
Enam Bulan Kemudian....
Waktu terus berlalu sebagaimana mestinya. Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan. Begitu pun seterusnya. Ketika kita hidup yang diselimuti kebahagiaan maka proses kehidupan tidak akan merasa hampa. Yang ada hanya selalu menikmati prosesnya tahap demi tahap. Tapi jika hidup di penuhi oleh penderitaan yang ada hanya rasa terpuruk serta keputus asaan saja. Bahkan tak jarang sebagian orang memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Karena sudah tidak sanggup menjalani nya.
Namun, berbeda dengan rumah tangga Naures dan Yuni. Walaupun waktu terus berlalu dan berjalan. Keduanya malah semakin terlihat Harmonis saja. Yuni selalu percaya pada suaminya. Begitupun sebaliknya.
Dalam rumah tangga selalu ada yang namanya masalah. Bahkan perbedaan pendapat sekali pun. Tapi, kedewasaan sikap Naures serta pengertian dari sikap yuni membuat keduanya saling mengimbangi satu sama lain. Baik Naures maupun Yuni keduanya bisa saling sabar, saling support. Kekompakan keduanya kadang juga menjadi pandangan keluarga besar dari suaminya.
Enam bulan berlalu sejak keduanya pulang dari Yogyakarta waktu itu. Kini usia kandungan Yuni juga sudah di bulan ke sembilan. Tinggal menunggu waktu lahirannya saja. Bahkan saat tahu jika istrinya ternyata hamil anak kembar. Membuat Naures semakin posesif saja pada sang istri.
Baby Twins Naures dan Yuni menurut hasil USG adalah satu cewek satu cowok. Itu menjadi anugerah terindah bagi Yuni dan Naures. Hingga Yuni harus cuti kuliah sampai ia melahirkan twins dulu. Jadi sekarang Yuni hanya sibuk dengan kegiatan rumah tangganya saja.
Yuni tidak di izinkan keluar Apartemen oleh suaminya tanpa dirinya. Jadi jika Naures sedang bekerja. Mami mertua nya lah yang menemani Yuni di Apartemen nya. Tapi hari ini Mami Lea sedang mengantarkan Oma Mona untuk kontrol ke dokter. Karena Oma Mona sekarang sering sakit sakitan. Maklum lah sudah faktor umur.
Ting tong....
Suara bel Apartemen membuat Yuni yang sedang berada di ruang keluarga harus berjalan keluar untuk membukakan pintu.Karena art yang bekerja di Apartemen nya sedang berbelanja ke supermarket di lantai bawah beberapa menit yang lalu.
Ceklek...
Yuni langsung mengerutkan keningnya saat melihat wajah wanita yang pernah datang sebelum nya ke Apartemen mereka dan waktu itu sempat di usir oleh Naures suaminya.
"Mau apalagi kamu??? ".Tanya Yuni datar. " Kalau ingin menghasut saya dan suami saya mending kamu mikir lagi deh. Karena saya tidak akan percaya sedikit pun semua kata kata yang keluar dari mulut kamu itu".Yuni terlihat geram akan kedatangan wanita itu.
"Boleh gue masuk sebentar!!!. Gue janji tidak akan buat masalah. Gue hanya ingin menyampaikan sesuatu sama elo".Ucap Citra sambil tersenyum.
" Maaf saya tidak punya waktu untuk hal tidak penting ".Yuni langsung ingin menutup pintu Apartemen nya tapi gerakan nya langsung di cegah oleh Citra.
" Ini masalah kecelakaan kedua orang tua loe Yuni".Seru Citra. Membuat Yuni terkejut dan menatap Citra penuh tanda tanya.
"Ada yang perlu loe tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena selama ini loe udah dibohongi oleh Naures dan Leon".Sambung Citra lagi.
" Apa maksud nya. Leon???. Ada hubungan apa sama Leon??? ".Yuni terlihat semakin bingung. Membuat Citra mengulum senyum liciknya.
" Izinkan gue masuk dulu!!!. Ntar bakal gue ceritakan semuanya sama elo. Dan elo harus tahu gue ngelakuin ini semata mata karena gue peduli sama elo dan gue sebagai wanita juga kasian sama elo Yun".Lirih Citra pelan sambil berkaca kaca.
Akhirnya karena penasaran dengan cerita Citra . Yuni langsung membukakan pintu apartemen nya. Dan menyuruh Citra untuk masuk kedalam.
Tentu saja hal itu membuat Citra tersenyum puas. Karena ia berhasil membujuk yuni. Citra berharap setelah ini Naures dan Yuni akan salah paham dan beecerai apabila perlu.
"Apa yang ingin kamu ceritakan???. Cepat katakan!!! ".Yuni terlihat tidak sabaran dan tidak mau mengulur waktu lagi.
Membuat Citra semakin semangat untuk melancarkan aktingnya di depan Yuni. Apalagi ia sudah tahu jika Yuni istri Naures adalah wanita yang sangat baik. Yuni tidak akan tega melihat orang lain menderita apalagi hal itu ada sangkut pautnya dengan dirinya.
"Yun gue harap loe bisa memahami Naures dan juga Leon. Semuanya bukan salah Naures, gue juga baru tahu kalau Naures sejahat itu sama elo".Lirih Citra penuh drama.
Ia begitu pandai memasang wajah sedihnya. Bahkan saat ini ia sudah berlinang air mata. Membuat Yuni hanya tersenyum tipis.
" Aku tidak punya waktu untuk main main Citra. Jadi tolong katakan intinya saja!!! ".Ucap Yuni penuh dengan perintah.
Citra sedikit kesal akan perkataan Yuni tapi ia sebisa mungkin untuk menahan emosinya. Agar ia bisa melancarkan niatnya.