
Calista terus saya mengembangkan senyumnya sejak tadi. Bahkan sarapan pun ia lalui dengan senyum dibibirnya. Mungkin ini adalah moment sangat langkah baginya. Dimana suami kakunya selama ini akhirnya bisa mengucapkan kata Cinta.
Kini Calista telah mengantarkan suaminya sampai depan teras saat Bara ingin berangkat ke kantor. Sedangkan Celine sudah pergi kesekolahnya beberapa menit yang lalu dengan di antar oleh sopir.
" Aku pergi dulu. Jangan macam macam!. Ingat ada twins di dalam rahimmu itu". Ucap Bara tegas yang malah dijawab dengan senyum lebar Calista.
" Iya sayangku". Jawab Calista dengan sedikit menggoda suaminya.
Bara menggelengkan kepalanya. Sembari mengulurkan tangannya pada istrinya. Calista pun menatap tangan besar itu dengan senyum jahilnya.
" Kenapa??. Mau minta uang bensin ya pi? ". Goda Calista sambil terkekeh. Bara hanya menatapnya datar nyaris tanpa ekspresi sedikit pun.
" Mau durhaka kamu sama suami sendiri? ". Ketus Bara yang langsung membuat Calista menggelengkan kepalanya cepat dan langsung menyambut uluran tangan suaminya dan mencium nya dengan takzim.
" Be careful sayang!! ".
" Hem". Sahut Bara sembari menarik sudut bibirnya karena ia telah beranjak dari hadapan istrinya dan mulai menuruni anak tangga teras mensionnya.
Calista menautkan kedua alisnya saat Bara malah menutup kembali pintu mobilnya. Dan kini telah kembali menghampiri nya. " Kenapa balik lagi?. Apa ada yang ketinggalan? ".Tanya Calista bingung.
Namun, bukannya menjawab Bara malah langsung berjongkok dan mulai mengusap perut buncit istrinya. " Papi pergi kerja dulu sayang. Baik baik dirumah dengan Mami!! ".Ucap Bara pamit pada baby twins membuat Calista tersenyum hangat. Tak menyangka jika Bara begitu perhatian pada baby twins.
" Aww Akh... ngelusnya jangan turun turun ke bawah sana pi!. Nanti jadi enak". Seloroh Calista yang langsung membuat Bara kembali berdiri dengan tegap dan mentoyor kening istrinya.
Tuk...
" Heheh... Habisnya tangan papi kemana mana sih. Mami kan jadi geli geli sedap". Ucap Calista lagi dengan sangat konyolnya.
Calista hanya nyengir kuda saja. Dan memperlihatkan deretan gigi rapi nya. Bara pun kembali pamit untuk pergi ke perusahaan. Setelah ia berpamitan pada baby twins.
Tanpa diminta tiba tiba menarik tekuk leher istrinya dan menyesapnya dalam beberapa detik. Membuat Calista ikut membalas ciuman pagi suaminya. Hingga asisten joe hanya bisa mencibir kelakuan bos nya itu.
" Kok berhenti sih?. Kan masih kurang". Rengek Calista melayangkan protesnya.
Bara mengulum senyum smirk nya dan kini malah mengecup kening Calista tanpa aba aba. Membuat Calista bungkam seribu bahasa. Hal pertama yang sangat manis bagi Calista. Selama beberapa bulan menikah, Baru kali ini Bara mencium keningnya saat akan pergi kerja.
" Baik baik dirumah!. Aku janji akan pulang sore". Ucapan Bara begitu lembut dan pelan. Seolah Calista berpikir apa ini suaminya?.
Saking terkejut nya Calista sampai tidak bisa berkata kata lagi. Ia pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Membuat Bara menarik sudut bibirnya akan sikap aneh tapi penuh hiburan istrinya itu.
" Sayangnya aku begitu mencintaimu Calista ". Guman Bara setelah ia masuk kedalam mobilnya.
" Kenapa tidak di teruskan sampai ke atas ranjang saja tuan proses ciuman nya? ". Ucap Joe dengan sedikit meledek Bara.
" Joe, apa kau ingin terima gaji 50 persen saja bulan ini? ".
Asisten joe pun langsung menggelengkan kepalanya. Dan langsung mulai menjalankan mobilnya. Ancaman Bara membuat nya sangat khawatir. Bisa bisa Joe pusing sendiri nantinya.
Sedangkan Bara kini masih saja menarik sudut bibirnya penuh kebahagiaan. Hidupnya saat ini benar benar lengkap. Dan ia juga selalu mendapatkan hiburan sendiri kala ingat sikap istrinya yang penuh kekonyolan itu.
TBC