat sopan. Berbeda jauh saat ia sedang bersama dengan Naufal. Jutek dan ketus tak pernah terlihat Anggun. Hanya saat pertemuan pertama mereka saja Febby sedikit kalem.


" Febby... Nama yang bagus dan cantik seperti orangnya ".Puji Kinan Bunda Naufal.


Febby langsung bersemu merah saat di puji oleh Kinan. Membuat Naufal ingin sekali terkekeh. Tapi sebisa mungkin Naufal tahan karena tidak mau kedua orang tuanya tahu jika sekarang ia bisa tertawa lepas di hadapan seorang gadis.


Ketika Febby nampak menikmati sarapan nya di kediaman Raka dan Kinan kedua orang tua Naufal. Sedangkan di kediaman Naures saat ini Ayah dan Bunda dua anak itu. Nampak sedang bergumal dan masih saja bertempur di atas kasur.


"Akh... Yah... "


Lirih Yuni pelan saat suaminya sudah mulai menyentuh bukit sintal nan menantang miliknya. Sedangkan satu tangannya sudah ia mainkan juga dibawah sana.


Meraih kacang Almond yang sudah berkali kali basah akan ulahnya itu. Melihat raut wajah istrinya yang sudah di penuhi dengan kabut gairah. Membuat Naures pun sudah tidak sabaran untuk menerobos kan terong panjang miliknya masuk menyelinap ke area perkacangan itu.


"Akhh...Mmmp... ".


Desah Yuni tertahan ketika bibirnya di bungkam oleh ciuaman panas suaminya. Naures kembali mengunci pergerakan Yuni. Membuat Yuni hanya tinggal pasrah sambil menikmatinya saja.


Sungguh pagi yang penuh keringat bagi Yuni dan Naures. Sehingga Naures pun rela menunda meeting nya hanya demi pergelutan panas penuh hasrat itu.


Sedangkan si kembar sudah aman bersama sang pengasuhnya. Savina dan Sakeena sepertinya sangat pengertian akan kegiatan kedua orang tuanya. Sehingga mereka berdua nampak anteng dan tenang bersama sang pengasuhnya di ruang keluarga.


"Oh... Yeah... Sa... ya... ngggg".


Erangan panjang Naures menandakan puncak permainan sudah berakhir. Keduanya sama sama ngos ngosan kayak habis manjat tebing saja. Dan Naures pun kembali mengecup kening dan bibir istrinya secara bergantian.


" I love you sayang".Ucap Naures sambil menatap wajah cantik istrinya.


"Ah... Tooo... " Balas Yuni sambil memejamkan matanya lelah.


"Kemarin habis lahiran si kembar di jahit apa di rapetin sih sayang??? ".Tanya Naures sedikit menggoda istrinya.


" Kenapa??? ".Yuni terlihat bingung akan pertanyaan suaminya. Membuatnya langsung membuka matanya kembali.


" Menggigit ".Jawab Naures sambil terkekeh dan Yuni pun langsung melempar bantal guling kearah suaminya.


**TBC


Hayo yang belum kasih bunda vote...???. Ayo naikkan lagi dong 🤗🤗🤗🤗**