Married Accident

Married Accident
Keputusan



Keesokan harinya seperti biasa sebelum Jery berangkat keperusahaan. Jery akan menemani istrinya terlebih dahulu menghirup udara segar di pagi hari. Dengan duduk di taman rumah sakit. Manda juga ia dudukan pada kursi rodanya.


Jery begitu sangat perhatian pada sang istri. Tak perduli keadaan Manda saat ini. Tetap saja membuat Jery tidak berpaling sedikitpun. Jery malah menunjukkan rasa sayangnya dan Cintanya pada sang istri.


"Mas, sini!!! ".Manda menarik lengan tangan suaminya agar lebih mendekat padanya. Setelah Jery mendekat Manda mengarahkan camera ponselnya untuk foto selfie bersama.


"Senyum dong sayang!!!. Masa muka nya datar begitu. Gak asyik tau".Ledeknya sambil terkekeh.


Selama ia tahu penyakit istrinya. Jery tak pernah melihat wajah sedih istrinya. Ia tetap tersenyum dalam keadaan apapun. Manda memang wanita yang sulit di tebak. Ia begitu pintar menyembunyikan semua masalah nya sendiri. Tanpa ingin membaginya dengan siapapun.


Tapi tak urung Jery juga mengikuti instruksi istrinya. Untuk foto dengan senyum ceria nya. Meskipun senyum itu Jery paksakan. Sebab, pikiran Jery mulai tidak tenang ketika istrinya selalu mengajaknya untuk foto berdua seperti ini. Jery, merasa Manda akan benar benar pergi dari hidupnya.


Namun, Jery juga tak bisa melakukan apapun lagi. Meskipun dalam sujudnya ia selalu berdoa untuk kesembuhan sang istri tercintanya. Tapi, jika memang takdir berkata lain. Semuanya juga kadang tak sesuai harapan. Karena sejatinya rencana Allah itu juah lebih indah.


Sedangkan dari arah yang berbeda, nampak seorang gadis sejak tadi selalu menatap kearah Manda dan Jery.Tatapan nya begitu sendu, air matanya pun menetes tanpa diminta untuk turun.


"Yaa Tuhan, aku begitu berdosa. Dia begitu baik untuk mengidap penyakit seperti itu.Sedangkan aku malah tega membuat suaminya ikut berdosa dengan ku".Lirihnya pelan sembari mengusap perut nya yang masih rata.


Seandainya saja malam itu ia tidak nekad. Mungkin masalah seperti ini tidak akan pernah terjadi. Pikiran kalutnya dan juga tuntunan sang kekek serta betapa prustasi nya gadis itu. Karena mendapati kekasihnya yang ia harapkan bisa memperjuangkan hubungan mereka di hadapan keluarga besarnya. Tapi malah memilih juga untuk berselingkuh dan tidur dengan wanita lain.


Tapi, gadis itu berjanji pada dirinya sendiri. Untuk tidak akan pernah menuntut pertanggungjawaban pada pria yang sudah merenggut kesuciannya. Sebab, Dia tahu semua itu juga murni bukan kesalahan sang pria. Namun, karena kebodohan nya sendiri.


"Maafkan bunda sayang!!. Bunda tidak mau mengorbankan orang lain untuk kebahagiaan kita".Lirihnya sembari mengusap air matanya.


Gadis itu berbalik badan dan pergi meninggalkan taman. Dengan perasaan bersalah nya. Ia sama sekali tidak tahu jika one night stand nya dengan pria yang tak ia kenal di club malam itu. Bisa membuatnya hamil begini.


Dan apalagi setelah ia tahu jika pria itu adalah pria yang sangat mencintai keluarganya terutama istri nya sendiri. Seandainya ia tahu mungkin gadis itu lebih memilih menyewa gigolo saja. Daripada harus mencari pria di club yang mau merusak masa depannya.


Dengan langkah gontai gadis itu terus berjalan. Ia juga sudah mengundurkan diri dari pekerjaan nya. Meskipun ia harus membayar denda dengan nominal yang tidak sedikit tentunya. Karena ia masih terikat kontrak kerja dengan salah satu maskapai penerbangan.


Tapi nominal uang bukan masalah sulit baginya. Sebab, ia juga bukan dari keluarga tak berada. Selain itu, gadis ini juga memiliki usaha restoran yang ia bangun dari nol. Dengan uang hasil kerja kerasnya selama ini.


Belum lagi ia juga adalah cucu tinggal dari keluarga menengah atas. Jadi, sangat mustahil ia akan kekurangan uang. Gadis itu memutuskan untuk tetap merawat bayinya sendiri tanpa harus meminta pertanggungjawaban dari pria yang telah menanamkan benihnya di rahimnya.