
Bara yang sejak tadi masih fokus pada tumpukan berkas di meja kerjanya, Membuat Calista mengulum senyumnya. Padahal Bara sesekali melirik kearahnya yang sejak tadi juga lebih memilih untuk duduk di sofa empuk di dalam ruangan tersebut. Tanpa, ingin mengganggu suaminya yang sedang fokus kerja.
Calista mengarahkan camera ponselnya untuk mencuri foto suaminya yang sangat serius itu. Dan mulai mengunggah nya ke salah satu akun media sosial nya dengan lambang pink putih keunguan. Calista juga menuliskan caption tanda hati dengan tambahan bentuk bibir.
Bumil itu terkekeh sendiri saat foto suaminya telah terunggah di akunnya. Dan ini pertama kalinya ia mempublikasikan wajah suaminya di media sosilanya. Yang telah lama tidak ia buka. Lantaran ia terlalu fokus pada kehidupan rumah tangganya dan terutama fokus pada sentuhan kenikmatan lobak suaminya.
Baru saja Calista meletakkan ponselnya di atas meja sofa. Tapi, ponselnya sudah banyak notifikasi masuk. Hingga membuat Bara terusik, langsung melirik kearah istrinya. Dimana Calista malah dengan santainya bersender pada badan sofa empuk itu. Sembari terus menatap kearah ponselnya yang berkali kali berbunyi.
" Kenapa benda itu berisik sekali?. Apa yang kau lakukan? ". Tanya Bara mulai curiga.
" Tidak ada". Jawab Calista asal. " Biarkan saja!. Mungkin hanya pesan tidak penting ". Sambungnya lagi acuh.
Calista sudah bisa menebak jika saat ini pasti sudah banyak DM dan juga komentar komentar tentang Foto suaminya itu tadi. Sama hal nya saat Bara mengganti foto pada aplikasi Whatsapp nya waktu itu. Hingga akhirnya Calista pun lebih baik untuk mematikan ponselnya selama beberapa hari.
Bara kembali fokus pada pekerjaan nya lagi. Namun, lagi lagi ponsel Calista terus berdering. Membuat Bara langsung bangkit dari kursi kerjanya. Dan menghampiri istrinya. Calista hanya diam dan terlihat santai. Wanita itu pun malah mengulas senyum termanisnya.
Bara menyambar ponsel istrinya dan mulai ikut mendarat kan bokongnya pada Sofa tepat di samping Calista. Mata Bara terus tertuju pada istrinya. Namun, jari Bara mulai membuka benda pipih itu.
" Lihatlah mereka itu!. Padahal aku hanya memposting separuh wajahmu saja. Tapi, media sosialku sudah ramai begini. Apalagi jika aku memposting seluruh tubuhmu. Bisa bisa mereka kejang kejang seperti ikan kurang air". Seloroh Calista sambil terkekeh.
Bara menarik sudut bibirnya dan malah kini menarik tubuh istrinya agar lebih mendekat lagi padanya. Tanpa banyak bicara ia mulai Membidik kan Camera ponsel istrinya kearah mereka berdua.
Calista otomatis menatap wajah Bara, begitu pula dengan Bara. Dengan posisi sedikit intim seperti itu. Bahkan, tampak seolah mereka berdua terlihat akan berciuman.
Bara mulai menjadikan story pada akun sosial media Calista. Dan benar saja baru terunggah beberapa detik. Ponsel Calista pun langsung kembali ramai.
" Sepertinya mereka ini tidak ada pekerjaan lain lagi, selain mengecek sosial media mu". Cibir Bara yang langsung membawa ponsel istrinya ikut beranjak dari sofa.
" Kenapa dibawa?. Aku tidak ada mainan". Protes Calista yang mulai ikut berdiri juga mengikuti langkah suaminya menuju kursi kerjanya kembali.
" Kau bisa memainkan yang lain jika kau mau? ". Tawar Bara menoleh menatap sang istri yang saat ini berada di belakang tubuhnya.
" Dasar cabul". Hardik Calista mengulum senyummya.
" Kau malah lebih dari cabul sayang". Balas Bara tak mau kalah.
Calista pun ikut duduk di pangkuan Bara. Setelah suaminya itu duduk dengan benar di kursi kerjanya. Bumil itu mengalungkan kedua tangan nya di leher suaminya. Dan menatap dalam kedua mata Hazel milik Bara.
" Mau apa? ". Tanya Bara menaikan satu alisnya.
Calista pun hanya terkekeh geli dan langsung mengecup bibir suaminya. Namun, saat Bara ingin membalas pagutan bibir istrinya. Pintu ruang kerjanya dibuka dari arah luar.
Ceklek...
" Maaf Tuan Nyonya. Saya tidak tahu". Joe langsung kembali menutup pintu ruangan kerja Bara dan buru buru untuk pergi dari tempat itu. Otaknya benar benar panas akan aksi Bara dan Calista. Belum lagi mata Joe terus ternodai akan hal itu.