
"Yun, loe mau langsung pulang?. Nggak nongkrong dulu gitu?? ".Febby bertanya seraya melangkah bersama Yuni menuju arah kantin. Karena baru saja mereka berdua keluar kelas setelah hampir satu jam lebih terima materi dari dosen mereka.
" Emak emak kayak gue udah nggak punya waktu lagi buat nongkrong tante, Karena waktunya udah habis buat urusin anak ma suami".Jawab Yuni sambil terkekeh.
"Hahaa, emang Nikah muda enak ya Yun? ".Febby kembali bertanya sambil terkekeh.
" Yang namanya nikah itu jelas enak lah. Apalagi kalau menyangkut urusan ranjang".Bisik Yuni pelan dengan mendekatkan bibirnya ke telinga Febby. "Bisa disentuh setiap waktu tanpa ada kata zina dan dosa".Bisiknya sambil mengulum senyumnya.
" Iihhh.... Yuni jorok".Sahut Febby sambil memukul gemas lengan Yuni yang kini malah terkekeh geli melihat ekspresi wajah Febby yang langsung bersemu merah akan guyonan fulgar nya.
"Sekarang aja bisa bilang jorok tapi kalo udah ngerasain... beh... Parah bikin nagih".Yuni malah semakin menjadi jadi saja. Ia seperti nya mulai senang menggoda Febby .
Sebab niatnya ia akan mendekatkan Febby dengan sepupu suaminya itu. Dan karena rencana awalnya berhasil, maka kini Yuni semakin senang jika pada akhirnya Febby juga bisa lebih dekat lagi dengan Naufal. Untung untung bisa sampai ke jenjang yang lebih serius lagi.
Apalagi Yuni juga mendapatkan dukungan dari suaminya itu. Tentu saja membuat Yuni tambah bersemangat jadi mak comblang. Belum lagi respon Naufal yang terlihat juga sudah mulai memiliki rasa yang beda dengan Febby.
"Loe itu mungkin udah tercemar dan terkontaminasi oleh barang kramat laki loe Yun. Makanya otak loe sekarang isinya cabul semua".Cibir Febby sambil terkekeh.
Yuni hanya terkekeh geli sambil mengingat kegiatan panasnya tadi pagi dengan suaminya itu. Yang tentunya masih menggila dan malah makin menggila saja. Mungkin karena Naures rutin olahraga jadi fisik suaminya itu mantab betul. Tak ada lelahnya sama sekali. Dan mampu membuat nya menjerit nikmat berkali kali.
"Woiii.... Malah ngelamun. Pasti ngelamun jorok lagi kan??? ".Ledek Febby sambil menggelengkan kepalanya akan tingkah Yuni semenjak sudah punya anak. Padahal dulu Yuni ini tipe wanita yang kalem dan tidak mesum seperti sekarang ini. Perlahan sikap polos dan lugu Yuni mungkin akan menghilang jika di dekat Febby.
" Kagak jorok lah orang cuma ngelamunin punya suami gue sendiri kok. Kalau punya orang lain iya. Dosa namanya".Jawab Yuni santai.
"Astaga twins 2S emak loe sekarang gini amat ya".Febby sampai menepuk jidad nya sendiri akan tingkah Yuni hari ini.
Tapi Yuni hanya menanggapi dengan santai, dan tidak tersinggung sama sekali akan ucapan sahabatnya itu.
🌿🌿🌿🌿🌿
Dengan menarik nafas pelan ia berucap".Bismillahirohmanirohin... Jakarta I'm coming ".Lirihnya pelan sambil menampilkan senyum manisnya.
Setelah mengucapkan itu ia mulai melangkah masuk menuju tempat dimana para penumpang akan berangkat.
" Sebaiknya gue telpon ibu dulu saja ".Ucapnya lirih. Dan sambil merogoh ponselnya.
Tak lama kemudian gadis itu nampak menyapa seseorang dari balik telponnya. " Halo, Assalamu'alaikum bu".
"Waalaikumsalam nak. Gimana jadi kamu pulang hari ini??? ".
" Alhamdulillah jadi bu, ini Hani udah di Bandara. Nanti begitu sampai di Jakarta Hani kabarin lagi ya bu".
"Alhamdulillah, iya nak.Hati hati ya!!".
" Iya bu, em, gimana kabar Ayah bu?. Apa Ayah udah baikan?? ".Tanyanya terdengar sendu dari suara nya.
" Jangan khawatir kan Ayah nak!. Lebih baik kamu fokus saja dengan cita cita dan impian kamu!!. Ayah memang sudah tua, sudah waktunya pensiun".
Mendengar ucapan Ayahnya membuat gadis itu langsung nampak berkaca kaca. Sudah hampir delapan bulan Hani belum sempat pulang dan menjenguk kedua orang tuanya itu. Karena pekerjaannya memang sangat menyita waktunya. Karena disaat weekend ia harus kuliah juga. Padahal kantor pusat sudah sering memberi nya izin jika ingin ambil cuti.
Tapi karena tidak mau adanya kesenjangan sosial dalam lingkungan pekerjaan nya. Gadis yang bernama Hani itu memilih untuk menyama ratakan waktu libur dan juga waktu cuti. Hingga sekarang ia mendapatkan jalan untuk di mutasi kan ke Kantor pusat itu semua karena kebijaksanaan pemimpin mereka. Tentu saja itu juga adalah campur tangan Naures tentunya.
"Iya Yah, Ayah tenang saja Hani pasti bisa wujudkan harapan Ayah dan Ibu. Tapi Ayah juga harus janji sama Hani untuk selalu sehat ya Yah!!!. Supaya Ayah dan Ibu bisa melihat kesuksesan Hani dan Ayah, Ibu juga bisa tersenyum bahagia ketika Hani menikah nantinya".Ucap Hani sambil menahan tangisnya.
Terdengar suara isak tangis haru dari seberang telpon membuat Hani menggigit bibir bawahnya. Ia juga sebenarnya rapuh ketika mendengar Ayahnya terus saja keluar masuk rumah sakit. Tapi Hani juga bersyukur semenjak ia diterima kerja di Perusahaan Bagaskara Group. Perekonomian keluarga nya jadi terbantu. Belum lagi uang pensiun Ayahnya yang juga pernah bekerja di Hotel milik keluarga Bagaskara group juga. Itulah sebabnya sampai kapan pun Hani tidak akan pernah bisa melupakan jasa sahabat itu.
Berkat mereka sekarang keluarga nya tidak perlu khawatir lagi masalah keuangan. Ya meskipun hidup mereka tidak terlalu mewah. Setidaknya sekarang tempat tinggal nya dan juga biaya hidup nya jauh lebih baik dari sebelumnya.