
Di saat Febby sedang di kasih siraman rohani oleh ibunya. Dan mendengarkan dakwah panjang lebar yang keluar dari mulut ibunya yang super duper rempong abis itu.
Sedangkan Naures kini segera memarkirkan mobilnya di depan hotel Xx. Dimana istrinya tadi di antar oleh Febby memesan kamar di hotel ini.
"Ya Allah semoga istriku masih ada di kamarnya".Doa Naures sebelum ia membuka pintu mobilnya.
Dengan langkah yang tergesa gesa. Serta penampilan yang sudah sangat kusut. Naures langsung masuk dan menghampiri meja resepsionis. Untuk menanyakan nomor kamar yang dipesan oleh istrinya.
"Selamat datang dan selamat malam tuan Naures".Sapa resepsionis itu ramah. Karena ternyata hotel ini adalah hotel kolega bisnis perusahaan Bgs Group. Dan tentu saja semua partner bisnis mereka sangat mengenal keturunan Bagaskara.
"Malam, saya ingin menanyakan nomor kamar istri saya".Jawab Naures sambil mengajukan pertanyaan nya langsung.
" Istri??? ".Ulang resepsionis itu bingung.
" Iya, tadi istri saya chek in di hotel ini. Apa ada wanita yang memesan kamar atas nama Yunita??? ".Tanya Naures lagi tidak sabaran.
" Sebentar ya tuan saya cek dulu ".Meskipun sedikit terkejut resepsionis itu masih mau mengecek nama pengunjung yang disebutkan oleh Naures.
" Kamar VIP nomor 112 di lantai 10 atas nama Yunita tuan".Ucap resepsionis itu setelah ia berhasil menemukan nama pengunjung yang disebutkan oleh Naures tadi.
"Terimakasih . Apa ada kunci serep nya??? ".Naures meminta kunci lain pada resepsionis itu. Tapi resepsionis terlihat nampak sedikit ragu.
" Baiklah kalau tidak mau. Biar saya telpon atasan kalian saja".Naures merogoh ponselnya yang ada di dalam saku jasnya.
"Jangan tuan. Biar saya ambilkan dulu kuncinya".Sahut Resepsionis itu gugup karena ia tahu betul bagaimana karakter para penerus perusahaan Bagaskara group. Sebab huru hara tentang sifat keturunan Bagaskara sudah tersebar di kalangan bisnis.
" Ini tuan".Resepsionis pun langsung menyodorkan kunci duplikat kamar yang dipesan oleh yuni pada Naures.
"Tapi tuan pemesan kamarnya itu...
" Saya sudah tahu".Potong Naures sebelum mendengar kan penjelasan resepsionis nya.
Naures langsung bergegas melangkah pergi. Dan berjalan menuju arah lift. Dengan langkah lebar dan degupan jantung yang masih sangat khawatir Naures langsung menekan tombol lantai. Dimana letak kamar yang dipesan oleh istrinya.
"Tunggu aku sayang".Guman Naures sambil meremas jari jari tangannya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Ting....
Pintu lift terbuka membuat Naures segera melangkah keluar, dan bergegas mencari nomor kamar sang istri. Senyumnya mengembang saat melihat nomor kamar 112.
Naures langsung memasukkan id card kunci kamar untuk membuka pintunya. Dan setelah ia berhasil membuka pintu kamar itu.
Ceklek....
Naures dikejutkan oleh sesuatu hal yang membuat matanya melotot tak percaya. Tubuh Naures dibuat menegang di tempatnya berdiri.
Apalagi ia dapat melihat dengan jelas senyum yuni yang mengembang sempurna.Di bawah sinar lilin yang sudah di susun rapi di lantai kamar. Taburan bunga mawar dengan berbentuk hati.
"Sayang... ini... " Naures tak bisa berkata kata lagi melihat suasana kamar saat ini.
Apalagi perut buncit yuni yang menonjol sehingga tonjolan bukit sintalnya menyembul keluar. Karena kain tipis itu dibuat khusus sedemikian rupa untuk menggoda para suami dan pria tentunya.
