
Ke esokan harinya Jery nampak murung. Karena ini adalah hari dimana ia akan menikahi seorang wanita yang belum ia kenal sebelum nya. Dan lebih konyolnya lagi, ia harus menikah di hadapan istri sah nya. Wanita yang selama ini sangat ia cintai.
Di dalam ruangan rawat Manda yang ada di rumah sakit. Saat ini sudah ada bapak penghulu serta tema dokter yang akan ikut menjadi saksi pernikahan Jery dengan Velyn.
"Mau kemana mas??? ".Manda langsung melayangkan pertanyaan nya ketika melihat Jery suaminya bangkit dari tempat duduknya.
" Aku akan cari udara segera sebentar sebelum akad nya di mulai ".Jawab Jery datar. Manda dapat melihat beban suaminya itu. Tapi ini adalah yang terbaik untuk keduanya dan masa depan janin yang Velyn kandung.
Mereka saat ini tinggal menunggu Velyn dan juga keluarga Velyn yang sampai saat ini belum datang. Dokter Ridwan nampak sendu, melihat keadaan sepupunya yang tetap memaksakan dirinya untuk tersenyum dan rela menyembunyikan rasa sakitnya. Karena tubuhnya sebenarnya sudah sangat rentan dan sangat sensitif jika bergerak dengan bebas.
Dokter Ridwan langsung mengambil tisu saat melihat cairan merah mulai keluar dari hidung Manda. "Manda, tolong jangan dipaksakan lagi!!! ".Lirih Dokter Ridwan membuat team medis ikut panik melihatnya. Namun, Dokter Ridwan memberi kode pada team medis untuk tetap tenang.
" Aku gak papa Wan. Jangan khawatir!!! ".Jawab Manda tersenyum. Membat dokter Ridwan hanya bisa menghela nafasnya saja berat.
Manda terus berusaha untuk tetap kuat. Sedangkan tubuh nya saat ini benar benar nyeri dan hampir seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. Belum lagi ia terus mengalami mimisan.
"Bismillahirrahmanirrahim, yaa Allah izinkan aku untuk tetap bisa melihat suamiku menikahi Velyn!!! ".Batin Manda berdoa dalam hatinya.
Tak berselang lama pintu ruangan terbuka dari luar. Dan memperlihatkan wajah cantik Velyn dengan riasan dan juga gaun yang telah di pilihkan oleh Manda. Tapi Manda nampak mengerutkan dahinya ketika ia juga melihat suaminya datang bersamaan dengan Velyn.
"Tadi kami tak sengaja bertemu di lift sayang".Ucap Jery yang tahu akan tatapan heran istrinya.
" Benar begitu Velyn??? ".Tanya Manda yang seolah tak percaya dengan kata kata suaminya.
Velyn pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Ia melirik sekilas pada Jery, dengan senyum yang menyimpan luka mendalam baginya. Tapi, demi Manda Velyn akan tetap melanjutkan pernikahan ini.
"Maaf mba, Akong tidak bisa hadir karena sedang ada perjalanan bisnis. Tapi Akong sudah setuju dengan pernikahan ini".Tutur Velyn tersenyum manis pada Manda.
" Tidak papa Velyn. Yang terpenting restu keluarga mu ada bersamamu ".
Jery langsung duduk di depan pak penghulu di susul oleh Velyn. Beruntung kemarin Velyn sudah sah menjadi mualaf dengan bantuan Asisten Evi. Datang pada ulama dalam membantunya mengucapakan dua kalimat syahadat. Dan juga beberapa tata cara sah menjadi Mualaf dalam islam.
Pak penghulu mulai berkotbah dan juga memberikan pertanyaan pada Manda. Selaku istri Sahnya. Manda pun menjawab dengan rasa tulus. Jika ia Ikhlas lahir dan batin jika suaminya menikah lagi. Bahkan Manda mengatakan jika ini bukan pernikahan sirih. Jery dan Velyn harus mendaftarkan pernikahan mereka juga agar legal secara agama dan hukum nantinya.
Namun sebelum acara proses ijab qobul dimulai Manda pun meminta syarat pada Velyn. Untuk membacakan surat Ar-Rahman . Dan tanpa di duga Velyn langsung menyanggupinya begitu saja.
Padahal awalnya tak ada kesepakatan apapun antara Manda dan Velyn. Tanpa ragu Velyn mulai mengambil nafasnya dan membacakan surat yang diminta oleh Manda. Beruntung tadi Velyn sudah ambil air wudhu sebelum ia di make up. Bahkan Velyn menolak halus saat pak penghulu menyodorkan Al-Quran padanya.
Baik Jery maupun Manda dan seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu nampak terkejut. Ketika mendengar suara merdu Velyn saat mengaji. Apalagi surat Ar-Rahman yang di lantunkan oleh Velyn. Membuat jiwa menjadi tenang dan damai. Akan suara merdu Velyn.
Bahkan Manda yang memang sudah tahfidzah pun nampak sedikit minder dengan suara Velyn. Yang sangat paham dan juga tahu Tadjwidnya. Berulang kali Manda mengucapakan kata pujian nya.
"MasyaAllah, begitu adilnya engkau yaa Robbi".Batin Manda yang tak menyangka jika Velyn sangat pandai membaca Al-Quran. Dengan sama sekali tidak melihat dan membaca suratnya langsung.
Hapalan Velyn sedikit menyentuh hati Jery. Namun, itu segera di tepisnya oleh Jery. Tapi Manda sampai menitik kan air matanya. Saking terpesona akan hapalan dan juga Tadjwidnya Velyn yang begitu sempurna.
TBC