Married Accident

Married Accident
Kontraksi



"Dia... ". Ulang gadis itu masih saja bingung. Saat mendengar kata kata Joe barusan. Namun, Joe malah langsung beranjak dari sana dan menuju arah sofa.


Mematikan televisi nya lebih dan mulai sedikit berjongkok. Dan ia membopong tubuh Rinda membuat gadis yang yang menggantikan pekerjaan ibuny melongo tidak percaya. Akan, hal yang ia lihat saat ini. Jika Joe membawa wanita lain masuk kedalam Apartemen nya.


Belum lagi cara Joe menatap gadis itu sangatlah berbeda. Ia tidak menyangka juga jika, Joe ternyata sudah dekat dengan seorang gadis cantik. Yang bisa ia lihat jika Rinda jauh di atasnya.


" Kamu boleh mulai membersihkan ruangan ini!. Dan tidak usah bagian kamar! ". Perintah Joe sebelum ia melangkah pergi menuju arah kamarnya dengan membopong tubuh Rinda.


" Baik tuan". Jawab gadis itu sedikit kesal.


Hal tak terduga pun ikut di lihat oleh gadis bernama Esti itu. Bagaimana saat Rinda malah berguman saat tidur dengan memanggil Joe dengan panggilan sayang. Bahkan, Rinda terus menyebut nama Joe. Sampai keduanya masuk kedalam kamar milik Joe.


Saking keponya Esti pun ikut melangkah mengikuti langkah Joe sampai di depan pintu kamar Joe. Yang memang tidak Joe tutup rapat. Karena ia juga kesulitan menutup pintu kamar itu saat membawa tubuh Rinda.


Sedangkan di dalam sana , Rinda yang masih saja berguman. Saat ini malah mencium bibir Joe dalam keadaan memejamkan matanya. Ketika Joe membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu.


" Kau ini masih polos tapi main sosor saja". Guman Joe malah tersenyum bangga saat bibirnya di kecup oleh Rinda dalam keadaan tak sadar diri begitu.


Joe ikut menundukkan kepalanya. Untuk menatap wajah Rinda lebih dekat lagi. Namun, posisi Joe saat ini malah terlihat seperti sedang mencium Rinda. Apalagi ketika di lihat dari arah pintu kamar sana.


" Cih, dasar wanita murahan". Sinis Esti yang langsung pergi begitu saja dari depan pintu kamar itu.


Ia mulai membersihkan seluruh ruangan sesuai perintah Joe. Dan ia malah ingin cepat cepat pergi dari Apartemen tersebut. Karena tak ingin melihat Joe dan Rinda bermesraan lagi.


🌿🌿🌿🌿🌿


Mension Bara...


" Pi... Aww... " . Lirih Calista sembari memegangi perut buncitnya.


Ceklek...


Ketika Bara keluar dari kamar mandi, langsung menghampiri istrinya yang saat ini berusaha bangun dari tempat tidur nya.


" Kenapa sayang? ".Tanya Bara panik karena Calista terus saja meringis.


" Perutku sakit pi. Mules, tapi pengen pipis juga". Rengek Calista yang memang mulai merasakan nano nano.


" Sini biar aku bantu ke kamar mandinya". Ucap Bara yang tak tega melihat istrinya berjalan sendiri ke arah kamar mandi.


Namun, ketika Calista sudah menurunkan kakinya ke lantai. Tiba tiba ada air yang mengalir dari sela kakinya.


" Sayang, kamu udah pipis ya?. Kenapa udah gak tahan lagi? ". Seloroh Bara yang memang masih awam masalah seperti itu.


" Pi,aku seperti ingin segera melahirkan. Itu air ketuban pi". Seru Calista yang baru sadar jika rasa mulesnya sejak tadi adalah rasa kontraksi baby twins yang ingin mencari jalan keluarnya.


" What?. Aku harus bagaimana? ". Bara malah tiba tiba bodoh sendiri. Dan itu membuat Calista kesal dan langsung bangkit dari ranjangnya. Melangkah menuju arah pintu kamarnya. Karena ia sudah tidak tahan lagi. Untuk menunggu suaminya cepat konek.


Bara yang baru ngeh kini langsung menyusul langkah istrinya. Dan langsung menggendong tubuh Calista untuk segera keluar dari kamar itu. Sambil terus memanggil pelayan serta sopir pribadinya untuk menyiapkan mobil.


TBC


KALAU ADA TYPO HARAP MAKLUM GENGS, BUNDA MASIH AGAK OLENG DAN MASIH GAK BEGITU MOOD BUAT UP. NAMUN, APALAH DAYA DEMI READERS KU, AKU TETAP KUATIN HATI DAN MATA BUAT NULIS MESKIPUN MASIH DONGKOL BANGET NIH GARA GARA NTUN😩😩😩😭