Married Accident

Married Accident
Hah



Keesokan harinya sesuai rencana, rumah Febby sudah dibuat gaduh oleh ibunya. Karena kedatangan Naufal pagi pagi sekali.


"Febby... Buruan bangun!!! ".Teriak Ibunya saat pintu kamar febby tak kunjung terbuka sejak tadi. Padahal jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Tok... Tokkk...


" Iya Bu, Febby udah bangun".Sahut Febby dari dalam kamar dengan suara khas bagun tidurnya.


"Buruan mandi!! .Tuh di depan sudah ada nak Naufal nungguin kamu daritadi!!! ".


" Iya Bu .... "Febby menggantung kata katanya saat baru sadar nama seseorang yang baru disebutkan oleh ibunya. Febby langsung bangkit dari ranjangnya dan buru buru keluar kamar.


Ceklek....


Suara pintu kamar langsung dibuka dengan terburu buru oleh Febby. " Siapa tadi Bu??? ".Tanyanya dengan deru nafas yang sedikit ngos ngosan.


" Naufal , katanya kamu sendiri yang minta nak Naufal buat anterin kamu ke kampus".Jawab Ibunya Febby sesuai dengan apa yang dikatakan Naufal tadi. "Kamu pinter ya cari calon suami. Udah ganteng, sopan, baik hati, seorang polisi lagi".Tambah Ibu Arum ibunya Febby.


" Hah... ".Febby nampak terkejut mendengar penuturan ibunya. " Polisi???".Ulang Febby masih sedikit tidak percaya.


"Iya, pacar kamu itu si Naufal seorang polisi asli kan??? ".Tanya Ibu Arum meyakinkan dirinya.


" Ah, iya lah bu asli. Masa gadungan. Ibu bisa lihat sendiri kan gimana tampangnya Naufal".Sahut Febby menyangkal. Karena sesungguhnya ia juga tidak tahu profesi Naufal sejak awal bertemu.


Wajah Ibu Arum nampak berbinar. Dan bahkan ia selalu tersenyum. Membuat Febby jengah melihat ekspresi wajah ibunya sendiri.


"Dasar matre".Guman Febby.


Pug...


" Aw... Sakit Bu "Keluh Febby yang langsung di pukul pakai sutil penggorengan oleh ibunya.


" Makanya tuh mulut kalo ngatain orang tua hati hati!!. Kamu bilang Ibu apa tadi???. Matre??. ".Ulang Ibu Arum membuat Febby langsung nyengir kuda dan memegangi jidad nya bekas kena pukulan kecil ibunya. " Wanita itu perlu matre sedikit kalau mau hidup enak. Kamu mau makan cinta doang setelah menikah??? ".Seru Ibu Arum sambil mengayunkan kembali sutil penggorengan ke arah Febby.


" Mana kenyang Bu makan cinta aja".Jawab Febby santai. Sambil menjauhkan tubuhnya dari ibunya itu.


"Tuh kamu tahu. Makanya jangan pandai nge judge orang. Pake bilang bilang matre segala. Bagi perempuan matre itu wajib karena kebutuhan".Ucap Ibu Arum dengan lantang.


" Yaelah... Sejak kapan Ibu gue tahu istilah nge judge segala?. Sok gaul amat enyak gue".Ledek Febby sambil terkekeh.


"Emang nge judge apaan artinye??? ".


" Hahaha.... Makanya Bu jangan sok sok an kalo artinya aja kagak ngarti".Febby menggeleng kan Kepala saja akan pola ibunya itu.


" Kenapa jadi rame Bu???".


"Para detergen tetangga suka menghibah pada kumpul beli nasi uduk. Karena yang layanin calon mantu ".Jawab Ibu Arum dan langsung tertawa bangga.


" What...??? ".Febby kembali tersentak kaget akan pengakuan ibunya. Membuat Febby langsung berjalan kearah jendela yang ada di ruang tamu. Dan Febby bisa melihat Naufal yang nampak sibuk membantu Ayahnya melayani pembeli nasi uduk di depan rumahnya. Mata Febby kembali melotot sempurna saat ia juga melihat Naufal melayani dengan memakai seragam lengkap dinas polisi.


" Busyet... Tuh cowok nekad banget sih.Ternyata dia beneran polisi??".Guman Febby sambil mengucek matanya berulang kali.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Pegangan nanti jatuh loh!!! ".Seru Naufal saat mereka sudah dalam perjalanan ke kampus Febby. Dan Naufal sengaja membawa motor dinas nya untuk menjemput Febby.


"Ogah.Modus loe".Sahut Febby ketus. Padahal dalam hatinya Febby merasa sedikit ketar ketir berada sedekat ini dengan tubuh Naufal. Apalagi wangi parfum Naufal membuat nya sangat nyaman.


" Aw...


Pug...


Febby memukul pelan punggung Naufal saat Naufal sedikit mengerem. Membuat tubuh Febby membentur punggung belakang Naufal.


"Bisa bawa motor kagak sih??? ".Ketus Febby sedikit kesal.


" Ada lubang di jalan nya. Masa iya gue gas aja. Bisa bahaya dong".Jawab Naufal santai.


"Ck... Alasan aja. Sini biar gue aja yang bawa motornya kalau kagak bener!! . Gue belum mau ketemu malaikat nih. Dosa gue masih banyak".Seloroh Febby. Membuat Naufal menggeleng kan kepalanya. Sambil mengulum senyum.


" Oh ya sebenarnya kamu masuk jam berapa sih kuliah nya???".Tanya Naufal.


"Jam 10 ".Sahut Febby kesal. Karena seharusnya jadwal kuliah hari ini memang pagi tapi karena tadi dosen di jam pertama chat di group berhalangan hadir jadi mereka hanya ada matkul di jam kedua.Dan karena Naufal sudah jemput sepagi itu membuat Febby kesal. Sebab, tidurnya terusik.


"Yaudah, ikut gue sebentar ya. Soalnya nyokap gue nyuruh sarapan di rumah. Sekalian aja rumah ortu gue satu arah ke kampus loe".Ajak Naufal tiba tiba.


" Hah,yang bener aja... Sekarang??? ".Febby nampak langsung terkejut akan penuturan Naufal yang tiba tiba saja bilang akan sarapan bersama kedua orang tuanya.


" Loe tahu kan kalau gue. ..


"Tidak terima penolakan".Potong Febby yang sudah hafal betul akan kata kata Naufal.


" God".Sahut Naufal sambil menarik sudut bibirnya.