
Wanita itu malah dengan tidak punya malunya langsung duduk di kursi yang ada di depan meja Barra. Sedangkan asisten Joe yang baru masuk kedalam ruangan langsung menghembus kan nafasnya kasar. Karena ia langkah nya telat mencegah wanita itu masuk kedalam ruangan bosnya.
Barra hanya menatap tajam pada sang asisten. Membuat Joe hanya bisa menundukkan kepalanya. Joe juga ikutan masuk kedalam ruangan itu. Melly pun mulai menatap tidak suka pada asisten Barra. Yang memang sejak dulu tidak pernah menyukai dirinya.
"Joe, sepertinya saya sedang ada urusan dengan Barra. Apa tidak sebaiknya kau keluar saja karena disini kau sedang tidak di perlukan!!! ". Ucap Melly dengan berani nya mengusir Joe.
"Nyonya sepertinya anda salah. Tugas saya disini hanya menjalan kan perintah tuan Barra saja dan bukan untuk menuruti perintah anda".
Melly langsung bungkam sembari menahan kekesalan nya. Lagi lagi Asisten Joe tidak pernah bisa bersikap baik padanya. Sekali pun dulu ia adalah istri dari atasannya itu. Sedangakan Barra hanya menarik sudut bibirnya saja. Joe memang patut di acungi jempol. Karena sedikitpun Joe tidak pernah berkhianat pada Barra. Sekalipun itu Barra hampir jatuh miskin karena wanita tidak tahu diri. Yang saat ini ada di hadapan mereka.
"Cepat katakan apa mau kamu!!!. Dan tidak usah bertele-tele lagi!! ". Barra masih saja dingin dan ketus bahkan ia tidak menatap wajah wanita itu saat ia berbicara.
" Aku hanya ingin kita kembali rujuk dan membesarkan Celine bersama sama!!!. Atau aku akan mengambil Celine dengan caraku sendiri ".
" Ck... Kau pikir kau siapa bisa memberikan aku pilihan sepertinya itu???. Coba lakukanlah apa yang ingin kau lakukan!!!. Tapi, ingat jika sampai hal itu terjadi, jangan salahkan aku jika aku bisa berbuat nekad". Barra menjawab dengan penuh penekanan. Membuat Melly meneguk salivanya sedikit susah
" Barra tidak bisakah kau tidak egois seperti ini?. Celine butuh aku sebagai ibu kandung nya. Bukan orang lain".
" Sayangnya Celine sekarang sudah tidak membutuhkan mu lagi". Lagi lagi Barra selalu bisa membuat Melly tersulut emosi. Sedangkan Joe saat ini masih ingin menjadi pendengar setia saja dulu.
Melly mulai bangkit dari kursinya. Lalu berniat menghampiri Barra. Tapi langkah nya langsung di cegah oleh Joe. " Maaf Nyonya anda tidak bisa mendekati tuan lagi".
"Kau... ". Melly semakin tidak Terima. Ia terlihat sangat di rendahkan dan sudah tak di anggap lagi oleh Barra. Padahal dulu pria itu sangat bisa ia kendalikan dan juga bisa ia tipu habis habisan. Tapi, Barra yang sekarang terlihat berbeda dari Barra yang ia kenal dulu.
Pria itu semakin dingin dan datar bahkan kejam. Melly mulai berpikir keras. Bagaimana caranya agar ia bisa mengambil perhatian Barra. Melly tersenyum licik saat ia mengingat sesuatu.
Wanita itu mulai memainkan aktingnya. Dan ia pun mulai memegangi kepalanya , Bahkan ia tampak berjalan mundur kebelakang. Barra mulai sedikit melirik kearahnya. Karena Barra masih mengingat penyakit mantan istrinya itu.
" Aww kepalaku sakit sekali. Barra tolong ambilkan obatku!!! ". Wanita itu semakin memainkan aktingnya. Saat melihat Barra bangkit dari kursi kerjanya.
Brakkk....
" Aw... ". Pekik Melly yang langsung tersungkur ke lantai bahkan kepalanya terbentur ujung meja sofa. Sedangkan Joe langsung terkekeh melihat hal itu.
" Upps.. Sorry aku tidak sengaja ". Calista yang baru tiba dan nyelonong masuk karena pintu ruangan kerja suaminya tidak di tutup. Ia malah melihat akal licik Melly.
Hingga Calista langsung menubruk tubuh Melly dan wanita itu tersungkur sedangkan dirinya sudah berada dalam pelukan suaminya.
Melly menatap tajam pada Calista, Tapi, bukan Calista namanya kalau ia takut pada orang. Terlebih itu adalah mantan istri suaminya yang menurutnya genit dan licik.
" Sayang, kenapa kau mengundang ondel ondel kemari??? ". Seru Calista dengan suara manjanya. Bahkan Calista sengaja mengusap dada bidang suaminya yang masih terbungkus rapi dengan setelan jas kerjanya.
Asisten Joe tidak bisa lagi menahan tawanya. Sungguh kelakuan istri bosnya itu sangat membuat Melly benar benar murka.
" Hei...Beraninya kau bilang aku ondel ondel?". Melly bangkit dari lantai dan menatap Calista dengan sorot mata tajamnya.
"Aku tidak bilang ondel ondel itu dirimu. Tapi, kenapa kau yang tersinggung. Merasa ya? ".
" Kau... ".
" Melly Stop!!! ". Bentak Barra yang sudah sangat muak. " Berani kau menyentuh istriku maka akan kupatahakan tanganmu itu".
Gleg....
TBC
AYO YANG BELUM MAMPIR KE BRIAN, CUSSS YA!!! MASIH BARU SOALNYA YANG MAMPIR JUGA BARU BEBERAPA DOANGπππ