Married Accident

Married Accident
Bagai Karung Beras



Calista menjulurkan lidahnya kearah Melly. Membuat wanita itu semakin geram saja. Namun, ia juga tidak bisa berbuat apa apa sebab Barra selalu menatap kearahnya dengan tajam. Akhirnya Melly memilih untuk pergi dari ruangan Barra, dengan membawa kekesalan diri.


Di luar dugaannya menganggap istri Barra adalah wanita yang mudah di perdaya. Dan menurut nya adalah wanita lemah. Tapi, ternyata malah sebaliknya. Sia sia dia menyuruh orang untuk terus mengawasi kediaman Barra dari jauh. Hanya untuk memastikan istri Barra keluar tanpa pengawasan. Namun, nyatanya ketika Calista pergi hanya bersama sang sopir saja.


Melly langsung tancap gas saat orangnya mengabarkan jika Calista akan mengarah pada perusahaan Barra. Dengan segala kelicikan nya untuk membuat Barra dan Calista salah paham. Tapi, yang terjadi malah sebaliknya. Dirinya yang malah di buat malu akan ulah istri Barra.


"Sial... Awas kau. Aku akan balas semua nya". Geram Melly yang sudah akan masuk kedalam lift.


" Nyonya Melly tunggu sebentar!!! ".


Melly langsung menghentikan langkahnya saat ia mendengar suara asisten joe yang memanggilnya. Melly tersenyum. ". Ternyata kalian masih ingin aku tetap tinggal bukan? ". Guman Melly dengan menarik sudut bibirnya tersenyum senang.


Melly pura pura tidak mendengar kan Joe. Dan ia juga sengaja menekan tombol lift. Membuat Joe langsung mencegah nya. ". Nyonya tunggu!!! ".


" Katakan pada bos mu itu!!. Tidak perlu menghentikan ku dengan cara seperti ini!. Aku tidak akan kembali mengusik hidupnya dan istrinya yang menyebalkan itu". Ucap Melly dengan percaya dirinya. Membuat Asisten Joe malah mengerut kan dahinya bingung.


" Nyonya saya hanya ingin mengantarkan tas anda". Seru Joe sembari menyodorkan tas Melly yang tadi tertinggal di atas meja kerja Brian.


Deg...


Melly langsung memerah menahan malunya. Padahal ia sudah sangat percaya diri sekali jika Barra menyuruh Joe untuk mencegahnya pulang.


" Dan jika ucapan Nyonya tadi benar adanya. Maka, pasti hidup tuan Barra dan Nyonya Calista akan jauh lebih tenang". Ucap Joe sembari menahan tawanya.


Melly pun langsung beranjak dari hadapan Joe. Tanpa menoleh sedikitpun. Ia benar benar malu akan kepedean nya sendiri. Bahkan, ia mengambil tasnya hanya mengulurkan tangannya saja.


Saat pintu lift sudah tertutup kembali. Joe langsung menggeleng kan kepalanya. " Dasar ondel ondel aneh". Guman Joe yang mulai ketularan Calista.


🌿🌿🌿🌿🌿


Di dalam ruang kerja Calista langsung menatap Barra dengan tatapan intimidasi nya. Barra bahkan belum menjelaskan apapun tentang kedatangan mantan istrinya dengan Calista.


Bahkan saat ini Barra malah pura pura sibuk kembali dengan pekerjaan nya. Tentunya membuat Calista jengah sendiri. Menghadapi pria dingin dan kaku seperti Barra.


" Satu langkah saja kau keluar dari ruangan kerjaku. Maka, satu Minggu aku pastikan kau tidak bisa jalan lagi". Ancam Barra dengan tegas. Bahkan ia sama sekali tidak menatap ke arah Calista.


"Terserah, kau pikir aku bakalan takut". Jawab Calista yang masih saja tak mau kalah. Ia pun kembali melangkah membuat Barra langsung bangkit dari kursi kerjanya.


Namun, langkah Barra tertinggal jauh dari Calista. Wanita itu pun setengah berlari keluar dari ruangan kerja Barra. Hingga hampir menabrak asisten Joe.


" CALISTA ". sentak Barra yang ikut berlari mengejar istrinya.


" Hentikan lift nya!!! ".


" Baik tuan". Joe pun ikut berlari untuk menghentikan lift dimana Calista sudah masuk kedalam sana. Membuat Barra mengupat kesal.


"Weeeekkk". Calista menjulurkan lidahnya kembali mengejek Joe dan juga suaminya.


Di dalam Lift Calista terus saja menggerutu kesal. Dan terus memaki maki suaminya. " Dasar gunung es. Dia pikir aku tidak bisa bersenang-senang sendiri".


" Aku sudah datang jauh jauh. Begitu sampai ada ondel ondel. Lah setelah ondel ondel pergi dia malah kembali bekerja dan mengabaikan aku".


Calista keluar dari lift setelah ia sampai di lantai dasar. Bahkan para karyawan menatap kearahnya dengan tatapan kagum. Tak jarang para karyawan pria begitu terpesona akan kecantikan Calista. Tubuh tinggi semampai, ramping dan juga kulit yang putih mulus bak seorang model papan atas.


" Aww... ". Pekik Calista kaget saat tubuhnya tiba tiba melayang di udara. Karena Barra entah datang dari arah mana yang langsung menggendong tubuhnya tanpa permisi.


" Turunkan aku Barra berengsek!!! ". Calista terus memaki suaminya dengan sangat kesal. Bahkan Calista terus memukul mukul punggung Barra. Karena ia di gendong bak karung beras.


" Berhenti lah keras kepala!. Kau lupa jika saat ini ada anakku di dalam perutmu itu?. Hah? ".Geram Barra yang tak habis pikir akan sikap Calista.


Deg....


Calista pun langsung berhenti berontak karena ia baru sadar, Jika ia sekarang sedang hamil muda.Bahkan tadi ia membawa baby nya untuk lari lari.