
Ke esokan harinya Calista dan Celine sudah berada di rumah Jery.Dari sekian banyak sepupunya , Calista hanya sering mengunjungi kediaman Jery saja. Karena kata Calista kalau berkunjung ke Mension Naura. Ia harus melewati banyak pengawal dulu. Begitu juga dengan Al.
Rasanya seperti ingin memasuki rumah presiden saja. Sedangkan di rumah Naures, ia merasa sepupunya satu itu bagaikan gunung es yang sama menyebalkannya dengan suaminya.
Dan kalau dirumah Jery, Ia bisa curhat ke Velyn yang sangat bijaksana. Bahkan hanya Velyn yang tak mempunyai kesibukan. Bahkan Velyn bernasib sama dengan nya. Sama sama mempunyai putri sambung. Jadi, menurut Calista ngobrolnya akan jadi nyambung.
Saat ini kedua wanita itu sedang duduk di teras belakang . Sambil melihat Mayra dan Celine sedang asyik bermain di pinggiran kolam renang bersama para pengasuhnya.
" Kakak ipar, si Naura betah gak ngeri ya punya suami mafia gitu". Calista mulai mengajak Velyn bergosip.
"Mafia??? ". Velyn yang bingung karena ia juga tidak tahu seluk beluk suami adik iparnya. Setahu Velyn Mark adalah seorang pengusaha sukses seperti suaminya. Malah jauh lebih sukses.
" Memangnya suami Naura itu Mafia apa??? ". Velyn bertanya dengan polosnya. Membuat Calista menepuk jidatnya sendiri.
" Astaga, kakak ipar tidak tahu??? ". Velyn pun hanya menggeleng kan kepalanya saja dengan jujur.
" Mafia segala nya kakak ipar. Bahkan katanya Vian itu rajanya Mafia loh". Bisik Calista pelan.
"Jangan gosip kamu Lis!!!. Kalau Naura tahu bisa habis kamu loh".
" Lis... Lis... Nama aku itu Calista kakak ipar. C. A. L. I. S. T. A Calista. Bukan Lilis". Seru Calista mengeja namanya sendiri.
Velyn pun hanya terkekeh saja. Velyn juga sambil menyusui Marchel. Istri Jery itu tidak suka menggosip jadi, Ia menanggapi ocehan Calista hanya dengan seadanya saja.
"Bunda buah mangga nya jatuh". Mayra datang menghampiri Calista dan juga Velyn dengan membawa satu buah Mangga besar di tangan mungilnya.
" Sayang, nanti getahnya kena kulit kamu loh. Buang saja sana mungkin busuk atau layu!!! ". Ucap Velyn
" Jangan sayang!! ". Cegah Calista yang menghentikan gerakan keponakan nya itu. " Kayak nya enak tuh dibikin rujak". Serunya sambil meneguk air liurnya sendiri. Membayangkan buah mangga muda yang masuk kedalam mulutnya beserta sambal kacang berpadu dengan gula merah.
"Ambil saja di pohon nya Lis, kalo mau bikin rujak!!. Tuh masih banyak". Velyn menunjukkan pohon mangga yang memang sedang berbuah lebat di samping tembok di ujung pagar belakang rumahnya.
" Hei... Kamu". Calista langsung memanggil salah satu bodyguard nya yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari anak anak.
" Hem... Tolong ambilkan buah mangga itu ya!!. Tapi yang masih mengkel jangan yang mateng!!! ".Perintahnya yang langsung membuat Velyn melongo.
" Kamu kayak orang ngidam saja sih Lis??? ". Ledek Velyn menggeleng kan kepalanya.
" Memangnya hanya orang ngidam saja yang bisa makan mangga mengkel? ".Jawab Calista santai.
Calista juga tak sadar sejak kapan ia suka makan rujak buah mangga. Rasa asam saja ia tidak suka, tapi kali ini malah ingin memakan mangga mengkel.
Wanita itu sama sekali tidak berpikir aneh aneh. Yang ada di otaknya kali ini hanyalah merasakan rujak mangga mengkel saja. Bahkan Calista sudah bangkit dari tempat duduknya.
"Mau kemana lis?? ".
" Oh ya ampun kakak ipar tolong jangan panggil aku lilis lagi!! ". Protes Calista sedikit kesal.
" Salah sendiri punya nama Calista ". Ledek Velyn terkekeh sendiri. " Kamu mau kemana??? ".Ulang Velyn lagi.
" Buat bumbu rujak. Masa chef terkenal kayak aku bikin bumbu rujak aja gak bisa ". Sahut Calista dengan sombongnya.
" Yaudah, bikin yang enak ya!!. Aku juga mau tuh rujaknya. Sekali kali cicipin bumbu rujak bikinan chef terkenal ". Ledek Velyn lagi sambil mengulum senyuman nya.
Calista hanya mengangkat tangan nya saja. Dan langsung masuk kearah dapur. Wanita itu benar benar niat ingin makan rujak. Sampai harus turun tangan sendiri seperti itu.
" Mami mana bun??? ". Tanya Celine yang kini menghampiri Velyn.
" Mami sedang kedapur sayang. Mau bikin bumbu rujak. Siapa tahu sekarang sudah ada adik kamu di dalam perut Mami". Seloroh Velyn.
"Benarkah??? ". Velyn dengan jahilnya malah mengangguk kan kepala nya saja. Membuat Celine langsung menyambar ponsel Calista yang ada di atas meja di depan Velyn.
" Hallo Papi... ".
TBC