"Happy Anniversary sayang".Seru Yuni dengan tersenyum manis pada suaminya.
" Sayang... Semua ini kamu yang siapin???"Yuni mengangguk kan kepalanya. "Jadi kamu tidak marah padaku???".Yuni kali ini menggelengkan kepala nya. " sayang, kau ini membuatku hampir gila saja".Naures langsung memeluk tubuh istrinya erat. Menciumi seluruh wajah istrinya.
"Maaf".Lirih Yuni sambil mendongakkan kepalanya, menatap wajah kusut suaminya.
" Kau tahu sayang aku sangat mencintaimu, apapun yang terjadi aku tidak akan berpaling sedikitpun. Maafkan aku tidak bisa jujur dari awal sayang ".Naures berucap sambil terus mengecup bibir istrinya. Sungguh ini adalah moment terindah bagi Naures, serta kebahagiaan yang nyata adanya.
" Aku tahu sayang. Maka dari itu aku juga tidak akan meninggalkanmu dalam keadaan dan kondisi apapun itu. Karena aku percaya pada suamiku".Balas Yuni serius.
"Terimakasih sayangku. Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu".
" Aku pun begitu sayang, sangat mencintaimu lebih dari apapun. Kamu tahu sayang, sejak tadi siang aku menahannya. Twins sudah sangat rindu Ayahnya".Seru Yuni manja.
Naures melonggarkan pelukan nya. Dan kini malah menatap wajah istrinya dengan tatapan datarnya. "Lalu apa maksud dari surat yang tinggalkan ini!!! ".Tanya Naures sambil memperlihatkan kertas kusut yang sudah ia remas dan ia masukkan kedalam jasnya tadi.
" Heheh... itu hanya iseng saja sayang. Kalau tidak begitu mana mungkin surprise nya berjalan lancar".Jawab Yuni sambil nyengir kuda.
"Happy Anniversary ke dua tahun istriku".Naures kembali mengecup bibir istrinya.
" Mana kadonya??? ".Tanya Yuni sambil mengadakan tangannya.
" Aw... "Pekik Yuni terkejut saat Naures malah mengangkat tubuhnya tiba tiba membuatnya terkejut.
" Kado buat Twins dulu baru Bundanya ".Bisik Naures mesum.
Yuni hanya mengulum senyumnya saja saat tubuhnya direbahkan di atas ranjang empuk itu oleh suaminya. Dan malam ini akan menjadi malam panjang untuk keduanya. Naures sangat bahagia karena istrinya tidak benar benar pergi meninggalkan nya dan memisahkan twins dari Ayahnya.
" Akh.. Sa... yang... ".
Suara ******* Yuni langsung mencuar memenuhi ruangan kamar itu. Saat Naures sudah memainkan bukit sintal miliknya. Dan tanpa harus menunggu lama dan pemanasan eksta keduanya langsung tancap gas.
Gaspol habis menyatukan dua penghuni yang saling menerobos, menjepit bahkan sampai berdenyut nikmat. Menciptakan gairah yang menghubungkan rasa gerah, nikmat dan sedap secara bersamaan.
" Emm... Akh... ".
" Uuhhh... ".
Keduanya saling bersahut sahutan dalam irama nada yang syahdu. Membuat lupa diri dalam goyangan dan pacuan tubuh naik turun.
Yuni mencengkram kuat bahu suaminya ketika sesuatu dalam tubuhnya ingin menyembur keluar. Membuat benda panjang berurat di dalam sana terasa terjepit nikmatnya.
Entah berapa lama keduanya larut dalam serangan hasrat yang menggebu tiada tara itu. Yang jelas Naures tak mau berhenti secepatnya. Hitung hitung membantu membuka jalan lahir Twins.
**TBC
Sengaja kagak usah panas panas🔥🔥🔥 biar kagak kebakar hasrat jugaðŸ¤ðŸ¤Kalau kurang haredang praktek sendiri ya gengs, bunda othor kagak tanggung jawab dah😂😂😂**