
Saat Febby menghabiskan waktu wekeend nya bersama dengan Ibu dan juga Bunda Kinan. Di tempat lain juga saat ini Leon baru saja kembali dari mengantarkan Hani pulang ke apartemen nya.
Dengan langkah lebar dan wajah yang nampak cerah secerah sinar matahari siang ini. Bahkan Leon nampak bersiul siual. Yang menandakan keadaan hatinya sedang bahagia.
Leon membuka pintu asramanya dengan wajah yang berseri seri.Tapi saat ia akan masuk langkahnya terhenti karena suara seorang perempuan dari arah belakang.
"Kak Leon... ".Panggilnya dengan nada sedikit berteriak. Membuat Leon langsung menoleh dan membelalakkan matanya karena terkejut.
" Clara... "Lirih Leon masih dalam mode keterkejutan nya. Sedangkan suasana aspol sudah nampak riuh oleh seluruh anggota. Mereka semua sedang berkumpul melihat model ternama yang wajahnya sering terlihat di stasiun televisi. Kini malah datang langsung ke Aspol.
" Wih... Itu model sekaligus artis yang sedang naik daun itu kan? ".
" Iya beneran dia Clara ".
" Wah, tubuhnya memang aduhai sekali ya.Wajar saja dia jadi model ternama sampai mancanegara ".
" Kalau kayak gini gue juga mau jadi pacarnya men".
Dan masih banyak lagi suara suara gumanan dari para penghuni aspol. Membuat Leon mendengus kesal dan segera menghampiri sang adik. Menariknya masuk kedalam asramanya. Leon tak menggubris panggilan dari senior dan juga rekan anggotanya. Yang meminta foto bareng dengan adiknya.
"Iihhh kak Leon, lepasin!!!. Tangan Clara sakit tahu".Manja Clara dengan suara seraknya yang memang sejak dulu suara Clara memang terdengar seksi di telinga.
" Heh, Loe mau ngapain kemari bege??? ".Leon mentoyor kening adiknya. Membuat tubuh Clara terhuyung ke belakang.
" Hehehe, Clara kan kangen sama kakak ku tersayang".Clara malah memeluk erat tubuh kakanya. Seakan tidak mau lagi melepaskan nya.
Leon melonggarkan pelukan adiknya. Lalu ia menatap dalam mata sang adik. "Katakan kenapa loe kagak pulang pulang kerumah Ayah dan Bunda??? ".Tanya Leon serius. Bahkan tatapan mata Leon terlihat seram menurut Clara.
" Ayolah kak jangan bahas itu lagi!!!. Ayah dan Bunda masih sangat marah padaku. Bagaimana bisa aku pulang kerumah dalam kondisi seperti ini. Yang ada malah mereka menyuruhku kembali berhenti dalam dunia entertainment ini".Jawab Clara sambil menatap wajah Leon sendu.
" Kak, come on!!!. Ini dunia hiburan. Apapun bisa semua orang lakukan. Asalkan mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan".Jawab Clara dengan santainya.
"Ya, Itu yang terjadi sama elo kan???. Loe gak malu jual diri demi karir loe itu. Hah??? ".Bentak Leon yang sudah sangat muak. Sebenarnya Leon tidak mau lagi membahas masalah ini. Karena Clara tidak pernah sama sekali mau menjawab dan selalu bersikap cuek dengan apa yang terjadi beberapa bulan terakhir. Bahkan Clara tidak pernah memberikan klarifikasi mengenai berita yang tersebar.
Dan sejak itu pula Leon jadi kena imbasnya juga. Kedua orang tuanya langsung berubah dan malah keras kepala Seakan mereka tidak pernah perduli lagi dengan apa yang terjadi pada anak anaknya. Waktu mereka memang banyak tersita oleh pekerjaan. Tapi sekarang bagi mereka pekerjaan adalah hidup mereka.
"Loe tahu ?. Sejak berita itu muncul ke publik, Ayah dan Bunda semakin berubah. Mereka bahkan tidak pernah bisa mendengar penjelasan apapun dari anak anaknya.Loe seharusnya mikir Clara!!!. Jadi , kakak mohon berhenti berbuat konyol!!!. Semua ini demi masa depan loe sendiri ra. Tinggakan dunia hiburan itu!. Dan lanjutkan kuliahmu!!! ".Lirih Leon pelan. Leon juga memegangi bahu adiknya.
" Maaf kak, Clara tidak bisa".Jawab Clara sambil menyeka air matanya. "Clara banyak berkorban hingga sampai ke titik ini jadi tolong jangan halangi Clara lagi kak!!!".Clara hendak berbalik badan dan melangkah keluar asrama.
" Tadinya Clara kemari hanya ingin makan siang bersama kakak. Tapi seperti nya kedatangan Clara tidak diinginkan oleh Kakak. Kalau begitu lebih baik Clara pulang saja".Ucap Clara pelan. Tapi Leon tidak berniat untuk menghentikan adiknya. Membuat Clara bertambah sedih.
"Jaga diri kakak baik baik!!!. Dan jangan pikirkan masalah Clara!. Clara bisa jaga diri kak!!! ".Sambung Clara lagi sebelum ia benar benar pergi dan hilang di balik pintu aspol nya Leon.
" Arrgghhhh.... ".
Leon menjambak rambutnya sendiri. Bahkan ia mengusap wajahnya dengan kasar. Leon langsung berlari kearah luar. Untuk menyusul sang adik, tapi sayangnya mobil Clara sudah melaju dengan kencang kearah luar lapangan.
Leon juga melihat para anggota yang lain masih tetap berkumpul untuk melihat adiknya.
"Hais... Sial".Upat Leon sambil mengacak acak rambutnya sendiri.
Walau bagaimana pun juga Clara tetap adiknya. Adik satu satunya yang mesti ia jaga dan lindungi. Meskipun Clara sudah tidak suci lagi yang menurut kabar yang ia dengar.
TBC