
Di sebuah restoran mewah tepatnya di salah satu ruangan yang telah asisten Evi siapkan sesuai dengan perintah tuannya. Saat ini Jery tengah duduk di salah satu kursi menunggu kedatangan seseorang.
Tadi setelah makan malam bersama anak dan istrinya. Jery langsung pamit dengan Velyn untuk pergi keluar sebentar. Dengan alasan ingin bertemu klien nya. Bersama dengan asisten nya Evi.
Setelah selang beberapa menit Jery duduk. Kini pintu ruangan VIP itu terbuka kembali. Dan menampakkan sosok wanita dewasa dengan pakaian yang nyaris kurang bahan. Tapi dengan senyuman percaya dirinya wanita itu masuk dan mulai duduk di salah satu kursi di hadapan Jery.
Namun, Jery hanya menatap nya dengan datar. Tanpa senyum sedikitpun. Begitu pula dengan Evi yang sejak tadi duduk di salah satu kursi di samping Jery.
"Tumben mengundangku kesini Mas. Ini pertama kalinya mas Jery mengundangku makan malam setelah mas menikah".Karin begitu senang bukan kepalang. Saat asisten Evi menyuruhnya untuk datang ke restoran ini karena Jery ingin bertemu dengannya.
Dan Karin juga mungkin berpikir jika Jery akan menerima nya kembali. Serta telah berhasil ia takhlukan kembali. Padahal apa yang akan ia terima malam ini akan sangat membuatnya tak akan bisa lagi berbuat macam macam.
Karena Jery sudah sangat habis kesabaran untuk mengontrol dirinya agar tidak emosi menghadapi wanita seperti Karin. Evi menarik sudut bibirnya sinis. Ia begitu jijik melihat Karin yang sekarang. Sangat jauh dari kata baik. Bahkan wanita itu sangat berubah dari sifatnya yang dulu.
Evi juga bersyukur ternyata dulu Karin memang sangat pandai berakting. Demi hanya ingin mengambil perhatian Jery. Ia bersikap seolah dirinya polos dan juga lugu.
Padahal aslinya ia adalah sosok anak yang suka membantah dan juga selalu bersikap kasar terhadap orang tuanya. Terutama sang ibu, hanya saja ia harus menutup mulut orang orang terdekat dengan sebuah ancaman saat dirinya di dekati oleh Jery.
"Dan malam ini juga akan jadi malam terakhir kita bertemu".Jawab Jery dengan datarnya.
Karin hanya mengerutkan keningnya. Menanggapi ucapan Jery. Tapi, sedetik kemudian ia malah menampilkan senyum terbaiknya.
" Jangan bercanda Mas!!. Aku tahu mas pasti sudah tau bagaimana sifat sebenarnya istri mas yang kedua ini. Makanya mas nyuruh aku dateng kesini dan ingin meminta pendapat aku akan bagaimana menceraikannya?? ".Karin memang wanita super Pede hingga ia lupa diri jika dirinya tidak pantas bicara seperti itu di depan suami wanita yang ia sedang bicarakan.
Jery mengepalkan kedua tangannya dibawah meja sana. Jika tidak berpikir panjang lagi dan jika Karin itu seorang pria. Mungkin saat ini sudah ia hajar habis habisan terlebih dahulu sebelum ia menyerahkan Karin ke pihak berwajib.
"Percaya diri sekali anda nona Karin".Ucap Evi pelan. Tapi masih di dengar dengan jelas oleh Jery dan juga Karin.
Karin hanya melirik malas kearah Evi. Karena ia pikir jika nanti ia sudah berhasil di nikahi oleh Jery. Itu artinya ia akan jadi nyonya di rumah itu. Bukan hanya Evi dan para art nya saja yang akan Karin lempar dan buang. Tapi Karin juga akan menjauhkan Mayra dari papa nya.
Sungguh pemikiran yang sangat picik yang telah masuk kedalam otak Karin. Hingga ia lupa diri dan lupa daratan. Menganggap semua pria itu sama saja. Seperti para gigolony selama ini.
Sungguh otak Karin memang sudah tidak waras lagi. Ia begitu menggilai seorang Jery. Dan sampai sampai ia berbuat nekad. Mempertaruhkan nyawa seseorang hanya demi sebuah ambisi gilanya tersebut.