
Tidak terasa waktu memang begitu terasa cepat berlalu. Sudah tiga minggu sejak Velyn dan Mayra di ajak jalan oleh Jery. Dan sejak itu pula hubungan Velyn dan Jery semakin dekat. Mereka sudah hampir terbiasa bersama. Dan mengobrol kecil sebelum tidur.
Velyn juga menerapkan semua tugas seorang istri. Mengurus anak, memasak, bahkan selalu menyiapkan semua kebutuhan suami dan putri sambung nya. Hal itu mulai terbiasa Velyn lakukan. Apalagi saat Jery sudah jujur tentang janin nya. Membuat Velyn semakin yakin untuk tetap mempertahankan hubungan pernikahannya dengan Jery.
Apalagi saat Jery bilang jika dia sudah tahu semuanya. Termasuk tentang kejadian di club dan janin yang ia kandung itu adalah anaknya.
Awalnya Velyn sempat terkejut akan penuturan Jery. Namun, kembali lagi Velyn sadar, jika pria yang telah menikahinya itu. Bukanlah orang sembarangan. Jadi, jangan kaget kalo masalah sebesar apapun Jery bisa menyelesaikan nya dengan hitungan jam saja. Kecuali ia pernah dibodohi oleh mendiang istrinya.
Hanya satu selama tiga minggu ini yang belum pernah mereka lakukan adalah hubungan panas di atas ranjang. Karena selain masih belum ada keberanian buat Velyn. Jery juga belum pantas untuk meminta haknya karena ia juga masih ragu dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Jery belum yakin jika ia harus mengakui perasaan yang ia milik ki itu adalah rasa cinta atau hanya kagum semata. Karena kasih sayang Velyn ke Mayra sang putri begitu tulusnya.
Hari ini hari weekend, bahkan sejak kemarin Mayra di boyong oleh Omanya. Untuk menginap disana. Meninggal kan Bunda dan Papanya saja dirumah.
Velyn keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuknya. Yang ia lilitkan sampai sebatas dadanya. Berjalan santai menuju ruangan walk in closet. Tanpa tahu jika Jery sedang memperhatikan dirinya sejak ia keluar dari kamar mandi tadi.
Jery yang baru saja menelpon dari balkon begitu masuk malah di suguhkan pemandangan yang tak biasa dari Velyn istrinya. Sedangkan Velyn mengira suaminya itu masih tidur. Tanpa memeriksanya lebih dulu.
Jery mengikuti langkah Velyn sampai keruangan walk in closet. Lagi lagi Jery di buat melotot karena Velyn malah sedang polos . Karena ia sedang mengaplikasikan handbody keseluruh tubuhnya.
Dengan hati yang berdebar dan keberanian yang terpaksa. Jery mendekat dan langsung memeluk tubuh polos Velyn dari arah belakang.
"Aww... " Pekik Velyn kaget.
"Kau sengaja menggodaku?. Hm? ".Bisik Jery dengan suara seraknya. Bukanya meminta maaf karena peluk tiba tiba. Jery malah mengajukan pertanyaan nya.
" Yaa Ampun mas, aku ti...
Belum juga Velyn selesai berbicara Jery malah langsung membalikkan tubuh Velyn dan menyambar bibirnya dengan sangat rakus. Membuat Velyn hanya bisa menikmati ciuman panas suaminya itu.
Velyn diam sejenak sambil terus menatap wajah Jery yang sudah di penuhi hasrat. Dengan sedikit ragu akhirnya Velyn menganggukkan kepala nya pasrah.
Tentunya persetujuan Velyn tidak akan di siang siakan lagi oleh Jery. Terlepas dari pusing memikirkan untuk menebak perasaan nya sendiri Saat ini Jery hanya ingin menikmati moment nya sebagai seorang suami. Dan lagi pula kebutuhan ekonomi dan kebutuhan biologis harus imbang bukan.
Velyn membiarkan Jery menggerayangi tubuh mulusnya. Membuat pria perkasa itu nampak begitu rakus dan terus memainkan daerah daerah sensitif nya Velyn. Hingga suara lenguhan halus mulai terdengar di telinga Jery.
Jery yang sudah tidak tahan lagi menunggu lebih lama. Langsung membalikkan tubuh Velyn dan membuatnya membelakangi nya. Lalu dengan keadaan sesikit jongkok mengatur tubuh sang istri.
Dari arah belakang Jery mulai memulai penyatuan nya. Tapi begitu sangat sulit, seperti ia memecahkan kegadisan kembali.
"Oohhh.... ".
" Kenapa begitu susah begini??? ".Gerutu Jery sambil terus mendorong miliknya.
Sedangakan Velyn hanya bisa menahan suara dan rasa perih akibat ulah Jery yang tidak sabaran itu. Hingga beberapa kali dorongan akhirnya Jery bisa kembali memasuki istrinya.
Suara suara ******* dan juga lenguhan tak bisa terelakkan kembali. Karena Jery sudah memacu gerak tubuhnya. Velyn nampak merasakan perbedaan saat melakukan ini dengan Jery. Rasanya tidak seperti awal dulu, karena saat ini Jery selalu menyebut namanya. Bukan nama wanita lain.
Hampir beberapa menit bermain dengan cara itu. Kini Jery menarik tubuh Velyn untuk terlentang di atas matrasnya. Lalu kembali melakukan penyatuan nya. Velyn hanya bisa menikmati sambil terus mendesah tak karuan. Sesuai dengan ritme yang Jery berikan padanya.
Pagi ini menjadi sarapan yang indah untuk Jery. Karena pada akhirnya ia bisa kembali menebarkan benihnya dengan pasangan halalnya lagi. Dan tak hanya satu kali saja Jery melakukan nya. Puas bermain di ruangan walk in closet selama hampir satu jam. Kini keduanya sudah pindah keranjang mereka.
Velyn semakin tahu bagaimana kuat dan perkasanya seorang Jery. Hingga ia tidak merasa lelah sedikit pun. Sepertinya Jery kalab sendiri akan tubuh istrinya . Sampai sampai lupa diri begini.
TBC