
Tak terasa malam pun tiba, Semua keluarga saat ini sudah berkumpul di ruang tamu untuk menyambut kedatangan Naura dan suaminya itu. Bahkan mereka semua rela belum makan malam. Karena ingin makan malam bersama putri bungsu pemilik rumah ini. Tapi yuni tadi sudah makan beberapa cemilan serta susu khusu ibu hamil yang dibuatkan langsung oleh suaminya. Begitu pun dengan Manda yang memang tidak bisa telat makan. Sebab ia pun sedang menyusui baby Maira.
Bahkan saat Jeny dan Satria pun sudah ikut bergabung bersama mereka. Baby Alex dan Maira masih tetap melek. Seakan mereka tahu jika keluarga besarnya ingin menyambut kedatangan aunty dan uncle nya malam ini.
"Wah, Naura dan bule tengil itu kenapa belum sampai juga???. Apa mereka sudah tersesat??? ".Cibir Mona yang sudah tidak sabaran lagi. Karena jam juga sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam.
" Mungkin masih dalam perjalanan kemari ma, sabar kenapa!!! ".Jawab Rayen sambil menatap mamnya yang super duper cerewet itu.
Dan belum sempat Mona kembali membuka suara deru mesin mobil kini mulai memasuki halaman depan rumah Rayen. Mereka sudah bisa menebak pasti itu adalah mobil rombongan Naura yang datang.
Untung nya tadi semua lampu di dalam rumah sudsh dimatikan. Hanya menyisahkan lampu remang remang saja di setiap sudut ruangan. Suara kesal Naura pun sudah mulai terdengar dari arah luar. Ia memggerutu karena ia pikir semua keluarga nya sudah pada tidur.
Ceklek....
"Surprice.... " Teriak semua keluarga Naures saat melihat Naura sudah berdiri didepan pintu rumah.
Yuni bisa melihat rona terkejut dan bahagia Naura saat mendapatkan kejutan dari keluarga besarnya. Bahkan Yuni juga bisa melihat perut buncit saudara kembar suaminya itu sekarang.
"Mbak yuni... Aku kangen tahu".Sapa Naura pada yuni. Setelah ia mengalami semua anggota keluarga nya satu persatu.
" Mbak juga kangen sama kamu ra. Wih... Udah buncit aja nih perut ".Goda Yuni sambil mengelus perut buncit Naura.
Membuat Naura langsung terkekeh".Tenang aja nanti juga perut mbak yuni ikut buncit seperti ini".Jawab Naura sambil terus terkekeh.
" Hehe... Kamu lebih berpengalaman ra".Sahut yuni pelan.
"Ah, bukankah mbak sudah kubagi resepnya???. Gimana, udah di praktekin belum mbak??? ".Bisik Naura sambil mengulum senyumnya.
Yuni menggeleng kan kepalanya. Sambil bersemu merah. " Gayanya terlalu ekstrim. Jadi ngeri sendiri sebelum praktek ".Sahut Yuni sedikit malu.
" Aduh mbak, yang kasar lebih nikmat tahu".Goda Naura sambil terkekeh geli.
Pletak....
Naures langsung menjitak jidad adik bungsunya itu."Jangan ajarin istriku macam macam ra!!. Cukup kamu aja yang aneh".Ucap Naures sambil menatap tajam kearah saudara kembarnya itu.
Naures langsung mengerutkan keningnya. Lalu menatap kearah istrinya yang sudah ketar ketir dan hanya nyengir kuda saja padanya.
" Jangan bilang yuni berubah agresif gara gara ide konyol dari kamu ra???? ".Bisik Naures pada saudara kembarnya itu.
" Hahaha... Kakak memang cerdas".Puji Naura sambil terkekeh dan Naura pun langsung menggeser tubuhnya cepat menempel pada suaminya sebelum ia terkena amukan Naures saudara kembarnya itu.
Sedangkan Yuni pun sudah menghilang masuk kedalam dapur dengan mami mertunya. Karena ia ingin cari aman dari sorot mata tajam suaminya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Keesokan harinya semua orang kini sudah bersiap siap untuk segera berangkat ke Bandung. Tadi setelah sarapan pagi. Mereka semua langsung bersiap siap. Agar tidak terkena macet dijalan.
Sejak tadi yuni nampak lemas. Karena dari bangun tidur ia terus saja muntah. Bahkan ia tidak selera untuk sarapan. Beruntung suaminya sangat pengertian. Naures sudah menyiapkan susu khusus ibu hamil untuk sang istri. Yang kini ia masukkan kedalam botol kecil yang bisa di minum oleh istrinya saat di dalam mobil nanti.
Dan Naures juga sudah membuatkan salad buah segar untuk istrinya. "Apa masih mual sayang??? ".Tanya Naures pada sang istri.
" Sedikit kak, tapi mualnya hilang kalau dekat kakak".Rengek Yuni manja tapi ia sedikit memelankan suaranya agar tidak didengar oleh yang lainnya.
"Benarkah??? ".Yuni hanya menganggukkan kepala nya jujur.
" Baiklah sayang, aku akan selalu dekat denganmu. Dan saat sampai di villa nanti aku akan bikin rasa mualnya berubah jadi rasa nikmat".Bisik Naures sambil tersenyum penuh arti.
"Sayang, ingat loh suasana masih ramai!!! ".Lirih Yuni pelan.
" Justru itu sayang, kau pikir aku tidak bisa mencuri waktu saat susana seperti ini???. Apa harus aku buktikan sekarang, hm??? ".Ancam Naures sambil tersenyum mesum.
Pug...
Yuni memukul dada bidang suaminya pelan. Sambil memanyunkan bibirnya. Membuat Naures langsung mengusuk rambut panjang istrinya gemas.
TBC