
Kediaman Jery....
Velyn pagi ini terlihat sedikit sibuk karena ia baru saja mengantar Mayra dan juga Marvin ke sekolahnya. Evi dan Jery sedang ada urusan bisnis keluar kota dalam beberapa hari kedepan. Oleh, sebab itu Marvin di titipkan dirumah Jery untuk sementara waktu.
Meskipun sikap Mayra malah berubah dingin dan jutek. Saat selalu bersama Marvin. Namun, Velyn yakin jika Mayra sebenarnya hanya kesal sesaat saja. Karena Mayra bukanlah tipe pendendam. Ia adalah anak yang baik dan sangat sopan.
Marchel saat ini baru saja selesai mandi dan sudah terlihat tampan dan wangi dalam stroller nya. Babysitter Marchel juga sengaja membawa Marchel di teras depan untuk menghirup udara segar pagi hari.
" Wah, anak Bunda. Udah wangi aja nih". Velyn langsung menghampiri sang putra setelah ia memarkirkan mobilnya di garasi.
Velyn memang sengaja ingin mengantarkan Mayra dan Marvin kesekolah nya. Selain mau melihat tingkah Mayra dan Marvin ada kemajuan atau tidak. Velyn juga sudah sangat merindukan aktivitas itu. Dimana Ia selalu mengantar putri sambungnya kesekolah sampai ke depan gerbang sekolahan nya.
" Marchel udah minum susu juga ya? ". Velyn menggendong putranya sembari menciumi seluruh wajahnya. Membuat baby itu tersenyum mungkin karena geli akan aksi sang Bunda.
Semua pelayan pun betah bekerja sampai bertahun tahun di rumah Jery. Baik mendiang Manda ataupun istri Jery sekarang yaitu Velyn. Semuanya baik dan ramah, sehingga para pekerja di rumah itu tidak makan hati. Dan selalu tenang dan ikhlas untuk melakukan tugasnya masing masing.
🌿🌿🌿🌿🌿
" Marvin, bisakah kau aku duduk disini? ". Tanya seorang gadis kecil yang merupakan teman satu kelas Mayra dan Marvin.
Marvin hanya melirik lalu ia mendorong salah kursi di sebelah tempat duduknya. " Sekarang kau bisa duduk disana Gita! ". Tutur Marvin masih dengan wajah dingin dan datarnya.
Mayra mengulum senyumnya kala melihat ekspresi Gita. Teman satu kelasnya yang memang mempunyai watak dan sikap sombong dan sok. Identitas Mayra memang selalu di sembunyikan oleh Jery sang Papa. Bukan tanpa alasan Jery melakukan itu. Meskipun para guru sebagian besar tahu jika Mayra adalah putri kandungnya. Namun, dengan para teman teman sekolah ataupun wali murid Jery cenderung menutupinya.
Jery dan Manda dulu hanya ingin putrinya di kenal dengan jati dirinya sendiri. Dan dengan begitu Mayra bisa mendapatkan teman yang memang tulus bukan karena memandang status sosialnya saja.
Gita pun langsung menyingkir dari hadapan Marvin. Ia begitu kesal karena baru sekarang ia di tolak oleh teman Sekolah nya. Padahal selama ini Gita selalu di kejar kejar semua siswa dan siswi. Lantaran ia memang terkenal royal dan juga bisa dikatakan kedua orang tuanya adalah orang yang berpengaruh di sekolah itu.
" Mayra, kenapa dia sangat dingin dan kaku sih? ". Tanya Gita yang saat ini malah mendekati Mayra. Padahal selama ini Gita sangat membenci Mayra lantaran Mayra adalah murid paling di sayang oleh wali kelas mereka. Bahkan sampai kepala sekolah juga. Karena Mayra adalah murid yang berprestasi dan nilai akademiknya juga tak bisa di ragukan lagi.
" Aku tidak tahu. Kenapa kau tidak tanyakan langsung saja padanya? ". Jawab Mayra dengan santainya. Ia juga tidak paham kenapa Marvin bisa memiliki sifat menyebalkan begitu. Padahal dia adalah anak pesantren.
" Apa pulang sekolah nanti aku bisa main kerumah mu Mayra??? ". Tanya Gita lagi menawarkan dirinya. Karena ia tahu betul jika Marvin dan juga Mayra sangat dekat. Sebab, Gita selalu melihat Mayra selalu satu mobil dengan Marvin. Itulah sebabnya ia ingin mendekati Marvin dengan cara mendekati Mayra terlebih dahulu.
Dasar anak anak zaman sekarang. Masih kecil saja sudah tahu mana yang bening bening. Dan tahu bibit unggul itu seperti apa. Padahal mereka masih bau kencur dan mungkin suka yang tidak berlaskan sama sekali.
" Tidak bisa, aku harus les musik setelah pulang sekolah nanti". Jawab Mayra ketus yang sudah paham apa yang ada di dalam otak Gita.