
Jery tidak tahu apa yang terjadi pada hatinya saat ini. Ia mulai merasakan nyaman jika bersama Velyn. Masih ada juga perasaan bersalah nya yang selalu menyelimuti hati dan pikirannya.
Namun, semakin kesini, Jery juga merasakan ketulusan hati Velyn. Mungkin jika ia egois waktu itu. Ia pasti akan sangat menyesal saat ini. Karena menyia nyiakan wanita seperti Velyn. Ada begitu banyak wanita mungkin yang lebih cantik, lebih segalanya dari Velyn. Tapi, sangat jarang sekali yang memiliki hati setulus istrinya saat ini.
Setelah berpamitan pada kedua orang tuanya dan juga putri semata wayangnya. Sekarang Jery dan Velyn langsung ke Bandara. Dimana mereka akan naik pesawat umum dengan class bisnis.
Meskipun Rayen dan Lea menyarankan untuk naik jet pribadi keluarga mereka saja. Tapi, sepasang suami istri itu tetap kekeh untuk naik pesawat umum saja.
Di sana juga Evi yang selalu setia mendampingi bos nya. Sedangkan urusan perusahaan nya di Jakarta, sementara waktu Naures yang akan menghandle semua nya.
"Ada apa mas??? ".Tanya Velyn ketika suaminya mendadak menghentikan langkah nya dan menatap kearah samping. Dengan tatapan yang sulit di artikan.
Velyn mengikuti arah tatapan Jery. Begitu pun dengan Evi. " Itu kan Intan mas, Tapi sedang bersama siapa dia??? ".Velyn tidak bisa mengenali pria yang sedang bersama sahabatnya itu. Karena sang pria sedang membelakangi mereka.
" Sayang, tidak usah ditemui!!!. Pesawat kita akan segera berangkat loh".Cegah Jery ketika Velyn ingin melangkah pergi menghampiri Intan.
Velyn menatap jam tangan yang ada di pergelangan tangannya. Dan benar saja jadwal keberangkatan pesawat mereka tinggal lima menit lagi. Akhirnya Velyn mengurungkan niatnya. Lalu kembali melangkah sambil sesekali menoleh kearah Intan dan pria yang dingandeng oleh Intan sahabat nya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Jam sudah menunjukkan pukul 18.21 wib. Dimana Jery dan Velyn serta Evi baru saja tiba di Surabaya. Kota dimana awal mulai bertemunya Jery dengan Manda. Sejak pulang dari kota dengan lambang hiu dan buaya itu. Dimana ia mencari keberadaan Manda. Hari itulah Jery terkahir menginjakkan kakinya disini.
"Kenapa??. Capek?. Hm? ". Velyn hanya menggeleng kan kepalanya saja.
Sejak naik dan turun pesawat Jery bahkan tak pernah melepaskan gengaman tangannya pada Velyn.
Hal itu terang saja membuat Evi ikut mengukir senyumnya. Karena sepertinya Jery sudah mulai nyaman dan juga tanpa sadar telah memiliki perasaan pada istrinya.
"Dimana mobilnya Evi??? ".Rayen bertanya ketika mereka sudah berada di depan bandra.
" Itu tuan yang warna hitam".Tunjuk Evi pada sebuah mobil mewah yang telah Evi siapkan untuk tuan nya selama mereka berada di surabaya.
Dan tak berselang lama setelah Evi memberi kode nya. Mobil mulai mendekati mereka. Dengan sedikit mengantuk Velyn masuk ke dalam mobil bersama suaminya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di sebuah ruangan kamar yang nampak begitu berantakan. Karena sang pemilik kamar nya sendiri yang mengobrak abrik isi ruangan itu.
'Brengsek.... "Ucapnya sambil berteriak lantang. Beruntung kamarnya kedap suara Jadi tidak sampai terdengar keluar sana.
" Ternyata sebelum mati dia sudah menyiapkan semuanya. Dan wanita itu".Senyum sinis tampak terbit di dibibir wanita stres itu.
"Aku sudah banyak berkorban. Dan aku juga sudah membantu menyingkirkan istrinya yang penyakitan itu. Agar cepat mampus. Tapi, malah wanita lain yang mendapat kan posisi itu".Sinisnya geram.
Nampaknya ia tidak terima jika incaran nya lebih memilih wanita lain. Daripada dirinya yang selama ini jelas jelas selalu mengejarnya.
Wanita itu meremas sebuah foto berukuran tiga R. Dalam genggaman tangannya yang mengepal erat. Entah lah ada masalah apa saja wanita itu. Sehingga ia sepertinya tidK bisa terima kenyataan.
Karena pada dasarnya cinta itu tidak bisa di paksakan sama sekali. Mereka hadir tanpa diminta. Dan pergi tanpa bisa di cegah. Jangan mencari cinta di atas cinta jika tidak mau terbakar sendiri nantinya.
**TBC
UP SEADANYA DULU GENGS. MAAF OHOR SEDANG DI LANDA KEGALAUAN YANG NYATA ðŸ¤ðŸ¤DOAKAN SAJA TUBUH MAU BERDAMAI DENGAN PIKIRAN 🤗🤗🤗**