Married Accident

Married Accident
Menyesal



Satu Minggu Kemudian


Setelah kejadian malam itu kini membuat Calista sedikit jera. Ia bahkan jarang keluar rumah. Bahkan ia lebih memilih untuk tinggal di kediaman orang tuanya sendiri. Di bandingkan dirumah Mami Lea dan Papa Rayen.


Dan hal itu bahkan sempat membuat kedua orang tuanya yang ada di Australia sedikit lega. Karena mereka pikir sekarang Calista sudah mulai berubah. Padahal putri nya itu sedang menghindari masalah yang telah ia perbuat sendiri.


Namun, tak jarang Lea pun selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi keponakan nya itu. Begitu pula dengan Jery. Jery juga sempat manaruh curiga tentang sepupu durjananya itu. Karena Calista adalah tipe perempuan yang tidak mau diam dan ia juga selalu menghabiskan waktunya untuk hang out ataupun hanya sekedar nongkrong di cafe dan tempat hiburan. Tapi entah kenapa selama satu minggu ini. Gadis cantik itu yang hobby keluyuran malah lebih senang berada di dalam rumahnya.


"Calista mana bik??? ". Lea yang baru tiba di kediaman sang keponakan langsung menanyakan keberadaan Calista.


" Ada di kamarnya Nyonya. Sejak pagi malah belum turun turun dari kamar". Jawab art itu pun sebenarnya ikut heran dengan anak majikan nya satu itu.


Lea mengerutkan dahinya ". Apa dia sakit??? ". Tanya Lea langsung khawatir.


" Kalau sakit gak mungkin musikan sampai pagi Nyonya. Suara musiknya baru saja mati beberapa menit yang lalu ". Art itu kembali menjelaskan. Karena semalaman gadis itu malah menghidupkan musiknya sampai membuat para art nya sakit telinga dan tidak bisa tidur.


" Yaudah, bibik tolong bawa ini kebelakang ya!. Biar saya bangunin Calista dulu. Dia belum sarapan kan? ".


" Belum Nyonya. Malah dari semalam non Calista tidak makan apapun ". Aduhya pada Mami Lea.


Lea pun melangkah kan kakinya mulai menaiki anak tangga. Untuk menuju lantai atas dimana sang keponakan nya berada. Sampai di depan pintu kamar milik Calista Lea pun langsung mengetuk pintunya.


"Calista sayang, kamu sudah bangun kan?. Ayo sarapan dulu!.Kata bibik kamu belum makan apapun sejak semalam. Mami udah buatin makan favorit kamu loh ". Bujuk Lea sembari mengetuk pintu kamar Calista.


Ceklek...


Pintu kamar pun dibuka. Menampakkan wajah kusut gadis cantik yang masih memakai piyama tidurnya. Dengan rambut yang acak acakan. Wajahnya juga terlihat lesu tak bersemangat sama sekali.


" Yaa Ampun, anak gadis jam segini belum juga mandi". Lea menggeleng kan kepalanya melihat penampilan keponakan nya saat ini.


"Mami... Hiks... hiks... ".Tanpa di duga Calista malah langsung memeluk erat tubuh Mami Lea. Ia juga sambil terisak sendiri.


" Sayang... Hei... Kamu kenapa??? ". Lea pun ikutan panik melihat Calista yang tiba tiba nangis sambil memeluk nya begitu.


" Calista kangen Mama sama Papa ". Lirihnya pelan. Karena ia sedang berbohong saat ini.


" Kalau kangen kenapa gak pulang saja?. Hem? ". Lea menangkup kedua pipi Calista sambil tersenyum.


"Tapi Calista tidak mau dijodohkan mi". Rengek nya lagi.


" Kalau gak mau dijodohkan. Makanya ajak kekasihmu untuk menemui Papa dan Mama kamu sayang! Kan simple ". Jawab Lea sambil terus tersenyum manis pada gadis cantik yang selalu buat onar itu.


" Masa kamu kalah sama adik adik kamu sih yang saat udah pada punya anak". Ledek Lea sambil terkekeh.


"Iihhh, Mami jahat banget sih". Calista memanyunkan bibirnya. Lagi lagi ia di bandingkan dengan para sepupunya.


" Sayang, usia kamu sudah tidak muda lagi loh. Berhenti main main!!. Apa kamu gak mau punya suami, anak dan hidup bahagia bersama keluarga kecil kamu nantinya?. Umur kita gak tahu sayang, Kalau bisa sebelum Mama dan Papa menghadap sang ilahi kita sudah bisa memberikan mereka cucu yang lucu lucu dan membuat mereka bisa lega pergi dengan tenang nantinya. Karena kamu udah ada yang jagain ".


Lea mulai menasehati Calista dengan sangat pelan dan hati hati. Agar keponakan nya itu bisa mencerna dengan baik apa yang ia katakan. Dan itu juga untuk kebaikan dirinya sendiri. Bukan untuk orang lain.


" Hiks... Hiks... Mami". Lagi lagi Calista malah mewek. Ia sedih bukan karena ia menolak untuk di jodohkan . Tapi ia menangis karena ia sedih telah menghilang kan kepercayaan kedua orang tuanya.


Ia sedih karena dirinya sudah tidak suci lagi. Dan ia juga takut jika sampai keluarga nya tahu. Ia telah ternodai dengan pria yang tidak ia kenal sama sekali. Maka habislah dirinya.


Untuk meminta tanggung jawab pun. Itu sangat tidak mungkin, sebab mereka hanya menghabiskan malam dengan tidak sengaja. Bahkan Calista yakin jika pria itu sudah beristri . Karena Calista sudah bisa menebak usia pria itu jauh di atasnya. Meskipun wajah nya begitu tampan dan terlihat muda. Tapi dari caranya Calista tahu ia mungkin seumuran dengan Jery sepupunya itu.