Married Accident

Married Accident
Minta Di Manja



Jery memarkirkan mobilnya tepat di halaman depan rumahnya. Tapi belum sempat Jery turun dari mobil nya. Velyn sudah lebih dulu membuka pintu mobil dan langsung turun begitu saja, Tanpa menunggunya membukakan pintu mobil untuknya.


"Huh".


Lagi lagi Jery mengelah nafasnya kasar. Velyn benar benar susah untuk dibujuk. Dan tidak semudah seperti mendiang istrinya dulu. Kadang wanita memang sering membuat otak mumet dan juga tak dapat di mengerti sama sekali.


" Mayra belum pulang bik??? ". Velyn bertanya pada art nya karena rumah masih terlihat sepi dan biasanya juga Mayra selalu menyambut kepulangan mereka di depan teras jika mereka dari luar. Tapi kali ini putrinya itu tidak tampak sama sekali.


" Tadi udah pulang les Nyonya. Tapi langsung di jemput sama Opa nya. Katanya udah nelpon Tuan dan Nyonya tapi gak di angkat".


"Yaudah bibik boleh pergi! ".


" Baik Nyonya".


Velyn pun langsung merogoh ponselnya yang ada di dalam tasnya. Dan melihat tiga kali panggilan tak terjawab dan ada juga pesan yang di kirim oleh Mami mertuanya.


"Wajar saja gak denger". Guman Velyn yang ternyata ponselnya bernada silent.


Velyn kembali melangkah kan kakinya menuju lantai atas. Dan di susul oleh Jery, Pria itu masih saja belum puas kalau belum diterima maafnya oleh sang istri.


Begitu masuk kedalam kamar Jery melihat istrinya yang malah sudah membaringkan dirinya di atas ranjang. Dengan posisi miring ke Kanan dan menutup sebagian wajahnya dengan selimut.


Jery mulai melangkahkan kakinya mendekati ranjang. Dan duduk di bibir ranjang tersebut. "Sayang, makan siang dulu! Kamu pasti belum makan kan? ". Bujuk Jery dengan sangat pelan dan penuh kelembutan.


Namun, Velyn masih saja diam tak merespon apapun. Jery kembali menghela nafasnya. Lalu mengelus perut buncit istrinya dengan gerakan perlahan.


" Bunda kalau lagi marah dan ngambek gini jelek ya boy". Lirih Jery pelan seolah ia sedang berbicara dengan baby boy di dalam sana.


"Katakan sama Bunda boy! Bunda mau minta apa agar Bunda bisa maafin Papa??? . Dan hilang juga sama Bunda ngambeknya jangan lama lama ya! ". Tutur Jery lagi.


Jery mengulum senyumnya. Dan kini mulai melepaskan sepatu nya serta meletakkan jas serta dasinya di ujung nakas. Lalu ia juga membuka kancing atas kemeja nya. Kemudian ikut berbaring, dan memeluk tubuh istrinya dari arah belakang.


Velyn mengulum senyumnya saat lengan kelar suaminya mulai memeluk tubuhnya dari arah belakang seperti itu. Sejak tadi ia memang menunggu hal ini. Ia ingin di manja dan di perhatikan lebih oleh suaminya. Sejak tadi ia diam bukannya tidak percaya pada suaminya. Hanya saja Velyn sedang menunggu moment seperti ini.


Jery mengecup pucuk kepala istrinya. Dan juga mendaratkan kecupan singkat nya pada ceruk leher Velyn. "Aku tidak akan pernah berani menduakan mu sayang". Lirih Jery dengan yakin. Karena tak ada dalam kamus Jery jika ia akan mengkhianati pasangan nya.


Hal itu sudah sangat di pegang teguh oleh nya sejak dulu. Gambaran masa kecilnya sangat menjadi pengalaman berharga untuk Jery. Dan bagi Jery pantang untuknya mengecewakan dan menyakiti hati seseorang.


" Aku mencintaimu sayang ". Tutur Jery tulus dan jujur.


Lagi lagi Velyn mengulum senyum bahagia nya. Ia tahu suaminya itu sangat setia. Dan tidak akan membuatnya kecewa. Apalagi Mami Lea juga sudah mengirim pesan untuknya tentang Calista dan memberitahu nya jika Calista adalah anak dari adik sepupu Papa Rayen yang baru tiba dari luar Negeri.


" Jangan ulangi lagi! ". Rengek Velyn manja.


Jery tersenyum dan kembali mengecup bahu istrinya. Dengan sepupu saja cemburu sih? ". Goda Jery sambil menahan tawanya. Namun, ia juga senang sebab berarti istrinya itu juga mencintainya.


Velyn menoleh dan membalikkan tubuhnya. Yang kini berhadapan langsung dengan suaminya. Jery juga masih memeluk pinggang nya posesif.


" Aku akan marah beneran jika sampai mas berani memeluk perempuan lain seperti tadi". Ucap Velyn dengan bibir yang mengerucut.


"Siap Nyonya Jery ".


Begitulah wanita memang suka aneh. Pura pura cuek dan pura pura ngambek padahal sebenarnya minta di manja. Dan meminta di peluk, di belai dengan penuh perhatian. Mau bilang cuma gengsinya gede. Kasih kode tapi kadang di beri kode kagak peka sama sekali. Ujung ujungnya kesal sendiri.


Tapi percayalah dibalik semua itu jika sudah sayang dan apalagi sudah bucin. Maka semarah apapun pasti akan di maafkan juga.