Married Accident

Married Accident
Mall Surabaya



Tak terasa sudah satu Minggu baik Jery maupun Velyn berada di Surabaya. Sedangkan asisten Evi sudah di izinkan pulang sejak dua hari yang lalu. Karena Evi ditugaskan untuk menghandle pekerjaan Jery dikantor pusat.


Dan selama satu minggu ini juga Velyn selalu berada di samping suaminya. Baik saat bekerja maupun saat meeting bersama klien. Sedikitpun Jery tidak mau jauh dari istrinya.


Hal itu juga membuat Karin yang sudah menyusun rencana untuk menjebak Jery ataupun Velyn. Tidak bisa berkutik. Padahal ia sudah berniat menjebak Velyn terlebih dahulu. Ketika Velyn di tinggal bekerja oleh suaminya.


Namun, Ternyata rencana Karin sudah tercium terlebih dahulu oleh Evi dan juga Jery. Karin tidak tahu saja. Kalau sebentar lagi hari kehancuran nya tiba.


Jery sudah sangat geram akan ulah Karin selama ini. Jery selama ini masih mempunyai hati, untuk tidak memecat Karin. Karena berpikir jika Karin bisa berubah. Tapi, nyatanya Karin malah semakin parah saja.


Apalagi sekarang ia malah ingin bekerja sama dengan Yohanes. Untuk ikut menghancurkan Jery dan juga Velyn. Namun, Yohanes sudah bernasib malang duluan sebelum rencana mereka di jalankan.


Yohanes kecelakaan mobil ketika pulang dari menemui Karin. Dan sampai sekarang masih koma di rumah sakit belum sadarkan diri juga. Membuat Karin semakin terobsesi akan rencana gilanya itu.


Rasa ingin memiliki yang timbul di hati wanita itu. Dan serta rasa iri karena nasib orang lain jauh lebih beruntung. Membuat hati dan pikiran sehat Karin tertutup.


Hari ini hari terakhir Jery dan Velyn berada di Surabaya. Sebelum pulang ke Jakarta. Jery ingin mengajak istrinya jalan jalan terlebih dahulu.


Dan disinilah saat ini pasangan suami istri itu berada. Di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota Surabaya. Setelah puas menikmati kuliner yang ada di Surabaya. Mereka berdua memutuskan untuk menonton bioskop.


"Mas, aku mau es cream dong!!! ".Seru Velyn yang sangat ingin memakan es vanila tersebut.


" Baiklah, biar mas saja yang beli. Kamu tunggu disini saja ya!!! Mau rasa apa??? ".


Jery membawa istrinya untuk duduk di sebuah bangku panjang yang ada didepan sebuah store. Tak jauh dari kedai es cream.


" Vanilla saja mas".Jawab Velyn sambil tersenyum.


Jery pun menganggukkan kepalanya paham. Lalu beranjak mendekati kedai es cream yang di inginkan oleh istrinya.Namun saat mengantri Jery malah dikagetkan akan sosok yang tidak asing baginya.


"Brian".Panggil Jery yang melihat Brian ada di barisan paling depan untuk mengantri es cream juga. Membuat pria itu menoleh dengan raut wajah terkejut nya.


Membuat Brian menganggukkan kepalanya sedikit kaku. Karena tiba tiba melihat Jery ada di Mall Surabaya. Padahal ini luar kota. Tapi masih saja bisa bertemu dengan orang orang yang kenal dengannya.


Di satu sisi Jery senang karena ia tidak harus mengantri lagi membeli es cream. Tapi di sisi lain Jery sedang mencari sosok seseorang yang sudah ia duga jika orang itu pasti ada di sekitar sini.


Sudut bibir Jery kembali terangkat kala ia mendapati sosok orang yang ia cari. Yang saat ini sedang duduk di salah satu kursi yang tak jauh dari Velyn.


Jery menggeleng kan kepalanya. Sembari menatap Brian yang kini mulai menghampiri nya. "Thanks you Bro".Ucap Jery ketika Brian sudah menyodorkan satu cup sedang es Cream pesanan Jery.


" Bro, gue mau bicara sesuatu sama loe".Seru Brian tiba tiba. Membuat Jery mengerutkan keningnya.


"Tentang??? ".Tanya Jery pura pura bodoh. Padahal ia tahu apa yang akan sahabatnya itu katakan.


Sebelum Brian kembali membuka suara Jery sudah menepuk bahu sahabatnya pelan. Lalu berkata".Nikahi dia bro!!!. Jangan jadikan dia sebagai wanita simpanan mu saja!!!. Dan jujurlah pada istri dan keluarga mu!!. Jika kau ingin semua ini menjadi tenang, sebelum jadi boomerang untuk diri loe sendiri nantinya".


Nasehat Jery pada Brian. Membuat Brian langsung menatap wajah sahabat nya dengan tatapan sendunya. " Apa adel bisa menerima dia sebagai madunya??? ".Lirih Brian pelan.


" Sejatinya wanita tidak ada yang rela untuk dimadu. Meskipun poligami itu tidak dilarang dalam agama kita. Tapi, jika kau sanggup bersikap adil pada keduanya maka tak ada salahnya. Meskipun tidak bisa adil setidaknya kau bisa mengimbangi nya!!!. Dan ingat kau juga harus bisa membimbing keduanya agar tidak ada rasa iri diantara keduanya!! ".


" Berat bro".jawab Brian lirih dan terlihat sendu.


"Kenapa apakah Adel sudah tahu dan menolak untuk dimadu??? ".Tebak Jery asal. Tanpa di duga Brian pun langsung menganggukkan kepalanya.


" Maka kau harus mengambil keputusan yang tepat Bro!!. Ridho istrimu jauh lebih baik".Jery kembali memberikan nasehatnya.


"Tapi dia sedang mengandung anakku Bro".


" What???? ".


TBC