Married Accident

Married Accident
Kedekatan Mayra



Velyn menutup mulutnya rapat rapat ketika melihat Jery berteriak terus memanggil nama istrinya. Dan Velyn bisa melihat sebesar itukan cinta Jery untuk Manda. Sehingga Velyn sadar jika dirinya tak pantas untuk mendapatkan cinta suaminya.


Velyn mundur beberapa langkah dari ranjang Manda yang kini tubuh wanita itu masih di dekap erat oleh Jery. Membuat semua orang ikut merasakan kepiluan dan kesedihan melihat Jery yang rapuh seperti ini.


Velyn memilih untuk keluar dari ruangan itu. Dengan membawa luka dan kesedihan mendalamnya. Ia begitu sesak dan juga merasa sangat bersalah pada Manda. Andai saja ia tidak bodoh malam itu. Mungkin ia tidak akan masuk kedalam masalah yang rumit seperti sekarang ini.


Velyn menyeka air matanya dengan tangannya. Lalu ia memutuskan pergi dari rumah sakit. Bukan karena dia tidak perduli tapi karena Velyn juga tidak mau mentalnya swmakin down. Dan berakibat buruk pada janin yang ia kandung.


Velyn beranjak pergi dengan sedikit berlari meninggalkan ruangan. Bahkan air matanya terus saja terjun bebas. Membuat nya bak seorang pengantin yang gagal Nikah. Gaun pernikahan yang amat cantik dengan desain terkenal. Siapa lagi kalau bukan Jeny.


Brakkk...


"Maaf tante saya tidak sengaja".Velyn nampak menundukkan kepalanya saat ia berlari sembari menyeka air matanya. Menyusuri koridor rumah sakit tapi ia malah menabrak bahu seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik.


" Sayang, ayo!!! ".Rayen memanggil istrinya ketika Lea malah memperhatikan penampilan Velyn yang nampak menyedihkan dimatanya.


Tapi hal yang membuat ia kembali sedih adalah nasib putranya saat ini. " Ah, iya sayang ".Jawab Lea sambil masih memperhatikan Velyn yang kini sudah jauh berlari kearah depan.


🌿🌿🌿🌿🌿


Rasa kesedihan mendalam yang di rasakan oleh Jery. Sejak di rumah sakit sampai sekarang di makam pun Jery tetap tidak mau jauh dari istrinya.


Rasanya seperti mimpi melihat tubuh istirinya yang terbujur kamu sejak tadi. Membuat Jery rasanya ingin berhenti bernafas saat ini juga. Apalagi sekarang istrinya sudah masuk kedalam kuburnya.


"Jery, ayo pulang kak!!! ".Ajak Lea pelan. " Kasihan Mayra".Ucap Lea lagi mengingatkan Jery. Jika Mayra juga sangat membutuhkannya.


Dari jauh Velyn nampak memakai kerudung warna putih dengan setelan gamis yang membalut tubuh rampingnya. Kaca mata hitam yang ia pakai hanya untuk menutupi mata sembab nya sejak tadi menangis.


Velyn memberanikan diri untuk mendekati makam Manda. Meskipun hatinya sedikit ragu untuk bertemu dengan Jery dan keluarganya besarnya. Tapi, sekarang mereka juga adalah keluarga nya. Karena ia telah sah menjadi istri Jery beberapa jam yang lalu.


Gadis kecil itu sejak tadi hanya diam dan tak bersuara sedikit pun. Bahkan Lea sampai bingung untuk bicara pada cucunya itu. Tapi ketika melihat Velyn ia malah langsung memeluk tubuh wanita cantik itu sambil menangis tersedu sedu.


"Bunda, apa Mama sudah tidak sakit lagi sekarang??".Tanya Mayra dengan isak tangisnya.


Tak hanya Jery bahkan semua keluarga besar dan juga Brian serta Evi nampak terkejut bukan karena pertanyaan Mayra. Tapi karena panggilan Mayra pada Velyn yang membuat mereka terkejut.


Velyn pun ikut memeluk tubuh Mayra. Sambil mengusap kepalanya pelan. Menciumi nya dengan lembut. "Mayra sayang, kamu harus tetap jadi anak yang baik ya!. Bukan hanya sembuh sayang tapi Mama Mayra pasti disana sudah di Surga. Mama orang baik sayang. Sudah pasti Mama tidak merasakan sakitnya lagi".


" Mayra tahu kan kalau Mama sangat menyayangi Mayra lebih dari apapun? ".Mayra dengan polosnya pun langsung mengangguk kan kepalanya.


" Bunda janji bunda pun akan menyayangi Mayra sama seperti yang Mama lakukan selama ini ke Mayra dan papa. Bunda akan selalu ada buat Mayra".Ucap Velyn tulus.


Jery bangkit dari samping pusaran Manda. Dengan tatapan dinginnya. Ia tak berucap sepatah kata pun. Tapi Jery langsung memanggil putrinya.


"Mayra ikut papa pulang sekarang!!! ".


" Tapi pa, Mayra akan pulang bersama Bunda".Jawab Mayra sambil terisak.


"Mayra jangan...


" Mayra akan pulang bersamaku mas".Potong Velyn yang langsung mendapatkan tatapan bingung dari keluarga Jery. Terutama Lea dan Rayen.


Evi yang masih ada disana juga langsung angkat bicara. "Tuan, Nyonya sebaiknya kita bucarakan semua ini setelah sampai di rumah tuan saja".Ucap Evi pelan.


Rayen dan Lea hanya bisa manarik nafasnya berat. Apalagi saat melihat Mayra sudah menempel di tubuh Velyn. Sepertinya Mayra tidak mau lepas lagi. Lea juga bingung kenapa Mayra malah dekat dengan Velyn bukan dirinya. Padahal selama ini Mayra selalu tinggal bersamanya.


Tanpa ingin banyak bicara Rayen dan Lea pun mulai beranjak dan meninggal kan makam. Mereka akan tahu setelah sampai dirumah nantinya.