
Hari hari Naures dan yuni semakin lengket saja. Keduanya juga selalu terlihat romantis. Bahkan Naures juga selalu menunjukkan rasa yang ia miliki untuk istrinya. Naures tak pernah segan mengungkapkan perasaan nya pada sang istri.
Yuni yang selalu bisa mengimbangi dan memiliki jiwa keibuan . Membuat Naures selalu menaikan level cintanya untuk istrinya.
Keduanya menjalani kehidupan setiap hari dengan rasa yang bahagia. Aktivitas keduanya juga tak pernah terlupakan. Naures selalu mendukung kegiatan istrinya. Dengan catatan yuni bisa menjaga pola makan, dan juga mengontrol waktunya. Sebab dia masih hamil muda. Naures tidak mau jika sampai terjadi hal buruk bagi calon anak pertama mereka.
"Sayang, sarapan nya sudah siap!!! ".Teriak Yuni setelah ia selesai membuat sarapan. Dan menatanya di atas meja makan.
" Aku segera datang sayang".Sahut Naures dari arah kamar.
Saat yuni baru selesai membuat susu hamil untuknya. Tiba tiba lengan kekar melingkar di perutnya. Memeluk tubuhnya dari arah belakang.
"Selamat pagi istriku".Bisik Naures sambil menciumi belakang leher istrinya.
" Pagi suamiku".Jawab Yuni santai karena ia sudah terbiasa mendapatkan perlakuan seperti ini dari suaminya itu. Jadi yuni sudah tidak terkejut lagi.
"Kenapa belum siap siapa sayang, Bukankah hari ini ada kelas pagi, hm??? ".Naures bertanya sambil terus mengecupi leher istrinya.
" Sayang berhentilah!!!. Aku bisa malu datang ke kampus ".Rengek Yuni karena suaminya itu pasti sudah membuat tanda merah di sekitar leher jenjangnya.
" Kenapa harus malu, ini kan tanda yang dibuat oleh suamimu sayang. Bukan orang lain ".Naures malah menggoda istrinnya.
" Setidaknya jangan di leher sayang. Pasti anak anak akan menatap ku dengan...
"Aw... ".
Belum juga yuni selesai bicara Naures malah sudah menarik jubah mandi istrinya. Hingga talinya terlepas membuat Naures busa dengan mudah meraba dan meremas bukit sintal milik yuni.
" Akh... Hentikan kak!!!. Kita bisa terlambat".Seru Yuni sambil berusaha mencekal tangan suaminya tapi apalah daya tenaganya tidak lebih besar dari tenaga suaminya.
Hanya dengan satu tangan saja Naures sudah bisa mengunci tangan istrinya. Dan kini malah satu tangannya sudah berkeliaran kearah sensitif milik yuni. Membuat Yuni panas dingin, bahkan tubuh yuni sudah meremang.
"Akh... Sa... ya... ng".Yuni masih saja ingin berontak tapi tubuhnya merespon lain. Ia tidak kuat jika suaminya tidak berhenti sekarang juga. Namun dengan nakalnya Naures malah sudah ikut menurunkan resleting celananya.
Yuni hanya pasrah sambil mencengram ujung meja bar. Untung saja gelas susu yang tadi ia buat sudah ia geser kan. Naures memulainya dari arah belakang. Membuat Yuni hanya bisa mendesah pelan.
Bahkan yuni sambil memejamkan matanya. Sambil terus melenguh, Karena pacuan tubuh suaminya membuatnya tak berdaya lagi untuk tidak bersuara. Hal itu sangat membuat Naures gila.
Naures pun melepaskan jubah mandi yang tadi terpasang di tubuh ramping istrinya. Hingga kini tubuh yuni hanya polos tanpa sehelai benang pun. Naures pun tak tinggal dia, dia terus memompa dan juga ikut meremas bukit sintal nanti kenyal itu.
"Akh... Uuuhhh".
Keduanya sudah benar benar lepas kendali dan tidak bisa lagi mengontrol diri. Puas dari arah belakang kini Naures membalikkan tubuh istrinya. Dan mendudukkan Yuni di atas meja bar.
Setelah dirasa nyaman untuk istrinya, Naures pun memulai kembali penyatuan nya. " Akhh.... ".
Yuni hanya bisa menjambak rambut suaminya. Menyalurkan rasa nikmat yang tidak bisa ia ungkapan lagi dengan kata kata. Menikmati surga dunia bersama sang suami. Berbagi peluh dan keringat. Padahal mereka berdua pun sudah pada mandi. Sekarang malah mandi keringat lagi.
Naures juga sudah membuka kemeja yang ia kenakan. Kini mereka berdua sudah pada polos karena olahraga pagi ini. Yang seharusnya sudah duduk santai sambil menikmati sarapan. Malah sekarang beda sarapannya.
Erangan panjang Naures dan yuni kembali terdengar. Saat keduanya pun sudah sama sama terpuaskan. Naures mengecup bibir dan kening istrinya, Sambil tersenyum.
"Love you my Wife".
" Me tooooo".Jawab Yuni dengan suara panjangnya. Yuni mendorong dada bidang suaminya dan ia pun segera turun dari meja bar.
"Mau kemana sayang??? ".Goda Naures sambil memainkan alisnya.
" Mandi, kamu tahu sayang seharusnya kita sudah selesai sarapan sekarang. Tapi lihatlah kau malah meminta sarapan yang lain".Yuni menggeleng kan kepalanya.
"Hahaha, kita masih punya banyak waktu sayang. Kau tenang saja!!!. Kita tidak akan telat".Ucap Naures santai. " Ayo kita mandi bersama!!! ".Ajaknya sambil tersenyum licik.
" Tidak... tidak... Aku akan mandi sendiri saja. Setelah itu baru kakak yang mandi".Jawab yuni cepat. Karena ia sudah bisa menebak apa yang terjadi di kamar mandi nanti jika mereka mandi bersama.
TBC