Married Accident

Married Accident
Penilaian Hani



"Leon... Mau kemana lagi kamu???. Jangan jadi pria brengsek dan pengecut seperti itu".


Suara Reno menggelegar membuat seisi rumah langsung bungkam. Bahkan tatapan Reno saat ini sangat di penuhi oleh amarah. Kedua orang tua Lucia juga sempat terkejut. Tapi mereka hanya bisa diam tanpa ingin melerai anak dan Ayah itu. Sebab, setelah tahu jika perjodohan anaknya telah dibatalkan oleh anak anak mereka. Kedua orang tua Lucia merasa di tipu dan merasa di permanen. Mereka hanya ingin meminta penjelasan dengan Reno dan Vera serta Leon. Meskipun putrinya sendiri yang sudah bilang jika putrinya lah awal dari semua permasalahan ini terjadi.


" Ayah... Sudah jangan terus menyalahkan kak Leon!!!. Bukankah Cia udah katakan jika semua ini adalah kesalahan Cia juga ".Gadis itu benar benar membuat Hani muak.


Leon yang tadi ingin melangkah pergi meninggalkan rumah kedua orang tuanya pun kembali menoleh dan langsung menghentikan langkahnya. Tapi tangan Leon terus menggenggam erat tangan Hani.


Sedangkan Vera bundanya Leon hanya bisa diam dan menyeka air matanya. " Yah sudah!!!. Kita bicarakan masalah ini baik baik dulu!!!. Kita sebagai orang tua juga harus mendengarkan penjelasan Leon!!!".Bunda Vera berusaha membujuk dan menenangkan suaminya.


Reno pun langsung masuk kedalam rumah. Setelah ia juga menyuruh tamunya untuk ikut kembali masuk. Sedangkan Vera juga mengizinkan Leon serta Hani untuk mengikuti mereka kedalam rumah.


"Ayo sayang!!!! ".Leon memberi isyarat pada Hani. Membuat gadis itu menatap nya dengan tatapan tajam nya.Karena ia tidak menyangka Leon malah membawanya masuk kedalam masalah keluar nya. Namun, setelah itu Hani kembali memasang wajah manisnya. Ketika matanya melirik kearah Lucia yang ternyata juga masih ada disana.


Leon pun mengulum senyumnya. Ketika melihat perubahan ekspresi wajah Hani. Yang tadinya sangar dan garang, sekarang berubah seperti kucing yang sangat manis dan menurut.


"Kak, tega sekali kamu membawa wanita lain sebelum mendengar keputusan keluarga kita".Ucap Lucia dengan nada tidak sukanya. Apalagi ternyata gadis yang datang bersama Leon bisa mengalahkan penampilan nya. Membuat Lucia terlihat geram saja.


" Ck... Seharusnya kamu tidak membuat masalah lagi, sebelum aku buka semua nya di hadapan keluargaku dan keluarga mu!!!! ".Leon malah memberi peringatan pada Lucia. Lalu ia kembali melangkah sambil terus memegang tangan Hani.


Hani juga sempat melihat bagaimana Lucia berusaha menahan amarahnya. Tapi Hani sampai detik ini masih enggan untuk membuka suara. Karena di lain sisi ia masih bingung apa yang sebenarnya terjadi. Antara Leon dan juga gadis itu. Karena Leon juga belum menceritakan apapun padanya sejak tadi.


Namun sejauh yang Hani lihat jika keduanya membahas masalah perjodohan. Dan bisa Hani tebak jika Leon dan gadis itu pasti menyembunyikan sesuatu hal. Karena tadi Leon juga sempat bilang jika ia menyesal karena sudah pernah mencintai nya.


"Duduk dulu sayang!!!. " Vera mempersilahkan Leon dan juga tersenyum pada Hani untuk menyuruh mereka berdua duduk di sofa ruang tamu tersebut.


Sedangkan Reno hanya melirik sekilas saja pada putranya. Ia dibuat serba salah saat ini. Tapi sebagai seorang kepala rumah tangga, Reno juga merasa tidak enak dan juga merasa bersalah dengan pada keluarga Lucia. Sekaligus rekan bisnisnya itu.


Leon pun mengajak Hani untuk duduk lebih dulu. Semua perlakuan Leon pada Hani sejak tadi selalu di lirik oleh kedua orang tuany dan juga orang tua Cia.


Tapi Hani yang bisa merasakan hawa hawa panas di ruangan itu hanya bisa bersikap santai. Sebab, ia tahu apa yang akan ia lakukan. Hani bukanlah gadis bodoh dan mau mengalah begitu saja. Ia sangat berbeda dengan sahabat nya yuni.


Jika yuni selalu bisa memaafkan semua kesalahan orang lain. Tapi Hani pasti akan melawan dan tidak mau jika sampai harga dirinya di injak injak begitu saja. Hani memang merubah penampilan nya menjadi wanita feminim dan anggun. Tapi sifat bar bar dan gresek nya masih tetap ada di dalam dirinya.


Penampilan boleh anggun dan luwes. Tapi jiwanya masih tetap sama seperti yang dulu. Bahkan mungkin lebih gila lagi sekarang. Makanya Ketika bertemu dengan Febby, Hani langsung terlihat akur. Sebab keduanya sama sama konyol dan sedikit oneng. Membuat semua orang yang dekat dengan mereka pasti dibuat sakit perut dan kesal dan gembira akan ulah nya.


Yuni sungguh beruntung mendapatkan dua sahabat yang selalu menghibur hatinya jika sedang galau dan banyak permasalahan hidup. Tapi sayangnya yuni tidak pernah merasakan permasalahan sekalut saat kedua orang tuanya meninggal. Sejak ia menikah dengan Naures dan menjadi nyonya di hati suaminya sampai saat ini.