Married Accident

Married Accident
Aksi Gila Calista



Setelah mendapatkan maaf dari sang istri Jery pun bisa bernafas lega. Dan mereka pun akhirnya bisa makan siang dengan tenang. Sedangkan Jery juga memutuskan untuk tidak kembali ke perusahaan. Ia juga meminta Evi untuk menunda semua jadwal hari ini.


Jery ingin menemani istrinya saja dirumah. Karena Mayra juga sedang berada di rumah kedua orang tuanya. Seharian Jery tak pernah jauh dari istrinya. Ia pun menuruti semua kemauan Velyn hari ini.


Dari membuatkan susu dan membuat salad buah yang diminta oleh Istrinya dengan hasil dari tangannya sendiri juga.


Velyn keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang jauh lebih segar. Karena jam di dinding juga sudah menunjukkan di angka lima sore.


"Mas, Mayra kok belum pulang?. Apa dia nginep dirumah Mami?? ". Tanya Velyn yang sejak tadi belum ada tanda tanda jika putrinya itu akan kembali.


" Mungkin sebentar lagi sayang". Jawab Jery yang saat ini masih fokus dengan layar laptopnya. Karena ada beberapa file yang harus ia periksa.


Benar saja tak berselang lama. Deru mesin mobil mulai terdengar Velyn pun langsung melihat dari arah balkon kamarnya. Dimana mobil mertuanya sudah memasuki halaman rumahnya.


"Mas benar, itu mobil Papa dan Mami baru datang". Seru Velyn yang langsung masuk kedalam ruangan walk in closet.


Jery pun hanya tersenyum dan menatap punggung istrinya yang akan ganti baju. Kini Jery merasa sangat beruntung dan bahagia bisa menikahi wanita sebaik dan setulus Velyn. Bahkan wanita itu sangat menyayangi putrinya melebih putri kandungnya sendiri. Velyn juga akan sangat cemas dan khawatir jika Mayra pulang terlambat sedikit saja.


🌿🌿🌿🌿🌿


Malam harinya di sebuah club malam. Seorang gadis cantik yang berpakaian sangat minim. Tampak sedang duduk di salah satu meja dengan pencahayaan sedikit remang remang.


Pusing akan masalah perjodohan yang terus menghantui pikirannya. Membuat Calista semakin geram. Bahkan ia sudah memutuskan hubungan dengan para pria nya. Dan ada beberapa di antara mereka tidak terima di putuskan begitu saja oleh Calista.


Hingga seharian ini ponselnya terus berdering. Membuat nya harus menonaktifkan kembali ponsel miliknya dan membuang kartu perdana di ponselnya tersebut.


Ia juga sudah menghubungi Mami Lea untuk meminta izin pulang ke rumah kedua orang tuanya yang ada di Jakarta Selatan saja malam ini. Padahal saat ini ia sedang berada di sebuah club malam terbesar di kota itu.


"Bar, Daun muda tuh". Ucap seorang pria pada teman nya yang memang hobby mengoleksi wanita.


" Sikat men! Sepertinya lagi kesepian juga". Pria yang satunya ikut mengompori temannya itu.


Pria menarik sudut bibirnya tersenyum licik. "Jangan panggil gue Bara kalau gue gak bisa tidur dengan nya malam ini". Ucap Pria itu tersenyum penuh arti.


Yang langsung di sambut gelak tawa oleh kedua pria yang merupakan teman temannya itu. Kemudian tanpa basa basi lagi Pria itu pun langsung berjalan mendekati meja Calista.


"Sepertinya nona butuh teman ngobrol". Ucap pria itu tersenyum smirk. Membuat para teman temanya yang ada di meja pojok hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Pesona pria itu memang tidak bisa di ragukan lagi.


Dan tak ada satu pun wanita yang bisa menolaknya. Bahkan ada banyak wanita yang rela menyerahkan tubuhnya hanya untuk dekat dengannya.


" Gue gak butuh teman ngobrol tapi gue butuh seorang gigolo". Jawab Calista asal.


Pria itu pun tersenyum kembali mendengar jawaban Calista. Ia juga bisa melihat meskipun dalam suasana remang remang. Jika wanita yang ada di. hadapan nya saat ini nyaris sempurna. Kulit putih mulus dan bersih. Apalagi wangi dari parfum Calista sudah mulai membangkitkan gairahnya.


Pria itu meminta pelayan untuk mengambil kan minuman untuknya. Dan setelah itu ia mulai menuangkan minuman haram itu kedalam gelas kecil. Lalu meneguknya hingga tandas.


"Kau tidak mau minum nona??? ". Ucapnya dengan santai.


Calista hanya diam saja karena ia juga tidak pernah meminum alkohol lagi. Sebab, Calista akan sangat buruk jika sedang mabuk. Oleh sebab itulah ia tidak pernah menyentuh alkohol sedikitpun lagi.


" Tadi katanya butuh gigolo. Tapi dengan alkohol saja takut". Ledek Sang pria asing itu dengan senyum mengejeknya.


Calista yang pantang sesekali untuk di rendahkan . Langsung naik pitam. Apalagi saat sang pria berucap. " Jangan jangan kau baru sekali ini keluar rumah dan tidak pernah merasakan ciuman bibir dengan seorang pria". Ledek pria asing itu lagi.


Calista semakin harga dirinya sebagai player di rendahkan begitu saja. Padahal apa yang di katakan oleh pria itu benar adanya. Jika dirinya tidak pernah berciuman dengan pria mana pun. Meskipun ia player tapi Calista masih bisa menjaga batasanya.


"Kau salah tuan sedang berhadapan dengan siapa". Seru Calista yang langsung mengambil satu botol wine itu dan langsung menegaknya tanpa sisa.


" Wow... " Seru sang pria dengan senyum di bibirnya penuh arti.


Calista juga dengan beraninya pindah tempat duduk dan kini malah duduk di pangkuan sang pria. Tanpa banyak bicara lagi Calista pun langsung menyambar bibir sang pria dan menyesapnya dalam. Meskipun sempat terkejut pria itu pun kini tanpa sadar malah ikut membalas ciuman panas Calista.


Padahal selama ini ia sama sekali tidak pernah mau berciuman dengan lawan mainnya. Pria itu hanya ingin menuntaskan hasratnya dan membayar nya setelah puas.


"Ku rasa milik anda sudah berdiri tuan".


TBC