Married Accident

Married Accident
Mulai Tidak Waras



Jery pun langsung mendorong tubuh Karin agar menjauh darinya. Membuat Karin langsung menatap kesal pada pria yang masih sangat di cintai nya itu. Meskipun Jery salah telah melarikan diri ke club hanya untuk sedikit gila karena semua masalah rumah tangga nya yang ia hadapi saat ini.


Namun, Jery masih bisa berpikir waras untuk tidak membuat kesalahan yang sama dengan istrinya. Apalagi berpikir untuk ikutan berselingkuh di belakang. Sama seperti yang Manda lakukan padanya.


Sungguh ironis sekali hidup ini. Kenapa harus Jery yang mengalami hal yang sama dengan apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya dahulu. Padahal ia selama ini tidak pernah membuat kesalahan apapun.


Mungkin itulah yang ada di pikiran Jery saat ini. Ia memang terpukul dan kecewa atas apa yang terjadi pada istrinya. Hati Jery memang sakit malah sangat sakit. Begitu melihat sang istri masuk kedalam kamar yang sama dengan seorang pria asing.


Bahkan Jery bisa melihat betapa dekatnya Manda dengan dokter Ridwan. Semua itu terlihat dari cara dokter Ridwan yang selalu merangkul bahu istrinya. Sampai mereka masuk kedalam kamar tersebut.


Sayangnya Jery tak memiliki kekuatan untuk melangkah dan langsung menemui istrinya. Kaki nya tiba tiba kaku. Mulutnya bungkam dengan kepalan kedua tangan nya yang kuat. Jery berusaha untuk tidak mempermalukan istrinya di depan umum.


Karena itu juga akan berakibat buruk dengan citranya sebagai seorang pembisnis nantinya. Apalagi Manda adalah seorang dokter yang bisa dikatakan namanya juga sangat populer di kalangan masyarakat. Itu semua karena begitu banyak prestasi yang manda peroleh atas semua kerja kerasnya selama ini.


"Kenapa aku bisa ada disini dengan mu, Karin??? ".Jery terlihat tidak suka dengan keadaan ini. Apalagi setelah Jery mengedarkan pandangan nya keluar jendela mobil.


" Jawab Karin!!!! ".Sentak Jery yang memang sebenarnya masih dalam keadaan emosi dan pengaruh alkoholnya juga.


" Kau pikir siapa yang menelpon ku?. Dan memintaku untuk menjemputnya di club".Karin berusaha untuk bersikap santai. Ia sekarang tidak akan mengalah lagi jika memang tebakan nya benar jika rumah tangga Jery dan Manda sedang tidak baik baik saja.


Jery memijat kepalanya yang masih terasa pusing. Lalu ia juga mencari ponsel miliknya. Untuk memeriksa kebenaran ucapkan Karin. Dan benar saja setelah mengecek panggilan keluar , Jery menghela nafasnya kasar. Karena ia sudah salah menelpon.


"Aku tidak bermaksud menggangu istirahat mu. Itu semua karena aku salah menelpon ".Ucap Jery datar. Bahkan ia hanya melirik sekilas pada Karin.


" Tak masalah jika memang kau mau merepotkan ku. Aku akan dengan senang hati membantumu".Jawab Karin sembari mengulas senyumnya.


Jery menganggap semua itu karena kesalahan nya. Yang mungkin terlalu sibuk bekerja. Dan melupakan istrinya. Jery terus berusaha untuk tetap berpikir positif. Meskipun hatinya sedikit nyeri jika ingat tentang apa yang dilihat nya di Singapura beberapa jam yang lalu.


"Aku senang kau masih mengingatku. Dan tetap menyimpan nomor telepon ku ".Karin terus saja berbicara membuat Jery langsung menatapnya dengan sudut bibir yang terangkat.


" Jangan salah paham dulu Karin. Dan jangan berpikir yang tidak tidak!!!. Semua itu hanya kesalahan. Jadi, aku harap kamu tahu batasan nya! ".Jawab Jery penuh penekanan.


Tapi di luar dugaan, Karin malah dengan beraninya menarik tangan Jery. Lalu mengecup bibir Jery tanpa aba aba. Membuat Jery terkejut dan langsung mendorong kembali tubuh gadis itu.


" Karin... Apa yang kau lakukan??? ".Bentak Jery menatap tajam pada gadis cantik yang kini terus menatap nya.


Jery akui jika dulu ia memang sempat memiliki perasaan dengan Karin. Tapi, itu jauh sebelum ia harus bertanggung jawab atas perbuatan nya pada Manda. Dan perlahan rasa cinta dan sayang nya pada wanita yang telah ia nikahi itu tumbuh dengan sendirinya.


Semakin hari perasaan itu semakin bertambah. Hingga dengan mudahny Jery melupakan Karin sang Cinta pertama nya. Dan sampai saat ini pun perasaan Jery ke Manda tetap sama. Sekalipun istrinya memang benar berkhianat padanya.


"Kenapa???".Karin malah tersenyum sinis. " Kembalilah padaku!. Tinggalkan saja dia!. Aku yakin sekarang pernikahan kalian pasti sedang ada masalah kan???. Makanya kau bisa datang ke Club itu".Ucap Karin tanpa rasa malu sedikit pun.


"Jangan sok tahu. Hubungan ku dengan istri ku baik baik saja. Dan aku ke club bukan karena ada masalah dengan nya. Tapi, aku hanya ingin sedikit hiburan saja".Elak Jery yang tidak mau orang lain tahu masalah apa yang sedang ia hadapi.


" Kalau begitu kenapa kau tidak menelpon Manda saja???. Kenapa kau malah menelpon ku?. Bukankah itu tidak secara kebetulan. Katakan saja jika kau masih memiliki perasaan padaku!!. Aku juga bersedia menjadi istri keduamu".


Kali ini Karin memang benar benar menguji kesabaran Jery. Pikirannya yang sedang kalut , Malah di tambah lagi akan ucapan dan kata kata Karin yang begitu konyol untuk ia dengar.


"Sepertinya kau mulai tidak waras Karin".Jery langsung keluar dari dalam mobil Karin setelah ia mengucapkan kata itu.