Married Accident

Married Accident
Penjelasan Papa Rayen



Keesokan harinya saat jam di dinding masih menunjukkan pukul enam pagi. Dering ponsel milik Jery sejak tadi selalu berbunyi. Membuat tidur Jery terusik karena hari ini weekend jadi Jery memutuskan untuk bangun sedikit siang. Sedangkan Velyn sudah bangun sejak tadi dan saat ini telah berkutat di dapur seperti biasanya.


" Iya halo". Jery langsung mengangkat telpon nya tanpa membaca terlebih dahulu siapa penelpon nya itu.


"Belum bangun kamu jer??? ". Bariton suara tegas penuh wibawa membuat Jery tahu siapa pemilik suara tegas tersebut.


" Hem, ada apa pa? . Ini masih sangat pagi untuk membangunkan ku di hari weekend begini". Jery masih tetap memejamkan matanya. Sebab ia masih enak enaknya tidur malah di ganggu.


"Papa hanya ingin kasih tahu kamu. Nanti habis makan siang kita di undang ke rumah Aunty dan Uncle kalian. Karena sore nya mereka akan membahas pernikahan Calista". Ucap Rayen memberitahu.


" Pernikahan?. Jangan bercanda pa!. Calista sudah menolak untuk di jodohkan. Lalu siapa lagi calon nya sekarang?? ". Jery mulai membuka matanya dan memilih untuk duduk bersender pada kepala ranjangnya.


" Papa juga belum tahu pasti. Tapi yang jelas Aunty Reva bilang jika sejak kemarin Calista sudah bersama calon suaminya dan membatalkan kembali ke Australia ".


" Apa???. Jadi gadis gila itu tidak jadi pulang ke Negara nya? ". Terang saja Jery terkejut atas ucapan Papanya. Karena kemarin Calista juga sempat menelpon nya untuk pamit pulang. Tapi sekarang Papanya bilang jika sepupunya itu malah pergi bersama calon suaminya.


" Jery... Calista itu sepupu mu juga. Jangan bicara sembarangan tentangnya! ". Rayen mulai menasehati putranya yang memang mereka semua selalu menjuluki Calista gadis gila. Sebab Calista itu biang rusuh dimana pun ia berada.


" Iya pa Jery tahu".


"Yasudah, jangan lupa kerumah Aunty kalian!. Karena Aunty dan Uncle kalian kemungkinan satu jam lagi akan tiba di Jakarta".


" Iya Pa nanti Jery kesana bersama Velyn dan Mayra".


Jery pun menghela nafasnya ketika sambungan telpon papanya sudah terputus. Ia tampak berpikir, jika kemarin sepupunya itu tidak jadi pulang ke Negara nya. Itu artinya ia semalaman bersama pria itu. Dan anehnya kenapa anak buahnya yang ia utus untuk memata matai Calista tidak memberikan laporan apapun padanya sampai saat ini.


"Dasar gadis gila. Bilangnya tidak mau dijodohkan. Tapi ternyata kaburnya hanya sebuah alasan untuk menemui calon suaminya". Ledek Jery ketika ia mencoba menelpon Calista tapi nomornya tidak bisa di hubungi.


Sedangkan di lantai bawah tepatnya di dapur. Saat ini Velyn tengah sibuk menyiapkan hasil masakan nya. Di bantu oleh art nya dan juga putri nya, siapa lagi kalau bukan Mayra.


"Bunda, masakan bunda selalu enak ". Puji Mayra sambil mengunyah bakwan jagung yang dibuat oleh Velyn.


" Mayra suka??? ".


" Suka benget Bun, apalagi rasanya sangat enak. Sama seperti masakan Mama dulu". Jawab Mayra jujur. Velyn pun tersenyum sambil mengusap kepala putri sambungnya.


"Kalau Mayra suka, Bunda akan usahakan masak setiap hari buat Mayra dan papa ya". Mayra pun langsung menganggukkan kepalanya setuju. Setidaknya rasa rindunya pada sang Mama. Bisa terobati lewat masakan Velyn yang menurutnya sama persis dengan masakan Manda.


" Terima kasih Bunda ". Ucap Mayra tulus.


" Untuk??? ".


" All Everything ". Senyum Mayra terlihat begitu tulus membuat Velyn sedikit menunduk dan mendaratkan kecupannya pada pucuk kepala dan juga pipi kanan dan kiri Mayra.


" I love you sayang". Ucap Velyn sambil tersenyum pada gadis kecil itu.


"I love you too sayang".


Belum juga sempat Mayra menjawab. Malah Papanya yang lebih dulu menjawab kata kata Bunda nya. Membuat dua wanita berbeda usia itu langsung menoleh kearah pintu dapur. Dimana Jery sedang berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya tepat di depan dadanya.


Lalu Jery pun tersenyum dan langsung menghampiri anak dan juga istrinya yang tengah menatapnya. Membuat Art nya juga ikut merasakan kebahagiaan dimana majikan mereka sudah kembali mendapatkan kebahagiaan nya lagi. Setelah di tinggal pergi untuk selamanya dengan istri pertamanya dulu.


Bahkan kini. sosok Velyn juga tak kalah baiknya dengan istri majikannya yang pertama. Dimana Velyn selalu bersikap ramah, humble , menghormati yang lebih tua dan juga sesekali Velyn juga bisa bersikap konyol di depan mereka untuk sekedar menghibur para art nya jika sedang memasak ataupun jika art nya sedang mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.