Married Accident

Married Accident
Pujian Yang Tak Biasa



Keesokan harinya Febby pagi pagi sekali sudah nampak rapi saja. Bahkan blazer bewarna putih sudah menempel pada lengan tangannya. Penampilan gadis itu memang sederhana. Tapi semakin hari semakin modis saja. Sebab, Kinan selalu memberikan pakaian yang harganya tidak sanggup untuk Febby beli.


Tidak hanya itu saja, Bahkan kedua orang tua Febby juga selalu di belanjakan oleh Kinan. Dan saat ini Ibu Nurma dan Kinan malah bekerjasama untuk membuka usaha baru. Karena Bu Nurma sangat ahli dalam memasak. Maka, Kinan tidak segan untuk memberi modal usaha pada Bu Nurma. Dengan cara bagi hasil nantinya.


Bu Nurma memilih untuk membuka usaha kue tradisional. Dan tentunya sangat di dukung oleh Kinan. Meskipun di awal nya Bu Nurma dan juga Ayahnya Febby menolak. Tapi berkat bujukan dan juga pengertian Kinan. Akhirnya kedua orang tua Febby setuju.


"Uh, anak ibu udah rapi aja".Bu Nurma sangat tumben sekali memuji putrinya. Membuat Febby mengerutkan keningnya. Tidak biasa menerima pujian ibunya terang saja membuat Febby sedikit curiga.


" Ada apa Bu???. Bilang aja langsung kagak usah pake acara muji muji segala!!! ".Ucap Febby yang sudah tahu bau bau ada udang dibalik bakwan ibunya.


" Duduk dulu lah!!!. Ibu mau ngomong serius sama kamu".Bu Nurma menggeser salah satu kursi di meja makan untuk Febby. Bahkan wanita paruh baya itu pun nampak tersenyum penuh arti.


Febby mengangkat alisnya penuh dengan kewaspadaan. "Bau baunya tidak enak nih".Sindir Febby sambil menatap penuh curiga kearah ibunya.


" Curigaan mulu. Heran deh. Sama emak sendiri juga".Ibu Nurma langsung menatap tajam pada putrinya.


Febby hanya mencebikkan bibirnya saja. Karena ia sudah hafal betul bagaimana sifat ibunya itu. Meskipun baru hari ini ibunya mengawalinya dengan pujian kecil saja.


Setelah Febby duduk dengan manis. Ibunya pun langsung menyediakan sarapan untuk nya. Sedangkan Ayah Febby sudah pergi bekerja. Menjadi sopir taksi yang sudah lama ia geluti. Bahkan Febby tidak pernah malu dengan pekerjaan orang tuanya. Ia justru bangga terutama pada Ayahnya. Demi menafkahi anak dan istrinya ia rela banting tulang. Dan tidak pernah memilih pekerjaan apapun. Asalkan anak dan istrinya tidak kelaparan, baginya mereka semua adalah tanggung jawabnya.


Dan meskipun sudah berulang kali Kinan dan Raka meminta Ayahnya Febby untuk berhenti menjadi sopir taksi. Karena mereka sudah menyiapkan jabatan yang bagus di perusahaan Raka. Tapi Ayahnya Febby tetap memilih menjadi sopir saja. Ia tidak mau banyak merepotkan orang . Apalagi orang baik seperti kedua orang tuanya Naufal. Bagi Ayahnya Febby ia sudah sangat bersyukur sekali. Karena putrinya bisa bertemu pria sebaik Naufal begitu pun dengan keluarga nya.


Karena di zaman sekarang sangat jarang sekali. Ada orang yang mau bergaul dengan orang susah. Dan tidak membedakan kasta. Yang ada mereka pasti lebih memilih orang yang juga derajat nya sama dengan mereka untuk dijadikan anak mantu.


Padahal jika mereka mau mengambil segi positif nya. Dan memandang orang dari tanggung jawabnya. Maka rezeki itu akan datang dari tempat yang tidak pernah di duga duga sebelumnya. Dan rezeki juga tidak akan tertukar karena sudah tertakar.


Tinggal usaha itulah dan tetap ikhtiar di jalan nya. Karena rezeki juga tak selalu tentang uang, harta dan juga kedudukan. Sebab diberi kesehatan saja itu adalah rezeki yang tak ternilai harganya. Percuma saja harta berlimpah, usaha dimana mana tapi badan kita sakit sakitan. Pada akhirnya sebanyak apapun harta yang kita miliki pasti ujungnya ujungnya akan habis juga. Karena tidak ada yang mengelolanya dengan baik dan benar.


"Apaan Bu?. Buruan Febby telat nih!! ".Seru Febby mulai tidak sabaran karena sebentar lagi pasti Naufal sudah sampai dirumahnya.


" Ibu pengen kakak kamu pulang aja feb!!. Kasian dia banting tulang di Negara orang terus. Kan kalau disini dia bisa bantu ibu di toko ".Ucap Bu Nurma pelan.


Febby tersenyum mendengar ucapan ibunya. Karena ia senang jika keluarga mereka bisa berkumpul kembali seperti dulu. Mungkin inilah saatnya peluang kakaknya. Untuk bisa berkumpul bersama mereka lagi. Karena sudah hampir enam tahun kakak Febby menjadi TKi di luar Negeri.


Hanya untuk membantu perekonomian keluarga mereka. Dan melunasi hutang hutang Ayah nya pada lintah darat.Beruntung rumah mereka tidak di ambil paksa oleh lintah darat itu. Karena semua gaji kakaknya sudah dikirim kan untuk melunasi hutang hutang orang tuanya dulu.


"Bu, jika itu yang ingin ibu katakan. Maka Febby sangat setuju akan usul Ibu".Febby tersenyum sambil menggenggam erat tangan ibunya. " Febby juga udah kangen banget Bu sama kak Ferry".Sahut Febby jujur.


Ibu Nurma langsung memeluk putrinya. Ia menangis haru.Karena semua ini juga berkat Febby. Sejak Febby dekat dengan Naufal perlahan perekonomian keluarga mereka mulai membaik. Dan bahkan Kinan Bundanya Naufal sudah sangat setuju jika nanti hubungan Febby dan Naufal sampai ke tahap yang lebih serius lagi. Begitu pun dengan harapan kedua orang tua Febby.


Bukan karena mereka matre ataupun gila harta. Tapi orang tua mana yang tidak senang jika anak anaknya bisa hidup bahagia dengan orang yang mereka cintai. Dan ditambah lagi bertanggung jawab.


TBC