
Brakkk....
Naures membuka pintu Apartemen nya dengan sangat terburu buru. Membuat Yuni langsung terkejut dan menoleh kearah pintu.
"Sayang, kamu tidak papa kan???. Dimana wanita gila itu???. Apa yang dia lakukan padamu sayang??? ".Naures langsung menyerang istrinya dengan banyak pertanyaan.
Bahkan Naures langsung mengedarkan pandang nya menelisik keseluruh ruangan. Mencari keberadaan Citra tapi tidak ia lihat disetiap sudut ruangan apartemen nya.
" Dia sudah pergi ".Ucap Yuni datar bahkan ia tidak menjawab pertanyaan Naures yang tadi sangat mengkhawatirkan nya.
Naures langsung menatap wajah istrinya. Dan Naures melihat perubahan sikap Yuni yang tak seperti biasanya.
" Sayang, Apa yang dia katakan padamu tadi??? ".Naures bertanya selembut mungkin agara Yuni tidak semakin salah paham padanya.
" Mungkin kakak lebih tahu daripada aku".Sahut Yuni dingin. Bahkan ia menjawab tanpa melihat wajah suaminya.
Naures mengepalkan kedua tangannya. Ia sangat geram dengan Citra. Bahkan Naures tidak akan memberikan toleransi lagi jika sampai rumah tangganya dengan Yuni berantakan hanya karena hasutan Citra.
Tadi Naures bergegas meninggalkan perusahaan ketika ia mendapat kan info dari orang suruhannya. Untuk tetap menjaga dan mengawasi istrinya di Apartemen. Selama ia tidak berada di dekat sang istri ataupun ia sedang bekerja.
"Sayang, aku mohon percayalah padaku!!!. Apapun yang wanita gila itu katakan semuanya tidak benar".Naures mengejar Yuni yang kini malah melangkah menuju kamarnya.
" Sudahlah kak, aku lelah, aku ingin istirahat ".Ucap Yuni datar. Dan ia pun langsung masuk ke dalam kamar. Meninggalkan Naures yang berdiri di daun pintu kamar mereka itu.
Naures mengusap wajahnya kasar. Ia yakin jika saat ini Yuni pasti sudah termakan hasutan Citra. Naures kembali melangkah ingin mendekati istrinya yang kini sudah berbaring di ranjang dengan posisi membelakangi nya.
Naures dengan pelan mengusap kepala sang istri setelah ia duduk di bibir ranjang. Samping istrinya berbaring. "Maafkan aku sayang!!!. Aku sudah menyembunyikan semuanya selama ini darimu. Tapi itu semua aku lakukan agar kamu tidak meninggalkan aku. Sungguh aku mencintaimu melebihi apapun sayang".Lirih Naures jujur.
" Aku tulus menikahimu sayang. Walaupun dulu awalnya belum ada cinta di antara kita. Tapi sekarang kau bisa lihat sendiri bagaimana hubungan kita selama ini. Aku mohon kau bisa memahami nya sayang".
Yuni hanya diam tanpa berniat menjawab ucapan suamiya. Hanya deru nafas yang terdengar dari Yuni. Membuat Naures semakin prustasi dan bingung. Padahal selama ini Yuni tidak pernah bersikap cuek dan juga dingin seperti hari ini. Tapi setelah bertemu dengan Citra tadi sikap istrinya lamgsung berubah 180 derejat. Bahkan tadi saat ia pulang Yuni pun tidak mencium punggung tangannya. Seperti yang ia lakukan setiap harinya.
"Sayang, apa sekarang kau lebih percaya orang lain dibandingkan suamimu sendiri. Hm??. Apa rasa cintamu sudah berkurang hanya karena hasutan wanita ular itu??? ".
" Bagaimana kalau Twins merindukan Ayahnya??".Sambung Naures lagi berusaha terus membujuk istrinya.
"Kak, aku mau istirahat dan tolong jangan ganggu aku dulu. Aku Lelah".Sahut Yuni datar. Bahkan ia sambil terisak. Membuat Naures tersentak.
