
Naures sudah terlihat rapi karena dia ada kelas di kampus hari ini. Jadi, waktu weekend Naures gunakan untuk fokus pada kuliahnya. Sedangkan hari biasa ia harus bekerja.
"Sayang aku pergi dulu ya kekampus tidak akan lama.Habis makan siang sudah pulang kok".Pamit Naures pada istrinya yang saat ini sedang duduk di kursi ruang keluarga sambil menonton televisi.
Yuni langsung menatap suaminya sambil tersenyum. " Kak, aku bosan cuma didalam apartemen sendirian. Apa aku boleh ke cafe saja sayang sambil menunggu kakak pulang kuliah".Yuni berucap dengan nada manjanya.
Naures langsung menghampiri istrinya. "Kenapa tidak bilang daritadi, hm???".
" Jadi boleh nih??? ".Anggukan kepala Naures membuat yuni semakin mengembangkan senyumnya saking senangnya.
" Ayo sana ganti baju dulu. Setelah itu aku akan mengantarkan kamu ke cafe!!! ".
" Siap sayang ".Jawab yuni sumringah bahkan yuni sampai mengecup bibir suaminya sebelum ia beranjak dan melangkah menuju kamarnya.
Naures pun nampak menarik sudut bibirnya sambil menggeleng kan kepala nya saja. Istrinya itu kadang bisa juga bersikap konyol dan menggemaskan.
Setelah lima menit berlalu Yuni keluar kamar dengan penampilan yang sudah sama rapinya dengan suaminya. Ia juga sudah menyandang tas bahunya.
Naures langsung berdiri dan tersenyum pada istrinya. Lalu ia menggandeng tangan Yuni melangkah bersama keluar apartemen.
🌿🌿🌿🌿🌿
Naures memarkirkan mobilnya setelah ia sampai di depan cafe miliknya. Yang hanya berjarak sekitar 15 menit dari Apartemen nya. Ia membuka pintu mobil lebih dulu sebelum istrinya turun.
"Silahkan Nyonya Naures!!! ".Seru Naures sambil tersenyum membukakan pintu mobil untuk sang istri.
" Terimakasih suami".Jawab Yuni yang juga ikut tersenyum. Keduanya kembali melangkah menuju cafe dengan berjalan bergandengan tangan membuat semua iri memandangnya. Apalagi karyawan cafenya.
"Pagi jelang siang Pak Bu bos".Sapa karyawan cafe ramah dan sopan menyambut kedatangan bos mereka.
Yuni hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya. Sedangkan Naures hanya berdehem ria.
" Kak, aku mau duduk disini saja dulu".Ucap Yuni sambil menunjuk satu meja pengunjung.
"Kenapa tidak di ruang kerja ku saja sayang???. Disana kamu bisa istirahat".Naures memberi saran. Tapi Yuni malah menggeleng kan kepala nya.
Naures mengerutkan keningnya. "Sejak kapan kamu suka kopi sayang??? ".Tanyanya heran.
" Hem... Aku juga tidak tahu pastinya kak. Tapi hari ini aku ingin sekali minum kopi di cafe ".Sahut Yuni jujur.
Naures yang mendengar jawaban istrinya langsung tersenyum. Lalu ia mengelus perut Yuni yang masih datar itu. "Pasti anak ayah ini yang ingin minum kopi kan??? ".Ucap Naures sambil melirik kearah perut dan mengelusnya pelan. " Ayah jadi curiga kalau kamu itu cowok sayang. Habisnya suka kopi sih".Tebak Naures sambil terkekeh.
"Hehehe... Apapun jenis kelamin nya nanti. Aku tidak masalah kak. Yang penting dia sehat dan tak kurang satu apapun!!!! ".Ucap Yuni sambil tersenyum.
" Begitu pun dengan Bundanya. Yang selalu sehat dan tidak pernah meninggalkan Ayah".Sambung Naures dengan penuh harap.
"Aamiin".Jawab Yuni lagi.
Dan Naures pun membawa istrinya untuk duduk di salah satu meja yang tadi ditunjuk istrinya. Ia pun juga memanggil karyawan cafe untuk menyiapkan semua pesanan yang di inginkan oleh Yuni. Setelah itu ia baru pamit pada istrinya karena sekitar 30 menit lagi kuliahnya akan dimulai.
Yuni tersenyum setelah ia mencium punggung tangan suaminya. Kini ia bisa melihat dari dalam cafe saat mobil suaminya sudah mulai melaju ke jalan raya. Tadi Naures tidak mengizinkan nya untuk mengantar sampai depan tempat parkir. Jadi Yuni hanya bisa patuh dan melihat dari dalam cafe saja.
"Bu bos ini cemilannya".Seorang karyawan wanita cafe suaminya menyodorkan cake dan juga kentang goreng untuk Yuni.
" Makasih tari ".Jawab Yuni sambil tersenyum ramah.
"Sama sama bu bos. Oh ya kalau bu bos butuh sesuatu lagi nanti tinggal panggil saya saja ya bu, saya ada dimeja kasir".Ucapnya sebelum meninggalkan meja Yuni.
Yuni mengangguk kan kepalanya saja. " Oh ya kak irfan kemana ya??? ".Tanya Yuni sebelum karyawan itu pergi.
" Oh pak irfan sedang ada di cabang cafe ini bu, yang ada di Bandung ".Jawab karyawan itu jujur.
" Hm, gitu... Yaudah kamu boleh lanjutkan pekerjaan kamu kembali tari!!! ".
" Baik bu bos. Kalau begitu saya permisi ".
Seperginya tari Yuni pun kini mulai menikmati kopi cappucino nya sambil ngemil. Bahkan sesekali Yuni sibuk dengan ponsel miliknya. Karena ia juga hobby melihat tanaman hias yang ada di Olshop online.