Married Accident

Married Accident
Ayah sayang Baby



"Eh, ini si Naures masih di Yogyakarta ya??? ".Tanya Leon yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Naufal.


" Kagak nyangka gue. Naures bisa hamilin si Yuni ".Ucap Leon sambil menompang dagunya dengan tangannya.


Tuk...


Naufal langsung mentoyor kening Leon. Membuat Leon langsung mengaduh. " Mereka berdua itu udah menikah bege. Wajar aja kalau Yuni bisa hamil".Sahut Naufal menggeleng kan kepala nya.


"Iya juga sih. Loe kadang kadang pinter bro".Sambung Leon sambil menggaruk Kepala nya yang tidak gatal.


Sedangkan ketiga temannya hanya bisa terkekeh saja. Mendengar ucapan Leon yang tak masuk di akal. Mereka pikir Leon sekarang malah semakin rada oneng saja. Semenjak ia pendidikan, dan belum bisa bertemu dengan kekasih nya yang jauh disana.


"Tapi, gue lihat lihat si Yuni sekarang makin cantik ya Fal. Nyesel gue kenapa dulu bukan gue yang nikahin dia".Seloroh Leon asal ceplos. Membuat Naufal langsung menutup mulut Leon cepat


" Loe udah gila ya eon. Kalau ada yang denger kata kata konyol loe gimana. Hah???. Nanti yang ada rumah tangga Naures dan Yuni jadi huru hara ".Bisik Naufal mengingat kan sahabatnya itu.


" Kalian berdua ngomongin apaan sih??? ".Tanya salah satu teman nya.


" Biasa si Leon lagi ***** kayaknya ".Celetuk Naufal membuat Leon ingin sekali menjahit mulut Naufal saat ini juga. Tapi apalah daya, Usia Naufal memang sedikit lebih muda dari mereka tapi kalau masalah adu fisik Leon menyerah.


Karena Naufal dan juga Naures mereka berdua sudah menguasai sabuk hitam dalam ilmu bela diri. Sedangkan Leon kebanyakan drama jika sedang latihan dulu.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Pesan dari siapa kak??? ".Yuni bertanya sambil duduk di samping suaminya yang saat ini juga sedang duduk di sofa empuk yang ada didalam kamar Presidential suite room. Tempat mereka menginap selama berada di Jogya.


" Oh ini, Naufal sama Leon dan teman temannya sedang nongkrong di cafe kita sayang. Mereka liburan selama dua hari. Tapi katanya besok udah berangkat lagi ke barak".Jawab Naures berkata jujur sambil menatap wajah cantik istrinya. Yang kini sudah berganti pakaian dengan memakai piyama tanpa lengan.


"Kamu kok cantik banget malam ini sayang".Sambung Naures menggoda istrinya.


"Hoam... Aku ngantuk kak".Bohong yuni menguap, sambil ingin beranjak dari tempat duduknya. Membuat Naures langsung mencekal tangan istrinya.


" Sini biar aku yang bantu tidurkan sayang!!! ".Naures berucap sambil menarik tangan istrinya. Hingga yuni jatuh di pangkuan nya.


" Tentu Bunda. Ayah sayang baby dan juga sayang kamu. Kalian berdua itu semangat Ayah".Naures menjawab dengan sangat antusias dan tersenyum bahagia.


"Kalau begitu izinkan bunda istirahat malam ini ya yah!!!. Bunda capek soalnya ".Seru Yuni dengan suara manjanya.


Membuat Naures langsung terkekeh dan mencubit gemas hidung mungil istrinya. " Memangnya kamu pikir aku mau ngapain, hm??? ".Tanya Naures sambil terus terkekeh.


" Habisnya kakak mesum melulu sih. Aku akan masih capek sayang ".Rengek Yuni sambil menangkup kedua pipi suaminya.


Cup...


Satu kecupan mendarat di bibir Yuni. Pelakunya adalah Naures suaminya sendiri. Yuni hanya tersenyum lembut sambil terus memandangi wajah suaminya yang semakin hari semakin terlihat tampan saja.


Yuni terkadang masih setengah bermimpi bisa menjadi istri seorang pria tampan, baik hati, penyayang. Dan sekarang pun sudah sangat mapan, bahkan ia tidak perlu khawatir lagi akan masalah keuangan. Hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.


Naures adalah sosok suami siaga. Selalu perhatian dengan istrinya dan keluarga nya. Di balik sikap dingin dan juga kaku nya. Ternyata Naures adalah tipikal pria yang bisa di andalkan.


Apalagi jika menyangkut sang istri. Karena baginya istri dan calon baby nya adalah prioritas utamanya saat ini. Naures juga mau masuk perusahaan dan terjun langsung ke bisnis keluarga nya. Itu semua demi masa depan istri dan anak anaknya kelak.


Bisnis Cafe nya bukan tidak cukup untuk menyambung hidupnya. Tapi bagi Naures pekerjaan apapun akan ia lakoni demi keluarga kecilnya. Karena tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kepala rumah tangga adalah membahagiakan istri dan anak anaknya nanti.


Naures tidak mau jika sampai istri dan anaknya kelak hidup susah. Dan serba kekurangan, jika ia dari kecil sudah hidup penuh kemewahan. Tapi Naures bisa melihat dan teriris hatinya. Saat tahu bagaimana kondisi Yuni sejak masih kecil.


"Apa aku setampan itu sayang???. Sampai sampai istriku ini menatap ku tidak berkedip sedikit pun".Ledek Naures sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Yuni.


" Suamiku ini memang sangat tampan".Puji Yuni membuat Naures langsung tersenyum menerima pujian dari sang istri. "Tapi selain tampan dia juga sangat mesum dan cabul".Sambung Yuni sedikit meledek.


Naures langsung melotot menatap wajah istrinya. Lalu ia mengulum senyum liciknya. " Baiklah sayang, akan ku tunjukkan betapa mesum dan cabul nya suamimu ini".Seru Naures sambil membopong tubuh istrinya menuju ranjang.


TBC