
Setelah menempuh perjalanan dan menghabiskan waktu sekitar satu jam lebih. Kini keluarga besar Bagaskara pun sudah sampai di villa mewah yang tidak begitu jauh dari puncak. Sebenarnya villa satria juga ada disekitaran kawasan ini. Tapi berhubung keluarga istrinya meminta mereka untuk berkumpul di villa yang sama. Jadi Kakak ipar Naures mengalah saja.
Sebab, suasana seperti ini jarang terjadi. Sejak tadi Naures selalu saja menempel pada istrinya. Bahkan membuat Yuni tidak bisa bergerak dengan bebas. Hal itu malah membuat Naures mengulum senyumnya sendiri.
"Kak, aku mau kekamar dulu menyusun barang barang kita".Yuni berusaha melonggarkan belitan tangan suaminya dari pinggangnya itu.Tapi bukannya lepas Naures malah semakin mengeratkan tangannya.
" Ayo biar aku bantu menyusun barangnya!!! ".Ucap Naures dengan santainya. Bahkan ia langsung menarik istrinya untuk masuk kedalam kamar mereka.
Yuni hanya pasrah sambil menggeleng kan kepalanya saja. Karena batin yuni percuma saja ia menolak. Sekeras apapun usahanya untuk menghindar, Maka selalu saja ada cara bagi Naures membuatnya bertekuk lutut.
Sampai didalam kamar Yuni pun langsung membuka koper mereka dan menyusun pakaiannya didalam lemari yang ada didalam kamar itu. Tanpa ingin tahu apa yang sedang dilakukan suaminya saat ini.
Sedangkan Naures yang saat ini duduk dibibir ranjang menatap mesum kearah istrinya. Yuni sebenarnya sudah sangat curiga tapi ia pura pura tidak tahu saja.
"Sayang, nanti saja diteruskan lagi. Sekarang kemarilah sebentar!!! ".Seru Naures sambil menepuk sisi bibir ranjang yang ada disebelah nya duduk.
"Tanggung kak. Sedikit lagi".Elak Yuni agar bisa sedikit menghindar. Bukannya Yuni mau menolak tapi ia rasa kurang nyaman saja jika anggota keluarga nya sedang berkumpul begini.
Apalagi Yuni selalu saja tidak bisa mengontrol suara erotisnya itu. Karena suaminya sangat lihai membuat nya mendesah.
" Jangan membuat alasan sayang!!!. Kemarilah!!!. Atau aku sendiri yang menarikmu agar kau menurut ".Ancam Naures sambil menarik sudut bibirnya.
"Iya.. Iya... Sabar dong kak, Aku tidak akan kabur".Sahut Yuni sambil menghela nafasnya.
" Kau akan menyesal jika punya niat kabur sayang ".Naures memang tidak kehabisan ide untuk membuat istrinya manut dan bungkam. Hal itu justru membuat dirinya mempunyai kepuasan sendiri saat melihat Yuni pasrah dan akhirnya menyerah dengan sendirinya.
" Ck... Dasar calon Ayah yang kejam".Gerutu Yuni. Membuat Naures malah terkekeh saja.
Yuni melirik sekilas kearah suaminya setelah ia tinggal menyelesaikan beberapa lembar lagi sisa pakaian nya dengan milik suaminya yang ada didalam koper. Helaan nafas Yuni sedikit berat saat melihat ternyata suaminya sudah membuka baju atasnya. Dan kini hanya menyisahkan boxer pendeknya saja. Bahkan Naures sudah tidur terlentang di atas ranjang dengan bertelanjang dada.
"Dingin loh kak, kenapa malah buka baju??? ".Yuni malah bertanya konyol.
" Tidak akan dingin lagi jika kamu sudah duduk disini sayang".Tunjuk Naures pada area pangkal paha nya. "Malah nanti kita akan mengeluarkan keringat bersama".Godanya sambil mengedipkan matanya.
Yuni hanya bisa bersemu merah akan ucapan suaminya itu. Lalu ia melangkah gontai ke arah ranjang. Membuat Naures melebarkan senyumnya.
Tapi Saat yuni sudah mendekat Naures tiba tiba bangun dari tidur nya. " Mau kemana kak??? ".Tanya Yuni sedikit bingung.
Setelah suaminya masuk kedalam kamar mandi. Yuni pura pura menerima telpon. Dan ia jadi ada kesempatan untuk keluar kamar.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sampai di luar kamar Yuni merasa sedikit lega. Lalu ia berjalan ingin masuk kedapur. Tapi baru beberapa langkah ia berjalan. Yuni malah mendengar ocehan Oma Mona. Dan ia juga melihat Naura dengan suaminya yang berjalan terburu buru menuju kamar mereka.
"Pasti Naura mau mengajak suaminya olahraga lagi tuh".Guman Yuni sambil terkekeh. Lalu ia melangkah lagi menuju dapur tapi langkahnya kurang cepat oleh gerakan tangan suaminya.
" Emm.... "Yuni terkejut karena tiba tiba mulutnya di bekap dan tangannya ditarik oleh suaminya sendiri.
" Mau kabur kemana sayang???. Selaikan dulu tugasmu!!! ".Ucap Naures sambil membawa istrinya kembali masuk kedalam kamar.
" Aku hanya ingin mengambil minum saja. Siapa yang kabur??? ".Lagi lagi Yuni berdalih setelah mereka sudah kembali masuk kedalam kamarnya.
Dan tanpa ingin menanggapi ucapan istrinya Naures malah lebih memilih untuk membungkam mulut istrinya dengan ciuman panasnya. Hingga membuat Yuni hanya bisa menerima nya.
Belitan lidah suaminya itu membuat Yuni perlahan lahan mulai menikmatinya. Dan tangan suaminya juga sudah menjalar kemana mana. Bahkan kini sudah menyentuh area sensitif nya dibawah sana.
"Aahhkk... ".
Suara halus nan mendayu dayu itu akhirnya lolos juga dari bibir Yuni. Karena ia sudah merasa dibawah sana pasti sudah mulai lembab akan ulah Naures.
Hanya dengan satu gerakan cepat tapi perlahan kini tubuh Yuni sudah dibaringkan di atas kasur empuk itu oleh suaminya. Dan sepersekian detik kemudian, keduanya sudah memulai penyatuan nya. Dan hanya suara suara merdu yang terdengar di ruangan kamar itu.
Yuni hanya bisa menggeliat, melenguh nikmat akan permainan panas suaminya.
" Aaaakkkhhh... ".
" Sa... ya.. ng... "
Dua duanya kembali melenguh yang saling bersahut sahutan. Karena mereka berdua saat ini menikmati satu sama lainnya kenikmatan dan kepuasan masing masing.
Mereka tidak perduli apa yang terjadi di luar kamar. Saat ini hanya rasa nikmat dan puas saja yang mereka cari.