Married Accident

Married Accident
Ikut



Jery berulang kali mengecupi kening istrinya. Membuat Velyn merasa sedikit malu. Sejak tadi ia selalu memalingkan wajahnya. Bukan karena ia benci ataupun tidak mau menatap wajah tampan suaminya itu. Melainkan ia merasa malu sendiri. Kala ingat betapa lepasnya ia tadi. Saat Jery menungganginya.


"Ayo kita mandi sayang!!! ".Ucap Jery yang sengaja menggoda istrinya.


Velyn pun menoleh, mau tidak mau menatap wajah suaminya yang saat ini malah tersenyum smirk padanya. " Duluan aja mas, gantian saja mandinya".Tolak Velyn halus. Karena jujur jantungnya saat ini berasa ingin copot dari tempatnya.


Ia tidak bisa membayangkan jika sampai di dalam kamar mandi nanti kembali memperlihatkan tubuh polosnya, Yang saat ini sudah di penuhi oleh tanda tanda kepemilikan dimana mana. Pada suaminya itu. Velyn juga belum terbiasa dengan adegan mandi bersama dengan suaminya sendiri.


Jery kembali mengulum senyumnya. Ternyata Velyn masih sangat polos dan lugu akan hal nikmat menikmati. Terlihat dari cara Velyn membalas ciuman nya tadi. Dan juga bagaimana Velyn menikmati setiap sentuhannya.


"Sore ini aku akan berangkat ke Surabaya, ada beberapa masalah di anak cabang perusahaan kita disana. " Jery mulai membuka obrolan serius dengan sang istri.


Velyn nampak begitu sedikit terkejut mendengar penuturan Jery. Baru saja ia menikmati indahnya melakukan hubungan dengan pria yang sudah halal baginya. Tapi malah sudah akan di tinggal pergi saja . Ada perasaan tak rela dihati Velyn saat ini, Jika harus berjauhan dengan suaminya barang sedetik saja.


Entahlah apa yang membuat Velyn bisa berpikiran seperti itu. Yang jelas saat ini ia tidak begitu bersahabat dengan kata LDR.


Jery memasukkan tubuh Velyn dalam dekapan nya. Mengecup pucuk kepala Velyn berulang kali. "Apa kau mau ikut bersama ku ke Surabaya?. Hm? ".Tanya Jery yang seolah paham wajah ketidaksukaan istrinya untuk ditinggal keluar kota.


" Apa boleh aku ikut??? ".Tanya Velyn antusias. Membuat Jery terkekeh.Sebegitu semangat nya Velyn saat ia menawari dirinya di ajak melakukan perjalanan bisnis keluar kota.


Tapi beberapa detik kemudian Velyn malah menjadi murung. " Kenapa??? ".Tanya Jery bingung dengan perubahan wajah istrinya.


Sedangkan di rumah Mayra sekarang lebih dekat padanya daripada dengan para pelayan. Mereka juga tidak mungkin mengajak Mayra untuk ikut bersama mereka juga. Sedangkan sekolahnya belum libur.


"Ada Mami sayang, nanti sebelum berangkat kita mampir dulu kerumah mami. Sekalian membawakan seragam sekolah untuk Mayra".Jawab Jery santai. Padahal tadi ia sudah menelpon mami Lea dan mengatakan semuanya.


" Apa kita tidak merepotkan Mami mas??? ".Velyn merasa tidak enak hati dengan Mami mertuanya. Padahal ini adalah tugas dan kewajiban nya sebagai istri dan ibu sambung Mayra. Tapi malah menyuruh Mami mertuanya yang ikut di repotkan.


" Tidak tiap hari kan begini?. Mami tidak akan merasa di repotkan. Lagian rumah Papa dan Mami akan sedikit ramai jika ada cucunya disana".


Velyn hanya bisa mengikuti saran suaminya. Jika ia tidak merepotkan mertuanya. Jery padahal sudah mempersiapkan sesuatu untuk Velyn. Itulah sebabnya sejak kemarin Lea sudah memboyong Mayra untuk menginap dirumah utama.


Awalnya Jery ingin meminta haknya saat mereka tiba di surabaya. Perjalanan bisnis kali ini Jery ingin di temani oleh Velyn. Karena selain untuk mengurus masalah yang terjadi di anak perusahaan nya. Di cabang perusahaan itu juga ada Karin.


Sejauh ini Evi masih tetap memantau wanita itu. Dan dari sana juga Evi bisa tahu, jika Karin mungkin akan merencanakan sesuatu untuk menghancurkan rumah tangga Jery dan istri barunya.


Jery yang sudah di beritahu oleh Evi.Harus berjaga jaga dan jangan sampai Karin bertambah nekad nantinya. Hanya karena ambisinya untuk mendapatkan dirinya kembali seperti itu.


Wanita itu masih saja menyimpan perasaan nya pada Jery. Padahal Jery sudah mengetahui semua. Apa yang di lakukan oleh Karin selama ini. Andai saja Karin masih seperti dulu. Wanita yang benar benar baik dan juga sopan, serta polos. Mungkin Jery masih bisa mempertimbangkan nya. Sewaktu Manda menyuruhnya untuk menikah lagi.


Namun, Setelah tahu kebenarannya. Jery lebih memilih pilihan istrinya yaitu Velyn. Dan semakin kesini Jery semakin yakin jika pilihan mendiang istrinya jauh lebih baik. Dan malah sangat baik. Istrinya telah meninggal kan banyak harapan padanya dan Velyn. Dia juga sudah mempersiapkan segalanya di sisa waktunya. Terutama menyiapkan kebahagiaan suami dan anaknya.