🌿🌿🌿🌿🌿
Disaat Naures kebingungan membujuk istrinya. Dan penjelasan nya juga tidak di gubrus oleh istrinya. Sedangkan di kediaman rumah utama saat ini. Lea dan Rayen sedang duduk di ruang tamu berhadapan dengan seorang wanita yang tadi sempat di ajak paksa oleh anak buah Rayen.
Dan disinilah Citra sekarang berada. Di kediaman rumah Rayen dan Lea. Citra yang awalnya bingung dan sempat berontak. Sekarang ia menjadi sedikit lebih tenang saat melihat Foto keluarga besar yang terpampang dengan ukuran besar di dinding ruangan itu.
"Kamu tahu kenapa kamu bisa sampai dibawa kerumah saya dengan cara sedikit kasar??? ".Tanya Lea penuh ketegasan.
Sedangkan Rayen hanya duduk diam sambil mendengar kan apa yang akan dikatakan oleh istrinya itu pada wanita yang sudah berani mengganggu ketenangan rumah tangga Naures dan menantu yuni.
Citra hanya menggeleng kan kepalanya saja pura pura tidak paham. Padahal ia sudah mulai gugup dan takut akan tatapan yang tunjukkan oleh Lea. Yang bisa Citra tebak jika wanita paruh baya itu adalah Ibunya Naures. Karena Citra sudah melihat foto keluarga di hadapan nya saat ini.
"Saya peringatkan kamu, ini pertama dan terakhir kalinya. Jangan pernah usik lagi rumah tangga putraku apalagi sampai kamu berbuat nekad menghasut kembali menantuku. Jika tidak kamu akan menyesal dan menerima akibatnya".Ancam Lea tegas dan penuh penekanan.
Ucapan Lea membuat Rayen suaminya mengulum senyumnya. Ia tidak menyangka jika istrinya bisa sesangar dan segarang ini. Karena ini pertama kalinya Rayen melihat istrinya terlihat menyeramkan. Selama mereka kenal dan menikah sampai punya cucu baru hari ini ia melihat Lea begini. Sebab selama ini Lea dikenal dengan pribadi yang ramah , lemah lembut serta penyayang. Bahkan ia tidak pernah berkata kasar sedikitpun. Ataupun sampai melukai orang lain.
Lea melempar kertas cek di hadapan Citra. "Silahkan tulis berapa nominal yang kamu inginkan sekarang!!! ".Perintah Lea tegas. " Sebelum kami berubah pikiran".Sambungnya lagi datar.
Citra sebisa mungkin bersikap santai. Padahal ia sangat gugup dan ketakutan saat ini. Tapi ia masih bisa tersenyum sinis. Menyembunyikan sikap gugupnya di depan kedua orang tua Naures.
"Maaf tante, Om... Saya tidak butuh uang kalian. Yang saya lakukan hanya untuk kebaikan yuni. Dan juga kebahagiaan Naures. Karena Naures sejak dulu hanya mencintai ku seharusnya aku yang pantas jadi istri Naures bukan wanita kampung itu".Jawab Citra dengan sombongnya.
Lea hanya tersenyum sinis. Padahal ia sudah sangat emosi ketika menantunya di rendahkan begitu. "Sepertinya wanita sepertimu tidak akan sadar jika tidak disadarkan ".Sahut Lea sedikit mengejek.
" Kamu itu tidak pantas bersaing dengan yuni Citrasena. Memang nya apa yang kamu banggakan. hm??? ".Tanya Lea sambil tersenyum sinis.
" Tante aku jauh lebih berkelas daripada Yuni tan.. Om. Apa om dan tante tidak malu punya menantu gadis miskin dan kampungan begitu. Sedangkan keluarga kalian adalah keluarga terpadang dan terhormat begini".Citra baru sadar jika Rayen adalah keturunan Bagaskara group putra satu satunya pencetus perusahaan Bgs Group yang terkenal itu.
"Saya lebih malu jika wanita seperti kamu menjadi menantu saya. Wanita yang katanya berkelas tapi hasil. dari jual tubuhnya dengan lelaki hidung belang. Dan mampu hidup glamor dari uang haram".Jawab Lea kesal.
Deg....
TBC