
Sesuai rencana awal saat dikantin tadi. Jika pulang kuliah Naura akan mengajak kakak iparnya serta feby sahabat yuni untuk pergi ke shoping ke Mall. Feby yang masih merasa canggung dan tidak enak hati untuk ikut. Harus terpaksa menurut saat Naura mulai mengeluarkan ancamannya. Hal itu justru membuat Yuni langsung terkekeh . Bagaimana tidak kalau masalah ancam mengancam Naura adalah jagoan nya.
"Yun, gue gak nyaman nih".Bisik Feby pelan sambil melangkah mengikuti yuni.
" Nyantai aja feb. Naura gak nelen orang kok".Kekeh yuni pelan.
"Serius Yun, gue pulang aja ya".Feby masih saja tidak nyaman berada di dekat orang orang kaya seperti ini. Bahkan penampilan nya saja kalah jauh dengan rombongan Naura dan yuni. Feby juga minder terlihat asing dari yang lainnya.
" Feby... Apaan sih, Loe gak usah minder gitu!!!. Semua manusia sama dimata Tuhan".Yuni berkata sambil menatap kearah feby yang kini sangat terlihat canggung.
Yuni menghela nafasnya kasar. Ia juga pernah merasa asing dihadapan semua keluarga besar Naures dulu.Yuni juga pernah minder karena status sosialnnya tidak sebanding dengan keluarga suaminya. Tapi asumsi itu hanya menurut pikiran dan pandangan yuni saja. Sebab, keluarga besar Bagaskara bukanlah menilai orang dari status sosial.
"Feb, loe percaya gue kan??? ".Feby yang di tanya pun langsung menganggukkan Kepala nya. " Kalau loe percaya sama gue sekarang mending loe rileks aja deh!!!. Kalau loe malu Terima traktiran Naura, Loe boleh shoping menggunakan kartu kredit gue deh!!!! ".
" What???".Feby semakin melotot tak percaya ".Loe gila ya Yun???. Ogah gue, karena gue temenan sama elo itu murni dari hati bukan karena mau morotin loe bege".feby sedikit terlihat kesal.
" Hahaha... Gue udah tahu kali feb. Maka dari itu bantu gue sedikit kuras isi ATM suami gue napa. Biar gue kagak kena siraman rohani Sama suami gue nih".Seru Yuni
"Oh Tuhan... Loe kagak bisa habisin duit laki loe kena siraman rohani Yun??? ".Tanya Feby bingung. Sedangkan yuni langsung mengangguk kan kepalanya. " Lah apa kabar gue yang mau jajan seblak aja malah disuruh jualan nasi uduk dulu sama emak gue".Sambung feby lesu.
Yuni kini malah terkekeh saat mendengar gerutuan Feby. Sedangkan Naura yang berjalan didepan mereka langsung menghentikan langkahnya. "Kalian berdua lagi ngobrolin apaan sih???. Kok kayaknya seru banget".Tanya istri Sultan penasaran.
" Oh, nggak ada kok ra. Cuma feby ceritain ibunya yang jualan nasi uduk di rumah nya".Jawab yuni sedikit berbohong.
"Wah, apa benar itu feby??? ".Yang ditanya hanya mengangguk kaku saja karena apa yang dikatakan yuni itu benar adanya jika ibunya memang penjual nasi uduk setiap pagi.
" Kalau begitu aku mau deh nanti kapan kapan beli nasi uduk dirumah kamu".Celetuk Naura dengan santainya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Feby dan yuni keluar dari Mall dengan membawa banyak barang belanjaan ditangannya. Bahkan bodyguard Naura saja sampai membantu membawakan paperbag milik Yuni dan juga Feby.
"Kenapa loe malah lesu begitu feb???. Masih kurang belanjanya??? ".Goda Yuni sambil mengulum senyumnya.
Saat ini yuni dan Feby sudah berada di dalam mobil milik mark. Dengan anggota mark yang menjadi sopirnya. Sedangkan Naura sudah pulang dengan menggunakan mobil yang lain. Tadi juga ada jeny dan suaminya, mereka juga pulang dengan mobil mereka sendiri.
Yuni sengaja satu mobil dengan feby agar sahabat nya itu tidak seperti orang bodoh. Karena feby masih terlihat syok saat Naura dengan santainya membelikan dirinya banyak barang branded. Bahkan Naura juga tidak hanya membeli barang untuk feby sendiri, Ayah, dan Ibunya feby saja ia pilihkan sesuai dengan arahan dari feby.
"Yun, loe ada rumah atau kosan yang kagak dihuni tidak??? ".Tanya feby tiba tiba sambil menatap serius kewajah yuni. Membuat Yuni mengerutkan keningnya.
" Buat apaa??? ".
"Gue kayaknya mending kost aja deh sementara waktu. Karena gue kagak berani pulang kerumah, apalagi dengan bawa barang barang mahal begini".Lirih Feby lesu.
" Hahaha... Ya Ampun feby. Gue kira apaan. Masalah belanjaan doang loe ribetin sih".Ledek Yuni sambil terus terkekeh.
"Loe kagak tahu emak gue sih Yun. Emak gue itu galak, kalau marah suaranya bisa sampai ke ujung kulon progo. Lah perihal seblak aja gue mesti di uring uring. Apalagi gue pulang bawa isi toko branded. Bisa amsyong hidup gue, yakin dah".Tutur Feby panjang kali lebar menjelaskan betapa rempongnya ibunya itu.
"Galak amat emak loe feb. Wajar saja anaknya begini bentuknya".Yuni malah meledek Feby.
" Sialan loe ya Yun".Feby langsung mencebikkan bibirnya. Sedangkan yuni terus saja terkekeh geli akan tingkah feby hari ini.