
"Kamu kenapa?. Hm? ".Naufal yang sejak tadi memperhatikan wajah Febby nampak sedikit penasaran dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Febby.
Karena sejak keluar dari rumah nya tadi Febby masih memasang wajah banyak pikirannya. Dan ketika Naufal sampai dirumah Febby pun. Bu Nurma ternyata sudah pergi duluan ke Tokonya.
"Sayang....".Naufal langsung menghentikan motornya di tepi jalan. Dan menoleh kearah belakang dimana Febby masih menempel pada pundaknya. Dan juga berpegangan di pinggangnya dengan cara memeluk Naufal erat.
" Kenapa berhenti disini bang???. Kita kan belum sampe??? ".Febby ternyata sejak tadi tidak mendengar pertanyaan Naufal. Entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini. Sehingga ia menjadi tidak fokus seperti itu.
" Kamu lagi mikiran apaan sih??. Ada masalah apa??? ".Naufal langsung melontarkan pertanyaan nya kembali. Membuat Febby hanya nyengir kuda.
" Nggak ada kok bang. Nggak lagi mikirin apa apa".Bohong Febby sambil tersenyum. Ia bukan tidak mau cerita dengan Naufal tentang apa yang sedang ia pikirkan saat ini. Tapi Febby hanya tidak mau jika mereka terus terusan merepotkan Naufal dan juga keluarganya.
Bagi Febby sudah cukup bantuan yang mereka terima dari Naufal dan juga kedua orang tua Naufal. Bahkan sekarang saja mereka belum tentu bisa membalas semuanya. Keluarga Naufal juga sudah banyak mengeluarkan uang demi membantu perekonomian keluarganya.
"Yakin??? ".Selidik Naufal yang tidak percaya begitu saja. Sebab, Naufal bisa melihat dari wajah Febby jika saat ini gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu.
" Iya bang, Ayo kita jalan lagi!. Aku udah telat nih".
Febby langsung mengalihkan topik pembicaraan. Sebelum ia kembali di cecar dan di interogasi oleh kekasihnya itu yang notabene nya adalah seorang anggota polisi.
Dan Febby bisa bernafas sedikit lega ketika Naufal menurut. Kemudian langsung kembali melajukan motornya. Untuk mengantar Febby sampai ke klinik terlebih dahulu. Sebelum ia berangkat ke kantor.
Demi kekasihnya Naufal rela bolak balik. Antar jemput Febby ke tempat praktek nya. Dan balik arah lagi menuju kantor tempatnya bekerja.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Kalau udah lepas dinas, langsung kabarin aku!!!. Dan jangan pulang sendirian sebelum aku datang!!! ".Ucapan Naufal terdengar seperti sebuah perintah yang tidak ingin di remehkan.
"Denger tidak??? ".Naufal seolah kurang puas dengan jawaban yang diberikan oleh Febby. Membuat Febby menghela nafasnya. Karena hampir setiap hari mereka berdua selalu menjadi pusat perhatian pegawai klinik dan orang orang yang berobat disana.
" Iya sayang iya aku denger kok".Sahut Febby agar tidak memperpanjang masalah. Apalagi saat ini mereka kembali menjadi pusat perhatian orang orang di klinik.
"Good Girl".Naufal mengusuk rambut panjang Febby. Membuat Febby mengerucut kan bibirnya kesal. Karena tatanan rambutnya menjadi berantakan kembali gara gara Naufal.
"Udah sana buruan ke kantor!!!. Nanti telat loh".Ucap Febby mengingatkan kembali.
" Kamu ngusir aku yank??? ".Naufal langsung menatap nya dengan tatapan tajam.
" Hehee..."Febby langsung nyengir kuda karena tatapan Naufal membuatnya sedikit bergidik ngeri. Bisa bisa Naufal malah berbuat nekad jika. Apa jadinya jika ia malah di sosor di tempat umum seperti kejadian beberapa bulan yang lalu saat di depan kampusnya.
Terang saja Febby tidak mau peristiwa itu terulang kembali. Yang membuatnya sangat malu karena di sosor dadakan oleh Naufal. Belum lagi tatapan semua mahasiswa di kampusnya yang langsung tertuju pada mereka berdua.
"Bukan begitu maksdnya bang. Tapi ini kan sudah jam delapan lewat. Tadi kata abang harus apel kan??? ".Febby berusaha memberi pengertian pada es balok nya itu.
Naufal langsung melirik jam di pergelangan tangan nya. Dan benar apa kata Febby jika ia memang sudah telat beberapa menit dari jadwal apel nya. Naufal pun langsung pamit pada kekasih nya. Membuat Febby lega rasanya.
Tapi sebelum nya Febby selalu mencium punggung tangan Naufal. Layaknya pasangan pada umum nya. Pasangan suami istri yang sangat romantis dan selalu harmonis tentunya.
Kadang dengan hal sekecil itu pun. Bisa membuat pasangan merasa dihargai dan membuatnya selalu teringat pada kita. Padahal hanya perbuatan dan perlakuan yang sederhana.
Febby melambaikan tangannya ketika motor Naufal sudah menjauh dari pandangan matanya. Lalu Febby pun langsung masuk kedalam klinik. Dan seperti biasanya semua pegawai klinik selalu saja menggoda nya dan meledek nya dengan kata kata yang membuat Febby malu sendiri.
Tapi sebagai calon sekarang dokter muda. Febby sangat senang sekali bisa mendapatkan tempat praktek di klinik itu. Bukan hanya pegawai nya saja yang bikin betah. Tapi pemilik klinik itu pun sangat humble dan ramah.