Married Accident

Married Accident
Papi Mesum



Jika cinta sudah mendarat pada yang tepat. Maka, semua rasa akan di labuhkan sedalam dalamnya. Begitulah mungkin yang di rasakan Velyn dan Calista saat ini. Kedua wanita itu sama sama mendapatkan pasangan hidup yang sangat begitu mencintai mereka. Dan menerima semua kekurangan dan kelebihan masing masing.


Tak terasa kini kehamilan Calista sudah masuk bulan ke sembilan. Dimana Bara semakin posesif saja padanya. Bahkan, Bara juga lebih sering bekerja dari rumah daripada pergi ke perusahaan. Hal itu Bara lakukan karena ia tidak ingin melewatkan waktu bersama istrinya.


Hanya terkadang Bara juga harus tetap pergi ke perusahaan ataupun sekedar meeting dengan kolega bisnis nya. Dan ia harus terpaksa meninggalkan istrinya di mension mewah itu. Dengan di temani oleh para pelayan.


Ke Posesifan Bara selain ia begitu mencintai Calista. Ia juga sangat menunggu kehadiran dua baby nya. Yang berjenis kelamin satu pasang. Yaitu perempuan dan laki laki. Rasa bahagia Bara tak pernah sirna. Saat tahu jenis kelamin darah dagingnya sendiri itu.


Meskipun ia juga masih tetap menyayangi Celine. Dan tidak akan pernah membanding bandingkan asal asulnya.Seperti saat ini istri dan putrinya sedang duduk santai di teras belakang Mension.


Calista selalu menemani Celine bermain. Meskipun ia tidak ikut turun langsung. Tapi, bumil itu selalu tampak telaten dalam mengurus anak dan suaminya. Perut buncitnya tak menjadikan nya beban untuk bermalas malasan.


Sedangkan Bara sejak tadi pagi masih berada di dalam ruang kerjanya. Karena sang asisten sedang menikmati moment pendekatan nya dengan seorang gadis. Yang tak lain dan tak bukan adalah guru Celine disekolah nya.


" Mami, apa Celine boleh mandiin kelincinya? ". Seru Celine dari samping kolam renang.


Anggukan kepala Calista membuat Celine berjingkrak riang. Dan mulai menghidupkan kran air di pojokan tembok. Dengan dibantu babysitter nya. Celine pun mulai memandikan kelinci kesayangannya.


" Kenapa sayang? ". Calista menoleh dan sekarang Bara pun sudah mulai terbiasa memanggil istrinya dengan panggilan sayang.


" Perutku sedikit mules pi". Jawab Calista jujur, Namun rasa mulesnya kadang datang kadang tidak. Tapi, sejak tadi Calista masih bisa menahannya.


Apalagi saat ini kebahagiaan mereka sudah hampir lengkap dan juga tenang. Karena Melly juga sudah tidak mengusik kehidupan mereka lagi. Dengan dalih hanya menginginkan Celine. Dan entah apa yang sudah di lakukan oleh Bara dan Joe. Sampai sampai Mely tak bisa berkutik lagi seperti itu.


" Apa mereka akan segera keluar? ". Seloroh Bara mendongak menatap wajah istrinya yang saat ini juga tengah menatap nya.


" Hahhaha, bagaimana bisa keluar masuk saja belum". Jawaban Calista malah sudah mulai menyimpang, Hingga Bara menaikkan salah satu alisnya.


Bara semakin maju dan mulai nakal. Karena dengan konyolnya salah satu tangan Bara. Saat ini malah ia masukkan kedalam dress bawah istrinya. Hingga tangannya bergerak bebas dan nakal dibawah sana.


" Kenapa bentuknya semakin tembem begini? ". Tanya Bara menggoda istrinya.


" Bilang saja kau mau memasukinya dengan lobak mu itu". Sindir Calista mengulum senyumnya.


" Papi ihhh". Sentak Calista sembari menggigit bibir bawahnya. Karena salah satu jari suaminya sudah nenembus kain penutup apam tembem milik Calista.


" Papi, Mami... ".


Bara dan Calista menoleh saat mendengar suara Celine dan saat ini sudah berada di belakang mereka berdua. Membuat Bara pun langsung menarik tangannya keluar dari rok dress istrinya, Dimana salah satu jarinya sudah mulai lembab akan cairan di dalam sana. Calista tersenyum kikuk saat ia menatap putrinya. Menatap mereka dengan sedikit heran.